SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Transformers Bukan Sekadar Mainan Robot

  • Reporter:
  • Kamis, 13 April 2017 | 09:41
  • Dibaca : 713 kali
Transformers Bukan Sekadar Mainan Robot
Puji Advianto

Bagi sebagian orang, nama Optimus Prime, Megatron, atau Bumble Bee adalah robot biasa di film Transformers. Bahkan tak beda dengan mainan anak-anak lainnya. Tapi bagi Puji Advianto, robot-robot ini unik.

Robot Trasformers memiliki banyak karakter. Bisa diubah-ubah bentuknya. Dan butuh keahlian khusus untuk bisa melakukannya. “Kalau disamakan dengan robot mainan anak-anak jelas berbeda,” kata Puji di kantornya, Batuaji, Batam, Rabu (5/4).

Alasan itu juga yang membuat Puji mengoleksi aneka jenis robot Transformers. Sejak usia tiga tahun, ia sudah mengagumi dan mengumpulkan robot yang dapat bertransformasi menjadi berbagai kendaraan canggih seperti mobil dan pesawat.

Koleksi robot Transformers yang dimilikinya saat ini 70 unit robot. Jenisnya beragam, mulai Transformers era Generation Two, Deception, Energon, Armada, Cybertron, hingga Beast Wars. Robot-robot Transformers, yang merupakan alien dari Planet Cybertron itu sudah dibelinya.

“Kemarin jumlahnya sampai ratusan, tapi ada yang sudah saya jual. Karena kan harganya cukup lumayan mahal,” kata Puji.

Harga paling murah robot Transformer biasanya Rp300 ribu. Paling mahal di atas Rp8 jutaan. Meski tidak murah, tapi Puji tak ragu merogoh kocek untuk menambah koleksi robotnya setiap ada keluaran baru.

Robot yang dijual baru biasanya tidak langsung jadi. Ada beberapa komponen terpisah sehingga harus dipasang dan dirakit sendiri. Itulah yang membuat Puji merasa tertantang untuk merakitnya dengan rapi.

“Kalau tidak biasa lumayan susah. Harus hati-hati. Soalnya kalau tidak, bisa patah. Saya beli bukan untuk dimainkan, tapi lebih kepada hobi saja,” katanya.

Untuk mendapatkan robot-robot Trasformers tidak mudah. Meski banyak dijual di online shop, ternyata banyak robot replika. Pembeli harus benar-benar bisa membedakan yang asli dan yang palsu. Saat ini, kata Puji, hanya ada dua perusahaan yang diakui memproduksi robot Transformers, yaitu dari Amerika Serikat dan Jepang.

“Produk dari China banyak sekarang. Biasanya saya beli di Singapura dan Jakarta,” kata Bapak satu anak ini.

Sebagai pecinta robot Transformers, Puji bergabung dengan Batam Transformers Club (BTC). Komunitas ini adalah wadah bagi para pecinta robot Transformers berkumpul. Kegiatannya biasanya berdiskusi atau melakukan barter robot milik masing-masing.

Puji mengaku puas bila berhasil mengubah robot menjadi bentuk lain. Tak hanya itu, robot-robot Transformers biasanya bisa digabung dengan robot lainnya hingga tercipta satu robot besar.

“Ya seru saja. Karena Transformers ini memang unik. Semua timnya juga sudah saya tonton, mulai dari yang kartun sampai layar lebar,” kata pria yang bekerja di dealer Honda Kepri tersebut.

Menurut Puji, nama karakter robot dan kendaraannya sangat banyak. Optimus Prime, misalnya, merupakan jajaran Primes terkecil namun tangguh. Optimus hadir dengan mengambil bentuk truk Peterbilt 379 semi-trailer buatan 1998 yang telah dimodifikasi.

Salah satu karakter tangguh dan pemberani adalah Ironhide yang selalu menemani perjuangan Optimus di bumi. Menurut Puji, dari film pertama Transformers, Ironhide hadir dengan menjiplak bentuk mobil bertampang macho GMC Topkick C4500.

Selanjutnya Jazz hadir dengan sosok robot paling kecil di antara teman-temannya. Untuk itu kehadirannya di bumi, Jazz menduplikasi dirinya dengan sosok mobil sport Pontiac Solstice GXP. Robot ini berkarakter lincah suka bergaya hip-hop dan pemberani.

Karakter lainnya, Ratchet. Hadir sebagai medical robot yang siap menangani kerusakan yang dialami teman-temannya di Autobot, grup robot protagonis dalam serial Transformers. Sebagai petugas kesehatan, Ratchet dilengkapi berbagai kecanggihan ala dokter robot. “Kalau dikumpulkan sangat banyak. Sesuai dengan yang difilm-film itu,” kata Puji bangga.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com