SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Toleransi Liverpool

  • Reporter:
  • Sabtu, 26 Mei 2018 | 13:43
  • Dibaca : 168 kali
Toleransi Liverpool

KIEV– Mohamed Salah adalah fenomena baru di sepak bola. Saat orang mulai jenuh membicarakan Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, Salah muncul dengan semua kelebihan.

Produktif, ramah, rendah hati, suka beramal, dan tentu saja pemeluk agama yang taat. Bukan bermaksud me lebihkan Salah sebagai pribadi. Tapi, setidaknya itu yang tergambar di lapangan. Salah produktif dengan 44 gol yang dicetak di semua ajang. Dia ramah dan rendah hati, karena menolak melakukan selebrasi setelah menjebol dan menyingkirkan AS Roma di semifinal Liga Champions. Suka beramal karena dia menjadi pejuang hak asasi perempuan dan mendonasikan banyak uang untuk kegiatan sosial. Pemeluk agama taat, karena dia selalu melakukan sujud syukur setelah laga dan seusai menjebol gawang lawan.

Terbaru, Salah tetap menjalankan puasa Ramadan meski akan menjalani laga penting sepanjang karier untuk dirinya dan Liverpool. Media-media olahraga Eropa mengutip surat kabar Mesir Al Masry al Youm yang mengungkapkan jika pemain berusia 25 tahun itu menolak membatalkan puasa sehari menjelang kick-off final, Minggu (27/5). Sementara menurut perhitungan, waktu magrib atau matahari terbenam di Kiev datang 30 menit sebelum kickoff . Saat itulah Salah bisa berbuka untuk “mengisi bahan bakar” sebelum laga yang paling dinantikan di seluruh dunia. “Puasa tidak akan memengaruhinya. Keluarganya juga akan berkorban sapi sebagai rasa syukur sebelum final,” tulis Al Masry al Youm , dikutip Liverpoolecho .

Sebelumnya ulama Mesir Yasser Borahmi mengatakan, sesuai hukum syariah Islam, Salah tidak boleh membatalkan puasanya selama final Liga Champions. Borahmi mengatakan, Alquran tidak menyebutkan bahwa pemain sepak bola tidak harus berpuasa. “Sepak bola hanya olahraga dan bukan masuk kategori kerja keras yang memungkinkan umat muslim tidak berpuasa pada Ramadan,” ujar Borahmi, dalam sebuah pernyataan. Tapi, yang paling luar biasa adalah toleransi yang diberikan Liverpool kepada Salah. Sebagai klub yang kering gelar sejak men dapatkan Liga Champions pada 2005, mereka tetap mengizinkan pemain bintangnya tersebut menjalankan puasa.

Sesuatu yang langka, karena tidak sedikit pelatih tak menerima alasan pemain berpuasa. Selain Salah, Liverpool juga memiliki Sadio Mane dan Emre Can yang beragama Islam. Pelatih Liverpool Juergen Klopp juga memahami ke biasaan pemainnya. “Salah adalah seorang muslim. Dia melakukan semua hal yang dilakukan orang muslim. Sebelum per – tandingan, dia bewudu dan halhal seperti itu. Karena itu, kami datang satu menit atau dua menit lebih awal di ruang ganti sehingga dia bisa siap untuk pertandingan,” ungkap Klopp, tentang kebiasaan pemainnya. Tapi, justru toleransi itu yang menjadi kekuatan The Reds sejauh ini karena melahirkan kebersamaan.

“Saya melihat kebersamaan yang hebat. Saya berpikir tentang seberapa baik mereka melakukannya, dari hari pertama pra- musim seberapa baik mereka telah bekerja. Mereka layak berada di posisi ini untuk bermain di final Liga Champions,” ungkap kapten tim Liverpool Jordan Henderson, kepada Liverpoolfc.com . Henderson mengatakan bermain di final Liga Champions adalah mimpi semua pemain. Karena itu, semua akan bekerja keras dan memberikan segalanya begitu pertandingan berlangsung. “Mungkin ini adalah spirit tim terkuat yang pernah saya jalani. Memang mudah mengatakan itu. Tapi, saya pikir Anda dapat melihat itu di lapangan dengan jujur,“ tandasnya.

Sementara itu, gelandang Real Madrid Toni Kroos mengatakan unggulan bukan berarti timnya bisa memenangkan laga dengan mudah. Tetap butuh kerja keras karena bermain di final tidak akan pernah mudah. Tampil di tiga final Liga Champions adalah luar biasa sehingga butuh kerja lebih keras. Kroos mengaku cukup mengetahui karakter tim asuhan Klopp. Menurutnya, Liverpool akan memiliki 11 pemain berlari layaknya binatang buas terus berlari dan memberi tekanan.

“Dalam pertandingan seperti ini kami perlu sedikit lebih fokus kepada lawan, gaya bermain mereka, dan rencana mereka. Lini depan mereka bagus, pertahanan yang baik, dan lini tengah solid. Karena itu, menjadi favorit tak berarti apa-apa,” tandas Kroos.

Ma’ruf

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com