SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Tiga Penumpang Kapal TKI Masih Hilang

  • Reporter:
  • Sabtu, 11 Mei 2019 | 09:38
  • Dibaca : 146 kali
Tiga Penumpang Kapal TKI Masih Hilang
Ilustrasi /dok tim sar

BINTAN – Tiga orang korban kapal pembawa TKI yang tenggelam di peraisan Nongsa, masih hilang. Tim SAR masih melakukan pencarian dan meminta bantuan nelayan serta masyarakat pesisir.

“Kami imbau kepada masyarakat dan nelayan di sepanjang pantai dari Tanjunguban sampai Tanjung Berakit apabila menemukan korban mohon segera untuk melaporkan ke Basarnas Tanjungpinang atau instansi terdekat. Bisa juga menghubungi 0771 319300 atau 0813 72577184 Eko (Kasiops dan Siaga),” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang Mu’min Maulana melalaui Kasiop dan Siaga Eko Suprianto, Jumat (10/5).

Eko menyampaikan, area pencarian telah dipeluas dengan cara menyisiri perairan mulai ujung Tanjung Berakit dekat Out Port Limited (OPL) atau perairan perbatasan. Namun sayang, hingga kini hasil operasi belum membuah hasil. “Hasil pencarian masih nihil, luas area pencarian kita sudah kita tambah, sampai sekarang hasilnya belum ada tanda-tanda ditemukannya sisa korban tiga orang yang dicari,” kata Eko.

Eko menyampaikan, adapun identitas korban selamat adalah Zulhakimi Juni Saputra (29), Nasruddin (30), Fadlon Fahmi (29), Hazrami (31) tekong kapal, Darmiaty (29), Muhammad Sabri (30), sedangkan korban yang meninggal dunia adalah Linda (31). Para penumpang kapal rata-rata berasal dari Provinsi Aceh. “Adapun dalam pencarian tiga orang tersebut dua laki-laki satu perempuan, salah satunya korban beranam Agam (ABK Tekong),” kata Eko.

Tiga orang tenaga kerja Indonesia (TKI) hilang setelah kapal pompong yang ditumpanginya tenggelam sekitar di Perairan Nongsa, Batam, Kepulauan Riau, Rabu (8/5). Kapal pompong pembawa 10 orang TKI itu bergerak dari Sei Rengit, Johor, Malaysia dengan tujuan Batam, Minggu (5/5) malam. Namun, dalam perjalanan kapal mengalami karam setelah dihantam ombak besar.

“Awalnya empat orang yang dicari, tapi satu orang berhasil ditemukan nelayan di kelong. Tiga orang yang dicari satu perempuan, satu orang anak dan satu tekong kapal,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tannungpinang Mu’min Maulana di Tanjungpinang, baru-baru ini.

Untuk korban yang selamat langsung diamankan di Polsek Bintan Utara, sementara korban yang meninggal dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjunguban.

Untuk alat utama yang digunakan Kapal RB 209, speed boat Polda Kepri, Pol Air Polres Bintan dan KPLP Tanjunguban, serta perlengkapan pendukung lainnya. Untuk lokasi pencarian sekitar kejadian Perairan Nongsa, Batam dengan koordinat 1° 9.373′ N 104 15.901′ E, heading 320 derajat, jarak lurus 20.15 Nautical Mill dari Kantor SAR Tanjungpinang.

Tekong Kapal Ditahan

Sementara itu, satu orang yang berperan sebagai tekong ditahan Ditpolairud Polda Kepri. Tekong bernama Hazrami (31) ini dianggap yang paling bertanggung jawab atas insiden ini.

“Kami menahan tekong kapal naas tersebut guna pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Dirpolairud Polda Kepri Kombes Pol Benyamin Sapta, Jumat (10/5).

Dia menjelaskan hingga saat ini pihaknya juga mencari tiga orang lainnya yang belum ditemukan. Dimana salah seorang dari tiga orang yang belum ditemukan ini adalah tekong juga. “Sampai saat ini korban kapal tenggelam Tenaga Kerja Ilegal (TKI) masih terus dilakukan pencarian. Tim SAR sejauh ini berdasarkan informasi ke kita masih berupaya melakukan pencarian tiga korban lagi,” ujar dia.

m bunga ashab/dicky sigit rakasiwi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com