SINDOBatam

Terbaru Spirit+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Tiga Sopir Bus Sekolah Terlibat Jaringan Narkoba Internasional, 118,396 Kilogram Sabu Asal Malaysia

  • Reporter:
  • Kamis, 5 September 2019 | 09:08
  • Dibaca : 165 kali
Tiga Sopir Bus Sekolah Terlibat Jaringan Narkoba Internasional, 118,396 Kilogram Sabu Asal Malaysia
Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol S Erlangga didampingi Kapolres Bintan AKBP Boy Herlambang dan Kasubdit ISI Ditresnarkoba Polda Kepri AKBP Rama Pattara mengekspos tangkapan sabu di Mapolres Bintan, Rabu (4/9). /DOK POLDA KEPRI

BINTAN – Polres Bintan menggagalkan penyeludupan 118,396 kilogram sabu jaringan internasional. Polisi juga mengamankan dua Bintan dan satu warga Tanjungpinang yang berprofesi sebagai sopir bus sekolah, dan ditetapkan sebagai tersangka.

Kapolres Bintan AKBP Boy Herlambang mengungkapkan, kronologis penangkapan sabu ini bermula pada Jumat (30/8). Polres Bintan mendapat informasi bakal adanya transaksi narkotika. Informasi ini berawal dari wilayah hukum Polsek Bintan Utara. Setelah mendapat informasi, jajaran Polres Bintan menuju lokasi yang diberitahukan dan mengamankan pengemudi inisial JF, dengan satu unit Fortuner. “Kami geledah dan kemudian kami lanjutkan dengan menggeledah di rumahnya, di wilayah Antasari Gang Riau, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Teluk Sebong,” kata Boy di Kantor Polres Bintan, Rabu (4/9).

Sesampainya di rumah JF, Polisi menemukan tersangka inisisaln SY sedang menomori masing-masing bungkusan plastik berisikan narkotika jenis sabu. Bungkusan plastik ini berlapis plastik China, kemudian dibungkus lagi dengan koil. Setelah itu baru dimasukkan ke dalam koper. Dari hasil penggeledahan di rumah tersebut ditemukan tiga koper besar berisi narkotika sabu. Kemudian di dalam mesin cuci, juga ikut digeledah dan ditemukan tiga paket besar narkotika sabu, ditambah satu paket sedang yang isinya 1,25 ons di dalam putaran mesin cuci. “Jadi totalnya ada 120 paket,” ujarnya.

Dalam pengembangan, terhadap dua tersangka JF dan SY, ada tersangka lain berinisial ZH dalam keterlibatan barang tersebut. Tim langsung turun ke TKP daerah Malang Rapat dan melakukan penangkapan. Tersangka ZH saat diineterogasi langsung mengakui perbuatannya. Setelah berhasil menangkap tersangka dan mengumpulkan barang bukti, mereka langsung dibawa ke Polres Bintan untuk dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

“Asal barang dari Malaysia. Pengiriman dilakukan dengan speedboat, melewati laut dan diantarkan ke perairan daerah Senggiling, Bintan. Modus yang digunakan para tersangka dengan memasukkan barang ke dalam jeriken pengkilat kayu berjumlah dua buah,” katanya.

Setelah barang terkumpul, barang baru diberangkatkan melalui Pelabuhan Dompak menggunakan dua kenderaan jenis mobil Fortuner dan Kijang yang sudah dimodifikasi lantainya. Keberangkatan dilakukan melalui pelabuhan Dompak, Tanjungpinang untuk didistribusikan ke Sumatera dan Jawa. Boy juga mengatakan para tersangka menjalankan aksinya ini sudah yang ke enam kalinya dan pengiriman yang ke enam ini dengan jumlah yang terbanyak.

“Keberhasilan Polres Bintan melakukan penangkapan tersangka dan narkotika jenis sabu juga membutuhkan waktu panjang. Tim terlebih dahulu melakukan penyelidikan selama 1,5 bulan. Penangkapan ini juga merupakan penangkapan terbesar untuk kasus narkotika jenis sabu di wilayah hukum Polres Bintan,” kata dia.

Polda Beri Apresiasi

Kapolda Kepri melalui Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol S Erlangga mengapresiasi kinerja Polres Bintan yang sudah bekerja keras selama 1,5 bulan di lapangan melakukan penyelidikan hingga berhasilnya penggagalan penyeludupan sabu ini.

Erlangga mengatakan, kondisi geografis Indonesia salah satu terbesar di dunia dengan 17 ribu pulau. Garis pantainya mencapai 108 ribu kilometer. Uuntuk Kepri terdapat 2.408 pulau. Kebanyakan pulau tersebut tidak berpenghuni dan hanya 368 pulau saja berpenghuni. Kondisi ini berpotensi tinggi untuk kerawanan apalagi posisi perairan Kepri merupakan jalur lintas laut antarnegara.

Potensi peredaran narkotika terdapat di segitiga emas, terdiri dari Laos, Myanmar dan Thailand. Erlangga mengatakan sedikit memberi gambaran, Kepri bertetangga langsung dengan segitiga emas kawasan peredaran narkotika.

“Negara kita yang langsung bertetangga dengan negara tersebut berpotensi dijadikan tempat peredarannya,” ujarnya.

rinto situmorang/dicky sigit rakasiwi

 

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com