SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Tunggakan PBB-P2 Capai Rp184 Miliar

  • Reporter:
  • Kamis, 11 Oktober 2018 | 13:06
  • Dibaca : 68 kali
Tunggakan PBB-P2 Capai Rp184 Miliar
Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Batam, Raja Azmansyah. Foto Arazy Aditya.

BATAM KOTA – Tim penagihan Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Batam bersama Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) melakukan verifikasi data piutang Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) ke wajib pajak (WP).

“Tahun 2018 ini kami bekerja sama dengan BPKP untuk melakukan penulusuran terhadap 477 NOP (Nomor Objek Pajak). Nominal tunggakan pajak itu mencapai Rp184 miliar,” kata Kepala BP2RD Batam, Raja Azmansyah, Rabu (10/10).

Verifikasi data piutang tersebut bertujuan memverifikasi data piutang PBB sekaligus melakukan penagihan aktif kepada wajib pajak. Adapun yang sudah disurvei berjumlah 164 NOP.

Ada 10 kategori yang ditetapkan BP2RD, yakni yang sudah membayar pajak berjumlah empat NOP, objek pajak ganda 12 NOP, objek pajak yang sudah beralih fungsi menjadi fasilitas umum atau fasilitas sosial tiga NOP, objek pajak tak ditemukan 24 NOP, perubahan kepemilikan 16 NOP dan yang belum membayar 50 NOP.

“18 NOP lain dikategorikan induk sudah pecah. Ada juga wajib pajak yang mengalami musibah, mereka melakukan pendekatan dengan cara melakukan cicilan berjumlah 5 NOP. Tahun ini kita targetkan selesai 477 NOP, yang sudah terverifikasi baru 164 NOP,” jelasnya.

Adapun jenis usaha yang didatangi untuk verifikasi dan penagihan antara lain sanggraloka atau resort, perusahaan-perusahaan yang memiliki taman dan bangunan luas.

“Untuk total secara keseluruhan belum bisa tahu persis. Belum bisa kami hitung karena dari hasil tim turun, wajib pajak bersedia membayar jika memang itu tunggakannya,” katanya.

Ia menambahkan, verifikasi data piutang dilakukan secara bertahap dan akan dilanjutkan di tahun depan. Sementara itu wajib pajak yang sudah membayar sampai hari ini berjumlah 13 NOB dengan nominalnya mencapai Rp1 miliar.

“Ke depan kami berencana menyiapkan instrumen untuk regulasi insentif. Hal ini untuk merangsang wajib pajak membayar piutang,” katanya. iwan sahputra

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com