SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

UNBK, SMAN 1 Sempat Gangguan Server

  • Reporter:
  • Selasa, 2 April 2019 | 10:41
  • Dibaca : 211 kali
UNBK, SMAN 1 Sempat Gangguan Server
Wakil Gubernur Kepri Isdianto meninjau pelaksanaan UNBK di SMA Kartini, Seraya, Selasa (1/4). Pelaksaan UNBK di Batam berjalan lancar, meski di SMAN 1 Batam sempat mengalami gangguan server di awal ujian. f humas pemprov kepri

SEKUPANG – Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMAN 1 Batam sempat mengalami gangguan server di hari pertama ujian, Senin (1/4). Gangguan ini tak berlangsung lama, sebab tiga menit kemudian siswa sudah bisa mengakses soal-soal UNBK.

Waka Kurikulum SMAN 1 Batam sekaligus Wakil Ketua penyelengara UNBK, Sikkat Manullang mengatakan, pelaksanaan ujian sempat terkendala saat login masuk ke laman UNBK. Namun akhirnya berjalan lancar tanpa ada kendala. “Tadi di awal (kemarin) memang sempat ada kendala login error sekitaran 2 sampai 3 menit, namun itu segera bisa kami atasi,” ujarnya.

Menurut dia, gangguan server hanya terjadi sekitar 2-3 menit, sehingga tidak mengurangi waktu ujian para siswa. Pihak sekolah juga mensiagakan tiga teknisi selama pelaksanaan UNBK dalam mengantisipasi gangguan, seperti yang terjadi kemarin.

Secara keseluruhan siswa yang mengikuti UNBK ada 292 peserta, terdiri dari dua jurusan IPA dan IPS. Pelaksanaan ujian dibagi dalam tiga sesi di tiga ruangan, yaitu sesi pertama pukul 07.30-09.30, selanjutnya sesi kedua 10.30-12.30 dan sesi ketiga 14.00-16.00. Setiap sesinya diikuti 100 siswa. “Dari 292 peserta, 197 jurusan IPA dan 95 IPS. Terdapat 120 komputer yang kami gunakan untuk UNBK tahun ini,” katanya.

Mata pelajaran yang diujikan pada hari pertama adalah Bahasa Indonesia, hari kedua Matematika, hari ketiga Bahasa Inggris dan hari keempat adalah salah satu mata pelajaran pilihan jurusan.

“Untuk hari keempar misalnya jurusan IPA, mereka akan pilih salah satu dari Fisika, Kimia dan Biologi. Dan juga IPS akan diberi pilihan Ekonomi, Sosiologi, dan Geografi,” kata Sikkat.

SMAN 1 Batam menargetkan meraih juara umum se-Provinsi Kepri dalam pelaksanaan UNBK tahun ini. “Target kami dapat menjadi nomor satu di Kepri. Kalau tidak bisa dari rata-rata sekolah, setidaknya nilai siswa kami masuk 10 besar,” katanya.

Sedangkan sambungan listrik, pihak sekolah tidak menyiapkan genset dan hanya mengandalkan ketangguhan aliran listrik dari PLN. Begitu pula dengan jaringan internet, panitia juga sudah menyurati pada PT Telkom.

Di SMAN 3 Batam pelaksanaan UNBK juga berjalan lancar. Tahun ini ada 353 peserta mengikuti ujian, terdiri dari jurusan IPA 201 siswa, IPS 133 siswa dan
Bahasa 25 siswa.

Kepala SMAN 3 Batam, Vivi Kesuma Effendi mengatakan, sekolahnya menggunakan lima ruang kelas dengan kapasitas satu ruang ada yang 40 siswa dan 35 peserta. “Hanya dua sesi saja, pelaksaan ini seperti tahun lalu,” ujarnya.

Numpang di Sekolah Lain

Siswa SMAN 19 Batam terpaksa menumpang UNBK di SMKN 1 Batam karena sekolah mereka kekurangan fasilitas komputer. Kepala SMAN 19 Nelly Chandrawati Manalu mengatakan, di sekolah mereka hanya memiliki 38 komputer sementara peserta ujian 798 siswa.

“Yang kami miliki cuma 38 unit, sedangkan kebutuhannya 60 komputer,” katanya.

Sebelum mengambil keputusan untuk menumpang, pihaknya terlebih dahulu sudah mengadakan rapat dengan komite beserta orang tua siswa. Dari hasil rapat akhirnya diputuskan pelaksanaan UNBK digelar di SMKN 1 karena jumlah komputer yang memadai.

Nelly berharap untuk tahun berikutnya SMAN 19 mampu melaksanakan UNBK Sendiri, dengan berupaya membeli unit komputer serta menunggu bantuan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). “Insya Allah tahun depan kami bisa melaksanakan UNBK sendiri, apalagi di tahun ini kami akan mendapat bantuan dari pusat,” ujarnya.

Sukses dengan Disiplinkan Diri

Wakil Gubernur Kepri Isdianto mengajak siswa untuk menanamkan disiplin sejak dini. Salah satu kunci keberhasilan dan kesuksesan adalah kedisiplinan. Untuk yang muslim, kedisiplinan bisa berawal dari melaksanakan ibadah salat tepat waktu, sehingga masuk ke sekolah tidak terlambat.

“Tidak ada yang tidak bisa dikerjakan selagi kita punya semangat dan kemauan,” ujarnya saat monitoring UNBK di SMA Kartini. Di SMA Kartini, UNBK terbagi dalam dua sesi, yaitu sesi pertama dari pukul 07.30-09.30 dan sesi kedua dari 10.30-12.30 dengan jumlah siswa setiap sesi 60 orang. Ada 126 pelajar SMA Kartini yang mengikuti UNBK dengan rincian Jurusan IPA 73 orang dan Jurusan IPS 53 orang.

“Selamat berjuang dan semoga bisa menyelesaikan UNBK kepada seluruh siswa, serta selalu berdoa kepada Allah,” pesannya.

Isdianto mendengarkan informasi dari kepala sekolah dan guru bahwa prestasi siswa SMA Kartini juga sudah banyak yang diraih. Untuk itu ia berharap agar terus dilakukan pembinaan sehingga ke depannya lebih baik lagi.

Hadir dalam monitoring UNBK, Ketua Yayasan Keluarga Batam Sri Sudarsono, Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri Faturrahman dan Kepala SMA Kartini Akmal. cr1/dedi agung lazuardi/dicky sigit rakasiwi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com