SINDOBatam

Terbaru Metro+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Tindak Pengusaha Tak Bayar Pajak

  • Reporter:
  • Kamis, 16 Agustus 2018 | 10:52
  • Dibaca : 224 kali
Tindak Pengusaha Tak Bayar Pajak
ilustrasi
  • BP2RD Turunkan Tim Pajak ke Tempat-Tempat Usaha

BATAM KOTA – Pemko Batam berkomitmen meningkatkan pendapatan dari sektor pajak daerah. Salah satunya penerapan sistem online dengan pemasangan tapping box. Menggandeng sejumlah bank, alat ini dipasang di sejumlah tempat usaha seperti hotel, restoran, parkir dan hiburan.

Tapping box ini merupakan alat untuk merekam segala transaksi, registrasi tunai, data penjual dari point of sales dan data wajib pajak. Penerapan sistem online dengan tapping box sudah dimulai Pemko Batam sejak tahun 2016 silam. Pemko Batam menggandeng Bank Riau Kepri dan Bank BJB dalam penerapannya.

Meski sudah dua tahun berjalan, namun penerapan sistem online tersebut belum maksimal dalam mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batam. DPRD Batam sebagai mitra Pemko mendorong penerapan sistem ini bisa dimaksimalkan, mengingat saat ini Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Batam mengalami defisit sekitar Rp268 miliar.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan, Pemko Batam melalui Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) telah membentuk tim untuk memeriksa tempat-tempat usaha yang belum menunaikan kewajibannya membayar pajak.

Tim tersebut, sambungnya, akan mendatangi seluruh tempat-tempat usaha seperti restoran, rumah makan dan kedai kopi serta lainnya untuk melihat Nomor Wajib Pajak Daerah (NWPD) pengusaha, untuk mengecek apakah mereka telah membayar pajak sesuai ketentuan. “Kami sudah bentuk tim dan langsung cek. Kalau tak ada langsung kami tindak,” ujarnya di Batam Centre, Rabu (15/8).

Ia mengatakan, pihaknya akan memasang alat rekam pajak online atau tapping box kepada usaha-usaha besar yang dinilai sudah pantas menggunakan alat ini. Pemerintah daerah sudah melakukan kerja sama dengan Bank Riau Kepri terkait pengoperasian alat tersebut. “Kemarin rapat, mereka sudah mau beri 400 alat. Tapi tahun ini seratus dulu. 50 alat sudah terpasang dan sisanya lagi proses,” katanya.

Kepala BP2RD Kota Batam Raja Azmansyah menambahkan, melalui tim pajak tersebut juga pihaknya akan meningkatkan Wajib Pajak (WP) daerah melalui pendataan wajib pajak yang baru. “Kedai kopi termasuk salah satu nomenkelatur wajib pajak kategori restoran. Pajak restoran meliputi restoran, rumah makan dan kedai kopi,” katanya.

Seperti diketahui, Pemko Batam terus melakukan peningkatan PAD dari sektor pajak dengan menargetkan pemasangan 70 tapping box oleh Wajib Pajak (WP) tahun ini.
“Tahun ini target kami 100 unit dan baru sekitar 30 WP yang sudah memasang. Masih ada 70 lagi yang sedang diproses,” kata Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad.

Pada tahun lalu, sambungnya, BP2RD Kota Batam sudah memasang sekitar 61 alat pajak. Dengan sistem online itu diharapkan dapat menekan kebocoran pendapatan ke kas daerah. “Setiap transaksi antara konsumen dengan pengelola hotel atau restoran berlangsung, pajaknya secara otomatis masuk ke rekening daerah melalui Bank Riau Kepri,” ujarnya.

Amsakar berharap dengan sistem tersebut dapat meningkatkan pendapatan daerah. Sementara pemerintah daerah akan menargetkan sekitar 400 WP yang akan menerapkan pajak online. “Untuk mendukung itu, ke depan kami harapkan ada tiga atau empat vendor untuk berpartisipasi memperlancar transaksi pajak online,” ujarnya.

iwan sahputra

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com