SINDOBatam

Terbaru Spirit+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Tiba di Tambelan, Bupati Bintan dan Rombongan Disambut Seni Silat Melayu yang Hampir Punah

  • Reporter:
  • Senin, 17 Juni 2019 | 16:34
  • Dibaca : 199 kali
Tiba di Tambelan, Bupati Bintan dan Rombongan Disambut Seni Silat Melayu yang Hampir Punah

BINTAN – Bupati Bintan Apri Sujadi dan Wakil Bupati Bintan Dalmasri Syam beserta jajaran OPD Pemkab Bintan melakukan kunjungan kerja ke pulau terluar dan terdepan di wilayah Bintan, yakni Pulau Tambelan yang berjarak sekitar 185 mil laut (300 km) dari Ibu Kota Kabupaten Bintan, Senin (17/6).

Agenda kunjungan kerja ini disejalankan dengan acara halalbihalal Pemkab Bintan dengan masyarakat Tambelan, sebagai bentuk silaturahmi dan wadah untuk bertatap muka untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. 

Setiba di Tambelan sekitar pukul 12:00, dengan perjalanan kurang lebih 8 jam dari Pelabuhan Navigasi, Kijang, Bintan Timur menggunakan kapal cepat KM Batavia dan tiba di Pelabuhan Tambelan, Bupati Bintan, Apri Sujadi bersama rombongan disambut dengan penuh hangat oleh hampir seluruh masyarakat Bintan, baik oleh anak-anak siswa dari sekolah tingkat SD hingga SMA hingga para Tokoh Masyarakat di Pulau Tambelan. 

Menariknya, dalam sambutan itu para rombongan juga disambut oleh pertunjukan yang terbilang unik dan sudah jarang disaksikan oleh masyarakat dengan kehadiran dua orang pesilat yang memperagakan seni bela diri ‘Silat Buah Tujuh’, salah satu seni bela diri asli milik masyarakat Melayu, yang nyaris punah dan kembali diperagakan oleh dua orang kakak beradik, Yandi dan Nova yang merupakan warga Tambelan.

Aksi silat seni bela diri ‘Silat Buah Tujuh’ yang berlangsung kurang lebih 5 menit itu pun langsung memukau para rombongan bupati yang menyaksikan saat menginjjakkan kaki di Pulau Tambelan.

Yandi yang ditemui, usai pertunjukan menyampaikan pertunjukan seni bela diri saat menyambut Bupati Bintan, Apri Sujadi salah satu bentuk penyambutan dan penghormatan kepada pemimpin daerah dan rombongan yang datang ke pulau Tambelan, dengan maksud menunjukkan memberikab hiburan seni bela diri yang diakuinya sudah mulai punah akibat tergerus jaman. 

“Kami menampilkan seni bela diri Silat Buah Tujuh, salah satu seni bela diri asli dari Tambelan, dan ini merupakan seni bela diri warisan dari Leluhur, harapan kami, seni bela diri ini dapat dilestarikan dan menjadi kekayaan budaya masyarakat Bintan,” ujar Yandi.

Yandi sempat menceritakan, sebenarnya seni bela diri Silat Buah Tujuh dijaman dulu sangat akrab dengan masyarakat Tambelan, karena seni bela diri ini harus dimiliki warga Tambelan jika hendak merantau ke negeri orang, sebagai bekal untuk menjaga diri. Namun, akibat kurannya perhatian dalam melestarikan seni budaya ini, lama-kelamaan seni bela diri Silat Buah Tujuh ini terlupakan, dan tidak lagi diajarkan kepada generasi-generasi muda yang ada di Tambelan.

“Saat ini seni bela diri silat buah tuju ini, hanya menjadi pertumjukan dan hiburan dalam acara-acara seremonial saja, seperti acara-acara pernikahan dan acara besar lainnya, dan kurang dilestarikan kepada generasi muda dan anak-anak ditambelan. Kami berharap, seni bela diri silat buah tujuh ini kedepannya mendapatkan perhatian dari pemerintah setempat,” ujarnya. (Novel M Sinaga)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com