SINDOBatam

Terbaru Metro+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Ular Piton Ancam Permukiman Warga Mediterania

  • Reporter:
  • Selasa, 16 Juli 2019 | 16:13
  • Dibaca : 182 kali
Ular Piton Ancam Permukiman Warga Mediterania
Ular piton melingkar di jendela salah satu warga Perumahan Mediterania, Batam Centre, beberapa waktu lalu. f ist

BATAMKOTA – Warga Perumahan Mediterania Batam Centre merasa tidak nyaman akibat hadirnya ular-ular berukuran besar di pemukiman mereka. Sudah enam bulan belakangan, warga mendapati lima ekor ular piton atau sanca dengan ukuran 3 sampai 5 meter.

Yang terakhir, ular piton ukuran sekitar 4 meter didapati warga di dekat parit di blok LL Perumahan Mediterania, Minggu (14/7) sekitra pukul 21.00. “Tadi malam (kemarin) warga dapat ular lagi untuk yang ke-5 kalinya sejak 6 bulan terakhir,” kata salah seorang warga, Ismail, Senin (15/7).

Ia mengatakan, sebelumnya juga didapati di parit di perumahan tersebut. Bahkan ada yang pernah didapati saat melingkar di jendela salah satu rumah warga di blok EE sekitar dua setengah bulan yang lalu.

“Beberapa dapatnya di parit dan ada juga di jendela rumah. Ularnya melilit di atas gorden jendela,” ujarnya.

Menurut warga, ular tersebut diduga berasal dari Hutan Duriangkang. Ular-ular diduga datang dari saluran air besar yang terhubung antara Perumahan Mediterania ke kawasan Hutan Duriangkang.

“Mungkin ular-ular ini menyebarang dari Duriangkang mencari makan di sini, karena makanan di sana sudah sedikit atau habis,” katanya.

Hal ini membuat warga resah, terutama yang mempunyai anak kecil. Warga takut ular ini akan mencelakakan warga tak hanya anak anak. “Kalau lihat yang sebelumnya lebih besar lagi, bukan hanya anak anak orang dewasa kalau dibelit mungkin juga sudah tidak berdaya,” kata Ismail.

Warga berharap hal ini bisa diatasi sesegera mungkin oleh instansi terkait. Karena dikhawatirkan masih ada ular lainnya yang berkeliaran di lingkungan perumahan dan mungkin bisa membahayakan warga.

“Semoga instansi terkait bisa mengatasinya, karena yang ditakutkan ada yang lebih besar yang belum dapat warga dan masih bersembunyi di sini,” katanya.

dicky sigit rakasiwi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com