SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Tunda Kenaikan Pajak Hiburan

  • Reporter:
  • Senin, 26 Maret 2018 | 09:01
  • Dibaca : 303 kali
Tunda Kenaikan Pajak Hiburan
Anggota DPRD Kota Batam Hendra Asman.

BATAM KOTA – Penerapan kenaikan pajak hiburan hingga 35 persen dinilai tepat di saat perekonomian Batam yang sedang lesu saat ini. Bila dipaksakan, hal ini dikhawatirkan akan makin membuat jumlah pengunjung, terutama wisatawan asing semakin menurun.

Menindaklanjuti permasalahan ini, DPRD Batam akan menggelar pertemuan dengan Asosiasi Jasa Hiburan (Ajahib) Kota Batam dan Asosiasi Spa Indonesia (Aspi) Kepri di Ruang Rapat Pimpinan (Rapim), Senin (26/3/2018). Selain silaturahmi, kegiatan ini juga sebagai audiensi terkait kenaikan pajak hiburan sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pajak Daerah.

“Besok (hari ini) pertemuannya. Ini merupakan tindaklanjut dari permintaan kami dengan pimpinan DPRD Batam,” kata anggota Komisi II DPRD Kota Batam, Hendra Asman, Minggu (25/3/2018).

Menurut dia, penerapan pajak hiburan sampai 35 persen tersebut dikhawatirkan akan semakin membuat jumlah pengunjung, terutama wisatawan asing menurun. DPRD Batam, sambungnya, memahami apa yang dirasakan oleh pengusaha jasa hiburan dan pariwisata. Oleh karena itu, Fraksi Golkar sepakat untuk menunda pemberlakuan kenaikan pajak tersebut karena kondisi perekonomian Batam yang mulai terpukul sejak tahun lalu.

“Kemarin, teman-teman dari asosiasi Spa sudah masukkan surat secara resmi ke Ketua DPRD untuk minta penundaan dan diterima langsung oleh ketua,” kata Hendra.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com