SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Transaksi di Rei Expo 2017 Tembus Rp75 Miliar

  • Reporter:
  • Senin, 17 April 2017 | 14:15
  • Dibaca : 612 kali
Transaksi di Rei Expo 2017 Tembus Rp75 Miliar
REI Batam berikan penghargaan kepada pendukung dan stan stan terbaik selama pameran berlangsung. Foto Teguh Prihatna.

BATAM – Transaksi properti selama Real Estate Indonesia (REI) Expo 2017 di Mega Mall Batam Centre mencapai Rp75 miliar. Nilai itu melebihi target panitia yang memprediksi mengumpulkan Rp70 miliar selama 12 hari pameran.

Tingginya transaksi ini menyiratkan masih bagusnya pasar properti di Batam ke depan. Ketua DPD REI Khusus Batam Achyar Arfan mengatakan, dalam triwulan pertama 2017 ini ekonomi Batam masih belum membaik. Hanya saja, kebutuhan rumah dan kemampuan daya beli masyarakat masih ada, sehingga transaksi REI Expo 2017 masih sesuai dengan yang mereka harapkan.

“Meningkatnya transaksi ini karena banyak kemudahan yang ditawarkan developer kepada konsumen selama pameran,” kata Achyar saat penutupan REI Expo 2017 di Mega Mall, Minggu (16/4).

Achyar mengaku belum mendapatkan angka pasti berapa unit yang terjual selama expo. Namun untuk jumlah pengunjung yang tercatat di setiap stan mencapai 2.178 pengunjung.

Saat ini, katanya, banyak pengembang yang masih menunggu kebijakan-kebijakan pemerintah untuk bisa meningkatkan pertumbuhan sektor properti. Banyak masalah yang masih jadi persoalan, termasuk soal perizinan dan lainnya.

Achyar optimistis, pemerintah punya semangat memperbaiki keadaan. Pihaknya juga berkomitmen untuk bisa terus membantu pemerintah daerah dalam hal menyediakan perumahan bagi masyarakat. Sebab itu ia juga berharap kerjasama yang baik bisa terus terjalin baik dengan pemerintah, perbankan ataupun masyarakat.

“Dulu belum ada developer yang berani memberikan cicilan rumah sampai lima tahun tanpa bunga. Dan pada REI Expo 2017 kali ini sejumlah developer banyak memberikan kemudahan itu. Itu tentu juga sebagai langkah kami membantu masyarakat,” katanya.

Tujuan diselenggarakan REI Expo, katanya, salah satunya adalah untuk promosi dan sekaligus saling bertukar informasi sesama anggota REI. Termasuk membina pengembang agar menjalankan semua peraturan dan yang dikeluarkan pemerintah. Misalnya, soal fasilitas umum dan sosial perumahan yang harus diserahkan agar bisa dikelola oleh pemerintah.

“Proyek anggota REI kami janjikan akan lebih baik, kita akan terus melakukan pembinaan kepada anggota. Karena itu kita juga berharap pemerintah bisa memberikan kemudahan kepada kami,” katanya.

REI berharap BP Batam dan Pemko batam segera bisa menyelesaikan persolan-persoalan yan sering dihadapi pengembang. “Kalau pertumbuhan ekonomi kita membaik, sektor industri juga akan membaik. Dan mudah-mudahan tahun ini kita bisa lebih baik,” ujarnya.

Kepala Dinas Permukiman, Perumahan Rakyat, dan Pertamanan Batam, Herman Rozi mengatakan Pemko Batam memiliki kewajiban seperti pemerintah daerah lainnya untuk menyediakan rumah bagi rakyatnya. Namun hal itu tentu akan sulit tercapai jika tanpa ada kerjasama dengan pihak swasta. Karena itu ia berharap REI Expo 2017 ini bisa membantu perkembangan perumahan di Batam.

“Tentu juga wajib kita syukuri di tengah ekonomi yang lesu ini, transaksi REI Expo 2017 naik. Dan mudah-mudahan terus naik,” katanya.

Pada penutupan REI Expo 2017 kemarin, panitia memberikan empat penghargaan kepada pengembang yakni PT Kurniadjaya Makmur Abadi sebagai terfavorit, PT Adya Bumi Batam stan terbaik, PT Cipta Propertindo penjualan terbanyak, dan Agung Podomoro Land sebagai stan dengan transaksi terbanyak mencapai Rp23,5 miliar.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com