SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

TNI AL Gagalkan Penyelundupan Baby Lobster Rp46 Miliar

  • Reporter:
  • Jumat, 22 Maret 2019 | 10:41
  • Dibaca : 210 kali
TNI AL Gagalkan Penyelundupan Baby Lobster Rp46 Miliar
Danlanal Batam Kolonel Laut (P) Alan Dahlan dan Kepala TU SKIPM Batam Misuro Anwari menunjukkan barang bukti baby lobster yang disita dari penyelundup saat ekspose di Mako Lanal Batam, Rabu (21/3). f arrazy aditya

BATUAMPAR – Tim gabungan TNI AL kembali menggagalkan penyelundupan baby lobster ke Singapura. Kali ini, petugas mengamankan 304.354 ekor baby lobster senilai Rp46 miliar dari kapal milik penyelundup yang dikandaskan di perairan Pasir Toga, Rabu (20/3).

Danlanal Batam Kolonel Laut (P) Alan Dahlan mengatakan, puluhan ribu baby lobster ini disimpan pelaku di dalam 34 box styrofoam. Pengungkapan kasus ini berawal dari adanya informasi masyarakat akan ada speed boat yang akan masuk ke perairan Sugi membawa baby lobster ilegal ke Singapura. Dari informasi tersebut, tim TNI AL langsung melakukan pengintain dan penyekatan di sungai Sugi dan mendapatkan kontak speed boat dengan kecepatan tinggi melintas.

Terjadi aksi pengejaran antara speed boat TNI AL dengan speed boat penyelundup. Pelaku lalu mengandaskan speed boatnya di hutan bakau perairan Pasir Toga (Selat Sulit antara Pulau Combol dan Pulau Sugi). “Pelaku kabur meninggalkan speed boat beserta barang bawaanya,” ujarnya saat konfrensi pers di Mako Lanal Batam, Kamis (21/3).

Dari hasil penggeledahan, petugas mengamankan barang bukti berupa 36 kotak styrofoam muatan baby lobster. Dengan bantuan KAL Mapor milik Lantamal IV Tanjungpinang, speed boat penyelundup lalu ditarik dan dibawa dermaga Lanal Batam guna proses penyelidikan.

Alan menjelaskan, dari hasil penghitungan terhadap barang bukti 36 styrofoam berisi 1.483 kantong baby Lobster, dengan rincian 33 kotak styrofoam (1.426 kantong) jenis baby lobster Pasir sejumlah 295.236 ekor dan tiga kotak styrofoam (57 kantong) baby lobster Mutiara sejumlah 9.118 ekor dengan total keseluruhan 304.354 ekor.

“Dengan mengamankan baby lobster ini, kami berhasil menyelamatkan sumber daya Indonesia senilai Rp46 miliaran,” kata mantan Komandan KRI Usman Harun ini.

Baby lobster yang diamankan memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Baby lobster Pasir di pasaran Rp150.000 x 295.236 ekor menjadi Rp44.285.400.000. Sedangkan baby lobster Mutiara per ekor Rp200.000 x 9.118 ekor totalnya Rp1.823.600.000.

Diduga penyelundupan baby lobster yang kedua ini sama dengan kasus pertama. Hal ini karena dapat dilihat dari bungkusan koran yang ada di dalam styrofoam, yakni berasal dari Bengkulu, Lampung dan juga Jambi yang akan dikirim ke Singapura.

“Kami menduga pemainnya sama. Kita bisa lihat dari pergerakan mereka mengirim barang ini, dan asal baby lobster ini juga sama dari tiga daerah itu dan akan dikirim ke Singapura. Tertangkapnya juga ditempat yang sama,” ucapnya.

Kepala TU Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu (SKIPM) Batam, Misuro Anwari mengatakan, selama ini penyelundupan baby lobster melalui pelabuhan dan juga bandara. Mengingat seringnya tertangkap, maka para pelaku penyelundupan ini mengganti modus pengirimannya.

“Mungkin mereka gerah sering ketangkap menyelundupkan baby lobster melalui bandara dan juga pelabuhan sering tertangkap, makanya sekarang mereka main dengan cara seperti ini,” katanya.

Pihaknya juga sudah bekerja sama dengan instansi terkait seperti TNI AL untuk menangkap pelaku penyelundupan. Hal ini karena Karantina Batam memiliki keterbatasan personel maupun perlengkapan.

“Kami sudah bekerja sama dengan instansi terkait, seperti di laut ada TNI AL, juga Bea Cukai di bandara maupun di pelabuhan-pelabuhan serta pihak lainnya,” kata Misuro. tengku bayu

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com