SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Tjipta Tak Pernah Bayar Uang Pembelian Hotel BCC

  • Reporter:
  • Selasa, 22 Mei 2018 | 16:04
  • Dibaca : 381 kali
Tjipta Tak Pernah Bayar Uang Pembelian Hotel BCC
Tjipta Fudjiarta, tersangka kasus penipuan, penggelapan dan pemalsuan akta otentik Hotel BCC saat tiba di Kantor Kejari Batam, belum lama ini. /AGUNG DEDI LAZUARDI

BATAM KOTA – Sidang kasus penipuan, penggelapan dan pemalsuan akta otentik dengan terdakwa Tjipta Fudjiarta kembali digelar di Pengadilan Negeri Batam, Senin (21/5/2018). Saksi Mariani yang dihadirkan di persidangan menyebutkan bahwa terdakwa tidak pernah membayar pembelian gedung dari Conti Candra senilai Rp120 miliar.

Mariani diketahui merupakan kakak dari istri Conti, Hernita Coanti. Ia juga sempat menjabat sebagai staf akunting di PT Bangun Megah Sejati (BMS) sebelum BCC Hotel and Residence dikuasai oleh Tjipta. Namun ia diberhentikan secara sepihak oleh Tjipta setelah menguasai BCC Hotel and Residence.

Mariani menjelaskan, sebagai staf akunting di PT BMS yang kala itu tengah membangun BCC Hotel and Residence, ia mengetahui jumlah pemasukan dan pengeluaran uang perusahaan. Ia juga dipercaya oleh Conti untuk mengecek transaksi ke rekening pribadi bosnya.

Mariani menjelaskan, ia mengetahui perihal pinjaman uang yang diberikan Tjipta kepada Conti. Hal tersebut diketahuinya setelah Conti memintanya untuk mengecek transaksi uang masuk ke rekening Conti dari Tjipta. “Memang ada uang itu sebesar Rp29 miliar lebih. Uangnya secara bertahap sejak Juli sampai Oktober 2011,” kata Mariani.

Mariani juga menjelaskan, pada akhir November 2012, ia diminta Conti untuk hadir dalam pertemuan yang digelar di BCC Hotel and Residence lantai P4. Kala itu, terjadi pertemuan yang dihadiri oleh Conti, Hernita, Mariani, Tjipta dan Fakhrudin yang merupakan staf akunting lainnya. Di sana, Conti mengatakan bahwa sudah terjadi kesepakatan penjualan gedung BCC Hotel and Residence dari Conti kepada Tjipta sebesar Rp120 miliar.

“Lalu waktu itu, Hernita, istri Conti tanya ke dia (Tjipta), pembayaran Rp120 miliar itu bagaimana. Lalu, terdakwa bilang akan bayar tunai karena katanya selama dia berbisnis, dia tidak pernah pakai uang bank,” katanya lagi.

 

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com