SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Tiga Kapal Vietnam Curi Ikan di Perairan Natuna 

  • Reporter:
  • Senin, 25 Maret 2019 | 14:43
  • Dibaca : 114 kali
Tiga Kapal Vietnam Curi Ikan di Perairan Natuna 
Pangkoarmarda I Laksamana Muda TNI Yudo Margono saat merilis tangkapan kapal Vietnam di Dermaga Yos Sudarso Lantamal IV Tanjungpinang. f Muhammad Bunga Ashab

PINANG – Jajaran Komando Armada (Koarmada) 1 melalui unsur KRI Teuku Umar 385 dan KRI Tarakan 905 berhasil mengamankam tiga Kapal Ikan Asing (KIA) asal Vietnam pada titik koordinat 06 30.344 U-107 43.810 T di laut Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) Natuna Utara, Kepulauan Riau, kemarin. Sebanyak 22 orang nakhoda dan Anak Buah Kapal (ABK) berkebangsaan Vietnam berhasil diamankan petugas. “Mereka masuk ke wilayah perairan kita untuk menangkap ikan, makanya kita tangkap. Sepanjang tahun ini sudah 13 kapal Vietnam yang ditangkap,” kata Panglima Koarmada (Pangkoarmada) I Laksamana Muda TNI Yudo Margono saat merilis tiga kapal KIA Vietnam di Dermaga Yos Sudarso Lantamal IV Tanjungpinang, Sabtu (23/3).

Yudo menjelaskan, ketiga kapal yang ditangkap adalah kapal BV 4356 TS dinakhodai Nguyen Dong dengan jumlah ABK 9 orang WNA Vietnam, beserta barang bukti 1 palka ikan campuran. Kemudian kapal BV 4724 TS dinakhodai Le Tan That dengan ABK 10 orang WNA Vietnam dan kapal BV 90735 TS dinakhodai Le Van Bung dengan ABK 3 Orang WNA Vietnam. “Ketiga kapal berbendera Vietnam ini melaksanakan penangkapan ikan di ZEE tanpa izin,” ujarnya.

Selama proses pengejaran, kata dia, penangkapan dan penyelidikan (Jarkaplid) situasi aman, namun satu kapal Vietnam Fisheries Resources Surveillance (VFRS) KN 214215 berusaha menghalangi proses Jarkaplid dapat diusir secara paksa. Selanjutnya tiga KIA Vietnam ditunda dan dikawal menuju ke Lanal Batam guna proses hukum selanjutnya. “Jadi, mereka dikawal oleh kapal VFRS saat menangkap ikan,” ujarnya.

Menurut Yudo, para nelayan asing ini tidak kapok masuk ke perairan Indonesia. Sebab, di perairan Indonesia banyak ikan, khususnya di Natuna sehingga kapal asal Vietnam masuk ke perairan Indonesia. “Rata-rata dua sampai empat kali ABK ini ditangkap. Mungkin ikan banyak di wilayah kita sehingga mereka kembali lagi,” kata Yudo.

Ketiga KIA Vietnam tersebut diduga telah melakukan tindak pidana perikanan berupa melakukan kegiatan perikanan tanpa dilengkapi adanya SIUP (Surat Izin Usaha Perikanan) dan SIPI (Surat Izin Penangkapan Ikan) dengan demikian dapat diduga melanggar ketentuan pasal 27 ayat (2) Jo pasal 93 ayat (2) UU RI Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan diancam dengan pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp20 miliar. “Total kekayaan negara yang telah diselamatkan oleh Koarmada I selama kurun waktu tahun 2018 sampai dengan Maret 2019 sebesar Rp1,895 triliun,” ujar Yudo.

Selain tangkapan tiga KIA Vietnam tersebut, dalam satu bulan terakhir KRI/Patkamla Jajaran Koarmada I berhasil menangkap dan mengamankan berbagai kegiatan illegal di antaranya KRI Teuku Umar 385 Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Koarmada I berhasil menangkap KIA Vietnam BV 3709 TS yang melakukan kegiatan illegal fishing. Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Komando Armada (Koarmada) I berhasil menggagalkan penyelundupan Baby Lobster di Perairan Sugi Batam pada 12 Maret 2019. Dari hasil penghitungan terhadap barang bukti didapatkan rincian 1 buah speed boat tanpa nama bermesin 3×200 PK bermuatan 44 kotak seterefoam coolbox yang 1 kotaknya berisi 30 plastik didalamya terdapat baby lobster 200 ekor senilai Rp37 miliar pada 12 Maret 2019.

KRI Teuku Umar 385 Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Koarmada I kembali berhasil menangkap Kapal Ikan Asing (KIA) Malaysia NEMO No. QKH9393Z yang melakukan kegiatan illegal fishing 13 Maret 2019.

Tim F1QR Lanal Dumai berhasil menggagalkan penyelundupan Minumam Keras (Miras) yang dibawa oleh speed boat tanpa nama di Perairan Tembilahan dengan perkiraan senilai sekoritar 5,9 Miliar. Penyelundupan minuman keras ini melanggar hukum UU Kepabeanan pada tanggal 16 Maret 2019. Tim F1QR (Fleet One Quick Response) Lanal Lhokseumawe berhasil menangkap 2 (dua) buah Kapal Nelayan yang membawa 50 Kg Narkoba Jenis Sabu dan satu pucuk pistol jenis Baretta serta 7 butir peluru di Perairan Ujong Blang, Kota Lhokseumawe, tanggal 18 Maret 2019.

Tim Gabungan F1QR Koarmada I berhasil menggagalkan penyelundupan Baby Lobster senilai 46 Miliar pada posisi 00 50’ 24’’ N – 103 48’ 47’’ U tepatnya di Perairan Pasir Toga (Selat Sulit antara Pulau Combol dan Pulau Sugi Batam). Dari hasil penghitungan terhadap barang bukti 36 sterefoam (1.483 kantong) yang berisi Baby Lobster tersebut dengan rincian 33 kotak sterefoam (1.426 kantong) Jenis Baby Lobster Pasir sejumlah 295.236 ekor dan 3 kotak sterefoam (57 kantong) Jenis Baby Lobster Mutiara sejumlah 9.118 ekor dengan total keseluruhan 304.354 ekor senilai Rp46 miliar, tanggal 20 Maret 2019.

muhammad bungha ashab

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com