SINDOBatam

Opini+

Jungkir Balik+

Unik dan Lezat, Pizza Cone Fujiyati

  • Reporter:
  • Senin, 27 Maret 2017 | 09:14
  • Dibaca : 542 kali
Unik dan Lezat, Pizza Cone Fujiyati
Foto Teguh Prihatna.

Pizza tak melulu bundar bentuknya. Penampakan makanan Italia ini bisa juga dibuat seperti es krim cone. Namanya pun menjadi pizza cone. Rasanya tak kalah lezat. Fujiyati memperlihatkan cara membuatnya, Sabtu (25/3).

Seperti es krim cone, wujud pizza cone pun berbentuk kerucut seperti corong. Hanya saja es krim pada makanan ini adalah topping pizza. Sedangkan cone yang biasanya berupa wafer, pada pizza cone dibuat dari adonan (dough) roti. Bila dicicipi, rasanya tetap rasa pizza meski bentuknya tidak bundar.

Fujiyati mengaku tak paham tentang pizza ini sebelumnya. Seseorang pesan agar dibuatkan kudapan ini dalam jumlah banyak. Dengan modal nekat akhirnya Fuji berhasil menciptakan makanan ini. “Awalnya tak tahu resepnya. Tapi setelah cari-cari di internet, lalu coba-coba bersama teman, ternyata bisa juga,” kata Fuji di rumahnya di BSI Residence, Batam Centre, Sabtu (25/3).

Pizza cone dibuat dengan cara yang sama dengan pizza biasa. Ada beberapa tahapan yang mesti dilakukan. Pertama membuat adonan (dough) pizza. Lalu topping atau isian. Baru kemudian dipanggang dalam oven. Cara membuat dough pizza juga hampir mirip dengan dough roti. Menggunakan tepung terigu, susu, ragi, mentega, telur, dan garam. “Saya biasanya tambahkan gula pasir agar ada rasa manisnya,” kata Fuji.

Tak perlu alat pengocok listrik (mixer) untuk mencampur bahan-bahan tadi. Cukup dicampurkan dalam wadah baskom secara manual, hanya menggunakan tangan. Bahan yang telah tercampur diuleni hingga kalis. Lalu didiamkan hingga adonan mengembang.

Cara membuat topping-nya pun sama dengan topping pizza pada umumnya. Bahan- dan bumbu topping, antara lain sosis sapi, keju cheddar, tomat, bawang bombai, bawang putih, gula, dan garam dihaluskan lalu ditumis. Yang membuat rasa dan aroma pizza menjadi khas adalah berbagai jenis saus yang dicampurkan ke dalam tumisan. “Saus tomat, saus cabai, saus spagetti, dan mayonaise. Semua dimasukkan. Ditambah parutan keju,” kata Fuji.

Topping atau isian tersebut baru akan dimasukkan ke dalam pizza berbentuk cone setelah adonan pizza dipanggang setengah matang. Pizza yang telah diisi kemudian kembali dipanggang hingga warnanya berubah kuning mengkilat agak kecokelatan.

Fuji mengaku sering membuat kudapan seperti pizza cone ini. “Anak dan suami saya juga suka ngemil. Jadi suka bikin makanan seperti ini,” katanya. Kesibukannya di dapur makin bertambah bila banyak teman dan relasi yang memesan makanan kepadanya lewat WhatsApp atau akun Facebook dengan menggunakan namanya sendiri.

Pesanannya pun macam-macam, tak hanya pizza. Ada luti gendang, kue kuran berbentuk jambu atau apel, dan banyak lagi. Fuji juga suka membuat katering untuk arisan atau makan siang para pekerja, nasi tumpeng untuk selamatan atau ulang tahun, dan bento untuk bekal sekolah anak. “Nasi tumpengnya bukan yang biasa. Saya hias dengan ukiran atau bikin pagar dengan kacang panjang. Bentonya juga dibikin lucu supaya anak mau makan,” kata Fuji promosi.

Kembangkan Usaha Kuliner dari Dapur
Bagi Fujiyati, dapur ternyata mendatangkan penghasilan yang tak sedikit. Hobi memasaknya berkembang menjadi bisnis kuliner kecil-kecilan. Usahanya itu diawali dengan memasak makanan pesanan tetangga. Kabar kelezatan masakan buatan Fuji lalu menyebar dari mulut ke mulut.

“Saya suka masak dalam jumlah banyak. Karena kalau masak sedikit suami suka marah. Lalu saya bagi-bagi ke tetangga. Ternyata ada yang suka dengan masakan saya. Dari situlah ide buka pesanan makanan muncul,” kata istri dari Benny Haryanto ini.

Fuji kemudian menerima pesanan katering untuk arisan, pesta perkawinan, ulang tahun, dan lain-lain. Belakangan ia diajak bergabung dalam komunitas para ibu hobi masak (Batam Cooking Lovers). Di sana, ia bertemu banyak ibu rumah tangga yang juga berbisnis kuliner. Kursus dan latihan diikutinya. Fuji merasa banyak mendapat manfaat, dari ilmu tentang kulinari, teman sehobi, hingga relasi bisnis.

Seperti yang lain, Fuji juga menjajal berjualan lewat internet. Berjualan via online, menurut Fuji, lebih efektif ketimbang membuka toko atau kedai. ”Kalau dapat bayak orderan, dapur saya berantakan. Suami dan anak-anak dikerahkan untuk membantu,” katanya tertawa.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com