SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

TPID Tanjungpinang Terbaik se-Kepri

  • Reporter:
  • Kamis, 6 Desember 2018 | 11:41
  • Dibaca : 62 kali
TPID Tanjungpinang Terbaik se-Kepri
Wali Kota Tanjungpinang Syahrul menerima penghargaan TPID terbaik se-Kepri dari Kepala BI Kepri Gusti Raizal Eka Putra, Selasa (4/12) malam. /DOK HUMAS PEMKO TANJUNGPINANG

PINANG – Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang kembali meraih prestasi dan penghargaan Stakeholder Award dari Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri kategori Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) terbaik se-Kepri. Penghargaan itu langsung diterima Wali Kota Tanjungpinang Syahrul di Grand Ballroom Hotel Radisson, Batam, Selasa (4/12) malam.

Tanjungpinang memperoleh penghargaan tersebut dengan kriteria rapat koordinasi capaian inflasi, kegiatan intervensi harga, komunikasi/ekspektasi inflasi, rapat yang dipimpin oleh Ketua TPID dan implementasi kerja sama antardaerah. Penghargaan ini diberikan disejalankan dengan Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Perwakilan Kepri dengan tema Sinergi untuk Ketahanan dan Pertumbuhan.

Syahrul mengatakan, sangat bersyukur dan bangga atas prestasi yang diperoleh Kota Tanjungpinang sebagai TPID terbaik se-Kepri. “Ini adalah prestasi kita semua, prestasi TPID yang telah bekerja keras untuk menekan angka inflasi yang selalu berada diposisi stabil se-Kepri. Semoga kita bisa kembali mempertahankan dan konsisten dalam melaksanakan tugas sebagaimana mestinya,” ujar Syahrul, Rabu (5/12).

Menurut Syahrul, angka inflasi di Tanjungpinang sangat membanggakan dan selalu bawah angka inflasi Kota Batam bahkan nasional. Hal tersebut diketahui berdadarkan hasil rapat TPID awal November lalu, perkembangan inflasi di Tanjungpinang pada bulan Oktober mengalami inflasi sebesar 0,29% di banding Batam 0,13% dan Nasional 0,28%, akan tetapi jika di lihat dari Januari hingga Oktober 2018 ini inflasi Tanjungpinang masih di bawah Batam dan Nasional sebesar 1.61%. Atas prestasi ini Syahrul berterima kasih kepada seluruh TPID yang telah solid dalam mempertahankan angka inflasi yang selalu stabil dan terus membaik.

“Saya sangat berterima kasih kepada seluruh tim TPID beserta seluruh stakeholder yang tergabung dalam mempertahankan angka inflasi Tanjungpinang pada posisi stabil dan aman. Untuk itu, kita harus menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok dan lain sebagainya di Kota Tanjungpinang,” ujar Syahrul.

Kepala BI Perwakilan Kepri Gusti Raizal Eka Putra mengatakan, tahun 2018 merupakan tahun yang penuh tantangan. Pertumbuhan ekonomi secara global tidak merata dan penuh ketidakpastian, kondisi ini diperkirakan akan berlanjut hingga 2019 mendatang. Raizal menuturkan, ada tiga hal penting yang harus dicermati dalam pertumbuhan ekonomi tersebut, yakni pertama pertumbuhan ekonomi dunia pada 2018 diperkirakan 3,73% kemungkinan akan melandai ke 3,70% di 2019. Kedua, kenaikan suku bunga bank sentral akan diikuti oleh normalisasi kebijakan moneter di Eropa dan beberapa negara maju lainnya. Selanjutnya ketidakpastian dipasaran keuangan global mendorong tingginya premi risiko investasi di negara energinya market termasuk Indonesia.

“Di tengah perkembangan ekonomi global yang tidak kondusif, kinerja perekonomian Indonesia pada 2018 ini cukup baik dengan stabilitas yang tetap terjaga dan momentum pertumbuhan yang berlanjut,” kata Raizal.

Raizal menyampaikan inflasi sepanjang 2018 tetap rendah dan karenanya mendukung peningkatan daya beli masyarakat. Ke depan, kata dia, prospek ekonomi Indonesia akan makin membaik dengan pertumbuhan yang lebih tinggi dan stabilitas yang tetap terjaga. “Inflasi 2019 tetap terkendali pada kisaran 3,5+1% dengan terjaganya tekanan harga dari sisi permintaan dan stabilnya nilai tukar rupiah,” kata Razal.

m bunga ashab

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com