SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Twitter Anonim Banjiri Asia Tenggara

  • Reporter:
  • Rabu, 2 Mei 2018 | 09:06
  • Dibaca : 210 kali
Twitter Anonim Banjiri Asia Tenggara

SAN FRANCISCO – Sejumlah kalangan menilai fenomena Botmageddon atau lonjakan tajam kemunculan akun Twitter baru yang anonim harus diwaspadai.

Pihak tertentu disinyalir berniat memanipulasi publik secara massal lewat media sosial untuk mengegolkan kepentingannya, termasuk agenda politik. Anda pengguna Twitter? Apakah jumlah follower Anda dua bulan terakhir ini melonjak tajam hingga ratusan bahkan ribuan akun? Jangan senang dulu. Apabila sebagian besar akun follower Anda tanpa foto profil, banyak yang namanya mirip, dan baru melakukan 1-2 tweet (kicauan), Anda justru patut curiga. Inilah fenomena Botmageddon atau “gelombang pasang” kemunculan akun anonim Twitter yang sedang melanda Asia Tenggara dan Asia Timur. Akun-akun anonim yang lazim disebut bot ini disinyalir dikerahkan pihak tertentu untuk sewaktu-waktu berkicau atau melakukan re-tweet agar dapat memengaruhi persepsi masyarakat atas sebuah isu.

Entrepreneur teknologi asal Kamboja, MayaGilliss Chapman yang kini bekerja di Silicon Valley memperingatkan bahwa sesuatu yang aneh sedang terjadi Maret-April ini. Akun Twitter dia, @MayaGC dibanjiri follower pengguna baru Twitter dalam jumlah banyak. “Saya mendapat lebih dari 1.000 follower baru sejak awal Maret. Jadi, itu kira-kira meningkat 227% dalam hanya sebulan,” katanya, dikutip Hongkongfp.com. Meski banyak orang mungkin akan senang dengan peningkatan popularitas semacam ini, Maya justru curiga. Apalagi, dia sebelumnya pernah bekerja di perusahaan teknologi untuk memberantas spam. Maya tak langsung melakukan follow back (balas mengikuti) akun-akun tersebut.

Dia justru melakukan riset, menyelidiki satu per satu. Hasilnya, ada kesamaan yang mencurigakan! Akun-akun baru ini kebanyakan tidak memiliki foto profil, punya nama yang mirip, baru dibuat, dan sangat jarang berkicau. Di sisi lain, akun-akun tersebut ternyata mengikuti seorang pengguna Twitter ternama di Kamboja, termasuk para jurnalis, tokoh bisnis, akademisi, dan selebritas. Maya lantas merilis temuannya secara online. Dia menjelaskan bagaimana akun-akun itu dibuat oleh sejumlah operator tak dikenal yang berupaya keras menyembunyikan identitas asli mereka.

Beberapa waktu kemudian para pengguna Twitter di Thailand, Vietnam, Myanmar, Taiwan, Hong Kong, dan Sri Lanka juga menemukan fenomena yang sama. Jumlah follower mereka meningkat drastis. Ratarata meng guna kan nama lokal dan jarang aktif berkicau. Seolah menunggu komando untuk berkicau bersama dan menjalankan misi tertentu. Saat Facebook menerima kritik atas kebocoran data pengguna dalam beberapa bulan terakhir, Twitter juga menghadapi tuduhan bahwa perusahaan itu tidak cukup bertindak untuk memberantas bot. Sebagian besar bot digunakan untuk spam komersial. Namun, banyak pula yang telah dimanfaatkan untuk kepentingan politik di Asia.

Syarifudin

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com