SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Tujuh Perusahaan Ikut Tender Hang Nadim

  • Reporter:
  • Kamis, 7 November 2019 | 11:59
  • Dibaca : 126 kali
Tujuh Perusahaan Ikut Tender Hang Nadim
Bandara Hang Nadim Batam. DOK SINDO BATAM

NONGSA – BP Batam memastikan proses tender pengembangan Bandara Internasional Hang Nadim terus berlanjut. Tujuh perusahaan asing dan nasional siap bersaing menjadikan Bandara Hang Nadim menjadi bandara modern di Indonesia.

Proyek Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) tersebut saat ini memasuki tahap pengajuan dokumen penawaran. Ketua Panitia Pengadaan Proyek KPBU Hang Nadim Fesly Abadi Paranoan mengatakan, ada tujuh peserta yang lolos dalam tahap prakualifikasi. Pada umumnya merupakan kerjasama perusahaan-perusahaan yang memang sudah memiliki keahlian di bidangnya masing-masing.

“Kami sudah undang perusahaan-perusahaan tersebut untuk mengikuti tahapan selanjutnya,” ujarnya, Rabu (6/11).

Adapun tujuh perusahaan tersebut di antaranya adalah konsorsium PT Nusantara Infrastruktur Tbk dengan Zurich International Airport perusahaan asal Jerman, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, dan Mitsui & Co, perusahaan asal Jepang.

Kemudian, PT Angkasa Pura I (Persero) yang sudah memiliki banyak pengalaman mengelola bandara di Indonesia juga tertarik ingin mengelola Bandara Hang Nadim Batam. Begitu juga dengan PT Angkasa Pura II (Persero) yang menjalin konsorsium dengan PT Adhi Karya (Persero) Tbk, Egis Project S.A dan Engie South East Asia Pte. Ltd. (konsorsium Batam).

“Selanjutnya ada Vinci Airports, ADP International, Incheon International Airport Corporation, dan terakhir konsorsium GMR Infrastructure Limited dengan PT Waskita Karya (Persero) Tbk dan PT Cardig AeroServices Tbk,” katanya.

Menurut dia, tahap Aanwijzing (pemberian penjelasan) sebelumnya sudah dilakukan pada bulan Mei lalu, dengan memberikan penjelasan mengenai pasal-pasal dalam RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat), Gambar Tender, RAB dan TOR (Term of Reference). Kali ini, proses Aanwijzing kembali diadakan untuk tujuh peserta yang lolos prakualifikasi dengan membahasan pengajuan dokumen penawaran.

Dalam kegiatan ini, tidak hanya dilakukan pemberian penjelasan saja, tetapi peserta juga dapat menyampaikan pertanyaan kepada pihak panitia proyek KPBU. Setelah peserta selesai melakukan proses Aanwijzing (pemberian penjelasan), peserta dijadwalkan untuk melakukan kegiatan peninjauan umum ke lokasi proyek di Bandara Hang Nadim.

“Kegiatan peninjauan dilakukan hari ini (kemarin),” katanya.

Sebelumnya, Direktur Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim Batam, Suwarso mengatakan pihaknya mengaku panitia pengadaan sebenarnya sudah membuka tender pengembangan Bandara Hang Nadim, sejak Februari lalu. Setidaknya, ada 17 perusahaan yang mendaftarkan dirinya ikut tender. Namun keseluruhan dari mereka, gugur saat proses administrasi. Sehingga pihaknya kembali membuka tahap kedua

“Tahap pertama tak ada yang memenuhi persyaratan dari segi administrasi. Karena itu kita buka tahap yang kedua dan ada 7 yang lolos prakualifikasi,” kata Suwarso beberapa waktu lalu.

Suwarso menjelaskan, dalam pengembangan Bandara Hang Nadim pemenang tender akan mengerjakan beberapa tahapan proyek di antaranya adalah membangun gudang logistik. Kemudian membangun terminal dua, setelah itu revitalisasi terminal yang ada saat ini. Adapun taksiran nilai kontrak dari KPBU tahap pertama ini, sebesar Rp 3,9 triliun.

“Kapasitas penumpang terminal saat ini sebanyak 5 juta. Tapi pada 2017 lalu, penumpang pernah mencapai 6 juta orang,” katanya.

ahmad rohmadi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com