SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Terry Gou Tak Berhenti Mengejar Profit

  • Reporter:
  • Rabu, 23 Mei 2018 | 16:19
  • Dibaca : 138 kali
Terry Gou Tak Berhenti Mengejar Profit

Publik mungkin merasa asing dengan nama Hon Hai. Namun, begitu mendengar Foxconn, tentu asosiasi mereka langsung pada iPhone.

Ya, karena Hon Hai atau Foxconn memang dikenal sebagai perusahaan yang merakit iPhone, salah satu ponsel terlaris dan paling bergengsi di dunia. Gou, yang kini kekayaannya mencapai USD8,5 miliar, mengaku tidak ingin berhenti di Foxconn. Sebab, sejak beberapa tahun silam, dia sudah melakukan diversifikasi bisnis dan layanan. Rencana pengembangan perusahaan dan melakukan diversifikasi ini salah satunya untuk menghilangkan ketergantungan pada iPhone. Jadi, ketika Apple berpaling ke mitra lain, bahkan kehilangan popularitas sekalipun, Foxconn tidak perlu bersusah payah mempertahankan bisnisnya. Pada 2016, Foxconn menyepakati pembayaran senilai USD3,5 miliar atau sekitar Rp46 triliun untuk dua pertiga saham Sharp.

Akuisisi disebut menjadi akuisisi terbesar perusahaan industri insular Jepang oleh perusahaan asing. Tidak hanya itu, akuisisi ini juga mengakhiri sepak terjang Sharp sebagai perusahaan yang telah 100 tahun berdiri. Foxconn dapat memilih mayoritas dari dewan direksinya. Tetapi, oleh Gou, jajaran eksekutif Sharp tidak diubah dan tidak ada karyawan yang di rumahkan. Gou mengungkapkan bahwa setidaknya butuh waktu hingga empat tahun sampai Sharp benar-benar mau menerima tawaran perusahaan asal Taiwan tersebut. Kemudian, melalui anak perus – haan Foxconn Interconnect Technology, mereka mengakuisisi Belkin, manufaktur perangkat konek tivitas yang juga membawahi brand Linksys dan Wemo.

Belkin yang bermarkas di California, Amerika Serikat, dikenal sebagai pabrikan aksesori komputer dan telepon, termasuk charger nirkabel, docking laptop , dan casing ponsel. Pada 2013, Belkin mengakuisisi Linksys, yang terkenal dengan perangkat jaringan seperti router . Semen tara Wemo merupakan sistem rumah pintar bikinan Belkin yang sudah beredar di pasaran lebih dari lima tahun. Foxconn membayar USD866 juta demi mengakuisisi Belkin. Selanjutnya, Foxconn berencana membangun pabrik LCD-manufaktur senilai USD10 miliar (Rp137,3 triliun) di Wisconsin, salah satu negara bagian di Amerika Serikat.

Langkah ini dianggap bisa memperlancar niat Foxconn mengakuisisi Belkin yang juga berasal dari AS. Gou sudah bertemu Donald Trump beberapa kali tahun lalu. Foxconn juga menuangkan dana ke area penelitian, seperti cloud computing dan jaringan nirkabel supercepat. Saat ini Gou masih “berpikir seperti perusahaan manufaktur”. Sebab, sangat sedikit berfokus pada R&D kecuali mereka dapat memperoleh keuntungan dengan cepat. Foxconn memang pernah dikritik sebagai perusahaan yang sangat ketat pada deadline dan jarang memi liki kesempatan untuk ber napas dan berpikir di luar kotak. Bahkan, Gou pernah menghadapi kritik dan per tanyaan tentang jam bekerja panjang di Foxconn serta gaji rendah di pabrik raksasanya pada 2010 sete lah 14 pekerja melakukan bunuh diri di China.

Insiden tersebut mengingatkan ada “biaya” yang tidak tercantum di label harga saat konsumen membeli iPhone. Insiden tersebut jugalah yang mengenalkan Hon Hai yang berdagang dengan nama Foxconn ke sebagian besar dunia. Setelah itu, Foxconn cepat be – reaksi menanggapi krisis dengan me – naikkan upah, mengatur konseling karyawan, bahkan menempatkan jaring di sekitar gedung untuk mencegah orang bunuh diri. Karier awal Gou ditandai dengan chutzpah dan gaya kepemimpinan totaliter. Meski demikian, pria workaholic tersebut melunak setelah kematian istri pertamanya pada 2005 dan saudaranya pada 2007. Sekarang Gou justru sering meminta karyawannya untuk liburan.

Gou menikah lagi pada 2008. Walau sudah mempertimbangkan pensiun, dia memutuskan kembali lagi ke dunia bisnis. Pertemuan rutin Gou dengan Trump telah memicu desas-desus bahwa dia berencana mencalonkan diri dalam pemilihan presiden 2020 di Taiwan. Jika demikian, jajak pendapat me nun jukkan bahwa dia akan mengalahkan Presiden Tsai Ing-wen dengan selisih yang tipis, dilaporkan Taipei Times tahun lalu.

Danang

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com