SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Transformasi Pegadaian Digital untuk Menggaet Kalangan Milenial

  • Reporter:
  • Jumat, 15 Maret 2019 | 19:47
  • Dibaca : 2397 kali
Transformasi Pegadaian Digital untuk Menggaet Kalangan Milenial
Hikmah, warga Batuampar, Batam, Kepulauan Riau (Kepri) mengakses layanan Pegadaian Digital, Rabu (13/3/2019). /SINDOBATAM/FADHIL

LANGKAH PT Pegadaian (Persero) meluncurkan layanan aplikasi Pegadaian Digital Service untuk meluaskan segmen pasar berbuah manis. Tak hanya meningkatkan jumlah nasabah usia dewasa, beragam produk Pegadaian kini juga makin memikat kalangan milenial. Era baru untuk menyebarkan solusi mengatasi masalah, sekaligus mendorong Pegadaian menjadi perusahaan finansial paling bernilai di masa mendatang.

FADHIL, Batam

Jempol perempuan muda itu menari-nari di atas layar ponselnya. Sesekali berhenti mengusap layar, gantian matanya yang tajam menatap tampilan ponsel yang ia genggam. Tak berselang lama, ia kemudian memasukkan ponsel itu ke dalam tas selempangnya.

“Besok tinggal datang saja ke kantor Pegadaian, karena barusan saya sudah daftar, mau gadai emas,” kata perempuan berhijab itu kepada SINDOBATAM.COM, Rabu (13/3/2019).

Perempuan itu Hikmah, warga Batuampar, Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Hikmah baru saja mendaftar untuk menggadaikan perhiasan emasnya melalui aplikasi Pegadaian Digital di ponselnya. Ia mengaku, melalui aplikasi itu ia tak perlu lama-lama antre di kantor Pegadaian. Pasalnya, lewat proses digital itu, ia hanya perlu datang saat mengantar barang jaminan yang akan digadaikan.

“Biasanya malah diprioritaskan, kita dikasih jalur khusus karena sudah mendaftar melalui aplikasi. Lebih mudah, tidak repot antre lagi,” katanya.

Ia mengaku, selama ini memang menyimpan perhiasan untuk tabungan, mengantisipasi jika ada kebutuhan mendadak sewaktu-waktu. Karena itu, ketika butuh uang tunai, ia pilih menggadaikannya ketimbang harus menjual emas tersebut. “Kalau dijual sayang, kalau digadaikan bisa saya tebus lagi,” ujarnya.

Ia mengaku, menggadaikan emas bukan kali pertama ia lakukan. Setidaknya sudah tiga kali ia menggadaikan perhiasan simpanannya. Namun dulu, kata dia, prosesnya masih manual dan belum menggunakan aplikasi digital. “Dulu kalau mau gadai emas saya minta tolong tante saya. Soalnya malu, biasanya ibu-ibu semua di kantor itu dan butuh waktu lama untuk antre,” ujarnya tersipu.

Namun, dengan hadirnya aplikasi Pegadaian Digital yang ada saat ini, Hikmah mengaku tak perlu lagi minta tolong orang lain. Pasalnya, layanan itu lebih praktis karena tak butuh waktu lama berada di kantor Pegadaian. Terlebih, karena pendaftaran dan taksiran barang yang akan digadai juga sudah bisa dilakukan melalui aplikasi. “Kita juga bebas memilih jadwal dan kantor pegadaian mana saja,” kata dia, sambil kembali mengambil ponsel dari dalam tasnya untuk memperlihatkan aplikasi itu.

Menurutnya, kompletnya layanan di aplikasi Pegadaian Digital membuatnya tergoda untuk menggali informasi tentang layanan yang diberikan perusahaan pelat merah tersebut. Pasalnya, selain untuk menggadai atau menebus emas, Hikmah juga bisa mengakses layanan lain yang diberikan Pegadaian. “Misalnya, ada layanan pembiayaan usaha dengan jaminan motor, tertarik juga mau ikut. Karena ada kawan saya ngajak joint-an modal usaha,” tuturnya.

