SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

TNI AL Amankan Kapal Muatan Hiu

  • Reporter:
  • Rabu, 1 Agustus 2018 | 13:45
  • Dibaca : 111 kali
TNI AL Amankan Kapal Muatan Hiu
DanlantamalIV Tanjungpinang Laskamana Pertama TNI R Eko Suyatno saat melihat kapal tangkapan KAL Baruk di Lanal Tarempa, Anambas.(Dok Penlantamal IV)

ANAMBAS – Kapal Motor (KM) Borneo Pearl yang merupakan kapal latih milik salah satu perguruan tinggi di Pontianak, Kalimantan Barat diamankan Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Tarempa. KM Borneo Pearl diduga menangkap ikan tanpa dokumen yang sah.

Komandan Lantamal (Danlantamal) IV Tanjungpinang Laskamana Pertama TNI R. Eko Suyatno mengatakan, kapal berbobot 77 Groston (GT) tersebut ditangkap Kapal Angkatan Laut (KAL) Baruk di sekitar Desa Ladan, Tenggara Pulau Palmatak.

Saat diperiksa nakhoda tak bisa menunjukkan dokumen yang dibutuhkan. Maka kapal dan hasil tangkapannya yang diduga hewan yang dilindungi diamankan.

“Kapal ikan tersebut termasuk jenis kapal latih dengan nakhoda Isamudin dengan jumlah Anak Buah Kapal (ABK) 9 orang, dua orang penumpang dan empat mahasiswa,” kata Eko saat konferensi pers di Kapal Borneo Pearl, Selasa (31/8).

Eko mengatakan, sehak awal kapal tersebut telah diikuti oleh KAL Baruk di sekitar Desa Ladan pada 27 Juli 2018 sore. Harusnya kapal latih ini beroperasi di sekitar perairan Pontianak.

“Sejatinya kapal tersebut kapal latih, namun membawa jenis alat tangkap. Kemudian saat diperiksa kapal ini ada muatannya yakni cumi sebanyak 25 kilogram (kg), ikan hiu yang sudah di potong siripnya 850 kg, serta sirip hiu berbobot sekitar 5 kg,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan KAL Baruk, ada tiga pelanggaran KM Borneo. Yaitu kapal berlayar tanpa surat persetujuan berlayar (SPB), kapal tak dilengkapi surat izin penangkapan ikan (SIPI) dan ikan hasil tangkapan diduga hewan yang dilindungi.

Dugaan sementara, kapan tersebut melanggar UU Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikan Pasal 93 ayat 1 dan Pasal 98 serta melanggar Pasal 312 UU Nomor 17 tahun 2008 tentang pelayaran.

“Saat ini kasusnya sedang kita dalami, dan tetap kerjasama dengan rekan-rekan Ditjen Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), dan pihak konservasi. Kita akan cek jenis ikan hiu yang dibunuh,” ungkapnya.

Eko berpesan kepada ABK dan nakhoda untuk memberikan keterangan karena akan dilakukan penyelidikan untuk beberapa waktu. Untuk yang mahasiswa tetap, akan dijelaskan statusnya apakah projustitia atau tidak.

Isamudin Nahkoda kapal mengaku kapal latih tidak memerlukan SPB, SIPI, apalagi untuk melengkapi dokumen-dokumen tersebut tidaklah mudah dan butuh waktu yang lama.

“Sedangkan kami terus dikejar dengan waktu untuk praktek-praktek,” ujarnya.

Dia mengatakan, kapal bergerak dari Pontianak pada Senin (23/7) langsung ke Palmatak.

“Kami bergerak dari Pontianak langsung kesini untuk membeli ikan,” ujarnya

jhon munthe/muhammad bunga ashab

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com