SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Tujuh Proyek Strategis Kepri Disetujui Jokowi

  • Reporter:
  • Rabu, 28 Februari 2018 | 10:57
  • Dibaca : 286 kali
Tujuh Proyek Strategis Kepri Disetujui Jokowi
Gubernur Nurdin Basirun beserta rombongan usai menemui Presiden Joko Widodo.

BATAM – Gubernur Kepri Nurdin Basirun langsung mengucapkan syukur usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta, Selasa (27/2/2018) sore. Semua usulan tentang proyek strategis di Provinsi Kepri yang disampaikannya, disetujui oleh Jokowi.

“Rencana investasi yang kami sampaikan, Alhamdulillah semua disetujui Bapak Presiden. Para menteri diminta menindaklanjuti semua usulan itu dan mencari aturan supaya investasi yang masuk ke Kepri dipermudah,” kata Nurdin di hadapan puluhan wartawan sesaat setelah keluar dari pertemuan khusus tersebut di Istana Negara.

Nurdin mengatakan, proyek-proyek strategis yang dibawa dalam pertemuan khusus itu adalah, pembangunan Jembatan Batam-Bintan (Babin), Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Sauh, KEK Galang Batang, KEK Pulau Asam, pengembangan Pelabuhan Batu Ampar, pengembangan dan modernisasi Bandara Hang Nadim serta pembangunan Batam LRT (Ligy Raoit Transit).

Untuk Jembatan Babin, rencana pembangunannya akan menghubungkan Batam-Bintan dengan panjang mencapai tujuh kilometer. Menurut Nurdin, pembangunan jembatan itu akan meningkatkan aktivitas ekonomi, mobilitas orang, kendaraan, barang dan jasa idustri serta pasokan air bersih maupun gas dari Batam-Bintan. Pembangunan ini juga akan menunjukkan martabat bangsa.

Total investasi yang siap dikucurkan investor mencapai Rp7,1 triliun. Kepri meminta dukungan aturan pemerintah untuk merealisasikan proyek ini melalui skema joint venture bersama investor swasta dan local partner.

Untuk Pelabuhan Tanjung Sauh, menurut Nurdin akan masuk investasi sebesar Rp20 triliun. Kawasan ini nantinya akan menjadi sebagai pelabuhan peti kemas modern, containernyard dan Kawasan Industri Terpadu pengolahan dan penyimpanan gas serta sebagai logistic hub dan port gate way di wilayah Indonesia bagian barat dan dapat memangkas deelling time.

“Targetnya, kapasitas 5 juta TEUs per tahun,” kata dia.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com