Tak hanya Hikmah, warga Batam lainnya yang juga memiliki aplikasi Pegadaian Digital Service di ponselnya adalah Atik, 32. Wanita yang bekerja di salah satu perusahaan swasta di Batam Centre itu mengaku mengunduh aplikasi tersebut karena berkeinginan untuk mengajukan pembelian tabungan emas.

“Di aplikasi itu komplet, kita bisa melihat informasi harga emas, cara pembeliannya mau cash atau kredit, pokoknya lengkap lah,” kata wanita yang mengaku gemar mengoleksi emas batangan tersebut.

Sejak mengunduh aplikasi tersebut di ponselnya, sambung Atik, hampir setiap hari dia memantau perkembangan harga emas. Dengan begitu, dia mengaku bisa mengetahui perubahan harga, sekaligus memperkirakan kapan ia akan menyisihkan uangnya untuk kembali membeli barang berharga tersebut.

“Saya juga ajak kawan-kawan saya nabung emas, soalnya menyimpan emas menurut saya tak terpengaruh kurs, inflasi dan sebagainya, nilai emas itu stabil,” katanya yakin.

Terobosan PT Pegadaian untuk meluncurkan produk digital yang diberi nama Pegadaian Digital Service (PDS) atau sistem layanan digital, memang mendapat respons menggembirakan di Kota Batam. Pimpinan Cabang PT Pegadaian (Persero) Syariah Cabang Sungai Panas, Batam, Riki Rolando mengatakan, semenjak pihaknya merambah digital, ada pergerakan positif terkait segmen nasabah perusahannya. Di mana, sebelum ada aplikasi digital rata-rata nasabah merupakan ibu-ibu, dan kini justru banyak dari kalangan mahasiswa.

“Ini hasil survei internal kita. Bahkan 68 persen nasabah sekarang di bawah usia 45 tahun,” ujarnya.

Ia tak memungkiri, tingginya jumlah nasabah milenial ini tak terlepas dari layanan pegadaian yang merambah dunia digital, sehingga lebih mudah dan lebih dekat karena bisa diakses dari genggaman. “Rata-rata memang merasa lebih mudah, nasabah datang ke sini pakai aplikasi, nebus (gadai) tinggal nunjukin kode registrasi yang ada,” kata Riki sambil mencontohkan cara mendaftar melalui aplikasi Pegadaian Digital di ponselnya.

Dengan aplikasi ini, ia mengatakan, akan ada layanan khusus karena sudah mendaftar sebelumnya dan pihaknya memprioritaskan nasabah tersebut untuk dilayani. “Jadi datang itu cuma untuk antar jaminan, atau ketika nebus pas pelunasan saja,” ujarnya.

Ia mengatakan, di Batam sendiri pihaknya terus menggaet kaum milenial ini melalui Pegadaian Digital. Selain itu, beberapa upaya Pegadaian untuk merangkul kaum milenial ini dengan menggelar berbagai acara. Misalnya, program Pegadaian Week yang diadakan di DC Mall Batam tahun lalu dan diisi berbagai kegiatan menarik serta dengan menggandeng selebgram lokal untuk menarik minat kalangan remaja datang menyemarakkan acara. “Dengan cara digital memang lebih praktis dan mudah, karena cukup melalui ponsel. Tentu, mereka lebih tertarik,” ujarnya.

Namun, untuk Pegadaian Syariah Digital, kata dia, baru bisa diakses melalui ponsel Android melalui Play Store. Namun, untuk Pegadaian Digital, sudah bisa diunduh di Play Store mapun Apps Store.

Riki juga menyebut, seiring kemajuan teknologi, kaum milenial perlu dilayani kebutuhannya. Karena itu, secara nasional sejak 2017 akhir, Pegadaian mulai bertransformasi ke digital, dan beragam program layanan untuk nasabah juga dihadirkan untuk makin mendekatkan layanan ke nasabah. Upaya itu diusung melalui konsep G-Star Generation.

“Yakni Grow Core, yaitu upaya menumbuhkan bisnis utama, Grab New yang berarti menangkap peluang baru, Groom Talent atau mengembangkan talenta internal, Gen-Z Tech yakni teknologi generasi terkini untuk menggaet kaum milenial, terakhir Great Culture yang bermakna melestarikan budaya perusahaan yang hebat,” ujarnya.***

 

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com