SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Tunggu Sidang, Tahanan Berusaha Kabur

  • Reporter:
  • Selasa, 8 Januari 2019 | 16:46
  • Dibaca : 145 kali
Tunggu Sidang, Tahanan Berusaha Kabur
ilustrasi

BATAM KOTA – Mastam alias Ikbal, tahanan kasus narkotika berusaha kabur dari sel tahanan Pengadilan Negeri Batam, Senin (7/1). Ia berusaha kabur saat petugas Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam hendak memberikan makanan untuk makan siang.

Kejadian bermula saat tahanan yang hendak menjalani sidang tiba di PN Batam sekira pukul 10.45. Setelah tahanan masuk ke sel, petugas mulai membagikan makanan untuk makan siang. Saat pembagian makanan, terdakwa yang melihat pintu sel terbuka langsung berlari ke arah pintu dan melompati pagar pembatas yang berada di depan sel setinggi lebih kurang satu meter.

Beruntung, petugas pengawal tahanan Kejari Batam, Rozi yang tengah berdiri di pintu langsung menangkap terdakwa. “Ia sempat melawan dan berontak hingga akhirnya dua polisi langsung cepat menahan dan langsung menggiringnya kembali ke dalam sel,” kata Rikie, pengawal tahanan lainnya.

Di saat bersamaan juga diketahui bahwa ibu dan istri terdakwa datang untuk menjenguk. Ibu terdakwa pun tidak menyangka bila anaknya akan berbuat nekat. “Saya nggak menyangka dia seperti itu. Tapi sepertinya anak saya sangat terpukul karena waktu saya jenguk di penjara, dia tidak ngomong apapun,” kata wanita itu.

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Batam, Filpan F D Laia mengatakan, setelah mendapat laporan, ia langsung mendatangi TKP dan meminta keterangan sejumlah pengawal tahanan serta terdakwa. Filpan sangat menyayangkan aksi Mastam yang nekat hendak melarikan diri. “Saya sudah wawancara dia juga dan sempat saya tanyakan, tapi dia kayak orang linglung. Saya tanya kasusnya saja, dia tidak tahu. Katanya lupa,” ujar Filpan.

Kejari akan berkoordinasi dengan pihak PN Batam untuk mengantisipasi kejadian serupa. Pihaknya juga meminta PN Batam untuk merenovasi pagar pembatas agar lebih tinggi. “Karena saya dapat laporan, kejadian ini sudah pernah terjadi sebelumnya,” katanya.

Ketua PN Batam Syahlan mengatakan, aksi hendak kaburnya terdakwa kasus narkotika dikarenakan kelalaian petugas pengawal tahanan. Menurut dia, infrastruktur sel tahanan dan ruang besuk bagi keluarga sudah sesuai SOP (Standar Operasi Prosedur). “Pengawalannya saja yang kurang maksimal. Karena beranda itu kan bukan untuk tahanan tapi untuk keluarga yang hendak membesuk,” katanya.

Disinggung terkait renovasi untuk meninggikan pagar pembatas, Syahlan mengaku PN Batam tidak memiliki anggaran untuk itu. Pihaknya telah berusaha memberikan fasilitas dan layanan serta infrastruktur yang sesuai dengan ketentuan. Ia menjelaskan, sel tahanan yang saat ini tersedia sudah sangat layak dan aman. “Tergantung pengawalannya saja. Kalau pengawalannya lemah atau tidak ada yang menjaga, pagar tembok tinggi-tinggi pun tetap saja bisa kabur,” kata Syahlan.

Mastam diketahui merupakan terdakwa kasus narkotika. Saat kejadian, ia diketahui akan menjalani sidang perdana dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Samuel Pangaribuan. Terdakwa dihadirkan ke persidangan setelah didapati memiliki sabu seberat 1,5 kg dan didakwa dengan pasal 114 ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati. aini lestari

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com