SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Ubah Sampah Menjadi Energi Listrik

  • Reporter:
  • Jumat, 24 Maret 2017 | 13:15
  • Dibaca : 480 kali
Ubah Sampah Menjadi Energi Listrik
Wali Kota Batam ikut membersihkan sampah. DOK KORAN SINDO BATAM.

SEKUPANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam dalam waktu dekat berencana mengundang 16 perusahaan asing pengelola energi guna mempresentasikan teknologi pengelolaan sampah menjadi energi listrik.

“Insya Allah enam bulan ke depan kami akan mengundang perusahaan-perusahaan tersebut untuk beauty contest,” kata Kepala Dinas DLH Batam Dendi Purnomo di Sekupang, Kamis (23/3).

Adapun perusahaan tersebut berasal dari Singapura, Malaysia, Korea, Jepang dan Cina yang selama ini sudah menyatakan minat kepada DLH untuk menerapkan teknologi terbarukan merubah sampah menjadi energi. Ada tiga teknologi favorit yang bakal digunakan pemerintah untuk mengurai sampah menjadi energi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Dari 11 alternatif, ada tiga alternatif teknologi pengelolaan sampah di TPA yang dilirik pemerintah. Ketiganya menjadi favorit karena berkaitan dengan gerbang typing fee.

Pertama teknologi Refuse Derifed Fuel (RDF), yakni pengelolaan sampah untuk menjadi bahan bakar minyak, khususnya dari sampah plastik. Kedua Insinator, yakni pembakaran sampah dirubah menjadi uap, dan nantinya uap akan dirubah menjadi energi listrik. “Terakhir, teknologi Gasifikasi menjadi listrik yang sudah maju dan tidak memakan lahan yang banyak dibandingkan dua teknologi lainnya,” katanya.

Dari tiga kategori nantinya akan dikaji dan diputus setelah dilakukan pembahasan peraturan daerah (perda) di DPRD Kota Batam. Diharapkan dalam waktu dekat ini, perda tersebut bisa dibahas dan diputuskan.

Dendi menambahkan, perusahan yang berminat nantinya akan diundang untuk mempresentasikan tiga kategori dari segi pendapatan daerah hingga pengelolaannya. Dia berharap, dua sampai tiga tahun kedepan, TPA Telagapunggur sudah bisa beroperasi dari teknologi yang terpilih nantinya. “Harapanya tahun 2020 bisa diterapkan salah satu teklologi energi itu,” ujarnya.

Seperti diketahui, daya tampung Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Telagapunggur terbatas dan diperkirakan hanya mampu menampung sampah sampai enam tahun ke depan. Pemko Batam mencari solusi untuk mengatasi keterbatasan itu, salah satunya terkait teknologi pengelolaan sampah.

Berbagai cara dilakukan guna memperpanjang fungsi TPA Telagapunggur. Beberapa alternatif sudah dilakukan. Untuk memperpanjang usia TPA, DLH Batam menerapkan sistem controlled landfill atau sistem pembuangan yang lebih berkembang.

Dari luasan 46 hektare lahan di TPA Telagapunggur, hampir semuanya sudah digunakan. Masih ada sisa 22 hektare lagi. Namun usia pakai TPA Telagapunggur berdasarkan hasil kajian hanya tinggal 6-10 tahun lagi, sehingga diperlukan sebuah teknologi dalam mengolah sampah. Disamping tidak membutuhkan lahan yang luas, juga dapat memperpanjang usia pakai TPA yang sudah beroperasional sejak 1997 itu.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com