SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Transaksi BBM Ilegal di Perairan Tanjungsauh, Satgassus Trisula Bakamla Amankan Dua Kapal

  • Reporter:
  • Kamis, 12 Desember 2019 | 15:27
  • Dibaca : 79 kali
Transaksi BBM Ilegal di Perairan Tanjungsauh, Satgassus Trisula Bakamla Amankan Dua Kapal
KM Anugerah Brothers dan TB BSP III, dua kapal yang diamankan Bakamla saat transaksi BBM ilegal di perairan Tanjungsauh, Sabtu (7/12). f dicky sigit rakasiwi

NONGSA – Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Trisula Bakamla RI dengan kapal patroli Catamaran 503 berhasil mengamankan dua kapal yang terlibat aktivitas perdagangan bahan bakar minyak (BBM) illegal di Perairan Tanjungsauh, Sabtu (7/12) sekira pukul 22.30. Pada saat diperiksa, Tug Boat (TB) BSP III sedang melakukan pengisian BBM jenis solar secara ship to ship ke KM Anugerah Brothers (AB) tanpa dilengkapi dokumen niaga.

Pengungkapan ini berdasarkan informasi masyarakat dan pengembangan tim Satgassus Trisula Bakamla di lapangan. “Sehingga dapat diduga kapal telah melanggar pasal 374 jo 406 KUHP atau pasal 53 UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi,” kata Kepala Unit Penindakan Hukum Bakamla RI Laksamana Pertama Bakamla Parimin Warsito saat ekspos di Mako Ditpolairud Polda Kepri di Sekupang Rabu (11/12).

Dijelaskannya, dari pengakuan Nakhoda TB BSP III, solar sebanyak kurang lebih 8.000 liter yang dijual ke KM AB berasal dari solar yang secara resmi dibeli oleh PT BSP III dari Pertamina sehingga perusahaan PT BSP III dirugikan. Adapun kronologis kejadian yakni KKM TB BSP III dihubungi oleh kru KM AB yang akan membeli solar dari TB BSP III.

“Kemudian disepakati jual beli BBM secara illegal seharga Rp5.000 per liter,” ujarnya.

Transhipment illegal yang dilaksanakan oleh kedua kapal tersebut dipergoki oleh kapal patroli Bakamla Catamaran 503 di wilayah Tanjungsauh, kemudian diamankan ke KN Bintang Laut dan disandarkan ke Pangkalan Bakamla Barelang. Selanjutnya Bakamla RI masih akan terus melakukan patroli rutin di wilayah perairan Kepri dan seluruh wilayah Indonesia untuk memberantas aktifitas perdagangan BBM secara illegal yang banyak terjadi di wilayah Kepri dan menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Hal ini dilakukan sebagai upaya Bakamla RI untuk menciptakan kondisi wilayah perairan Indonesia yang aman bagi seluruh pengguna laut dan bersih dari aktifitas illegal apapun,” ujarnya.

Kedua kapal hasil operasi kemudian diserahkan kepada Ditpolairud Polda Kepri guna pendalaman pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut dan PT BSP sebagai pihak yang dirugikan telah melapor ke Ditpolairud Polda Kepri. “Korban sudah buat laporan ke Ditpolairud, dan sudah diproses,” tutupnya. dicky sigit rakasiwi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com