SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Usut Tuntas Penyebab Jembatan Ambruk

  • Reporter:
  • Jumat, 20 April 2018 | 16:08
  • Dibaca : 110 kali
Usut Tuntas Penyebab Jembatan Ambruk

JAKARTA –Komisi V DPR meminta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas penyebab ambruknya Jembatan Widang yang menghubungkan Kabupaten Lamongan dan Tuban, Jawa Timur pada Selasa (17/4).

“Penegak hukum harus investigasi siapa yang ber salah dan siapa yang melakukan kelalaian. Kalau tidak ada perawatan jembatan sela ma ini dan lalai ha rus segera di tindak,” ucap Wakil Ketua Ko misi V DPR Sigit Sosiantomo, kemarin. Menurutnya, jembatan tersebut sudah harus diperbaiki atau diganti karena tua dan sudah dua kali ambruk.

“Kami men duga adanya kelalaian dan pemerintah bisa dipidana sesuai dengan UU No. 22 tahun 2009 ten tang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ),” ungkapnya. Sigit menjelaskan, dalam UU LLAJ pada pasal 275 ayat 3 di sebutkan ‘Setiap penyelenggara jalan yang tidak segera mem perbaiki jalan rusak sehingga menimbulkan korban jiwa dapat dikenakan sanksi penjara paling lama lima tahun atau denda Rp120 juta.

Untuk itu, Sigit Guna menghindari musibah serupa, Sigit mendesak Kementerian PUPR me rehabilitasi jembatan tua yang berada di Jalur Pantura. “Hasil audit teknis PUPR tahun 2012, sekitar 158 jembatan mem butuhkan perbaikan dan 4 jembatan yang kondisinya kritis memerlukan perkuatan dan peng gantian.

Seharusnya hasil au dit teknis ini sudah di tin daklanjuti oleh PUPR,” jelasnya. Anggota Komisi V DPR Sa hat Silaban menilai, ambruknya jembatan karena kecerobohan pihak pelaksana saat membangun jembatan tersebut. “Saya melihat di si ni ada keteledoran, kelalaian da ri pihakpelaksana.

Sepertinya, pihak pelaksana dan pengawas mengirit biaya sehingga tidak melaksanakan pekerjaan tersebut sesuai de ngan aturan yang semestinya,” ucapnya. Menurut Sahat, Komisi V mendorong Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memberikan sanksi tegas terhadap kon trak tor yang ceroboh.

“Kemarin kita su dah sempat komunikasi dengan kemen trianPUPR. Bahkan kami sudah pecat salah satu di rut ba dan usaha, itu meru pakan bentuk pem belajaran agar kedepan ti dak terjadi hal se rupa,” tegas nya. Sementara itu, lemahnya kon trol beban kendaraan di berbagai daerah menjadi pemicu rusaknya infrastruktur jalan.

Salah satunya kejadian ambruknya Jembatan Widang. Pakar konstruksi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Chomaedhi menuturkan, pihaknya menduga ada kelebihan muatan. Lolosnya kontrol berat kendaraan itu menjadi penyebab robohnya jem batan cincin lama yang dibangun sejak 1983 tersebut.

Do sen Teknik Infrastruktur Sipil ITS ini menilai, saat kejadian ter dapat satu dump truck dan dua truk tronton yang melewati bentang jembatan. Saat melalui tahap perencana an, sudah ada peraturan yang mengatur besar beban yang diperbolehkan melewati jembatan.

Namun, pada masa sekarang, peraturan tersebut mulai berubah mengikuti pembaruan dari pemerintah. “Jika dulu jembatan kelas satu memiliki batas muatan 45 ton,” ujar Chomaedhi, kemarin. Ia melanjutkan, saat ini ba tas muatan bisa mencapai 50 ton.

Pada kasus ambruknya Jembatan Widang yang me ma kan dua korban tersebut, beban total yang mampu ditahan jem ba tan hanya 45 ton dengan rasio toleransi keamanan 1,5 atau be ban mak simumnya 70 ton. “Satu dump truck dan dua tron ton bisa jadi peningkatan bebannya men capai 2%.

Dugaan utamanya ke lebihan muat an,” ungkapnya. Argumen yang diberikannya ini juga dikuatkan dengan posisi robohnya jembatan. Patahan hanya terjadi pada satu bentang jem batan sedangkan pondasi ma sih berfungsi dengan baik. “Ka lau truk itu lewat secara bergantian, mungkin jembatan masih aman.

Tapi kalau lewat se cara bersamaan, otomatis jem batan akan collapse,” tambahnya. Di sisi lain, katanya, tidak ada nya kontrol terhadap beban yang boleh melewati jembatan diduga menjadi salah satu faktor robohnya jembatan. Seperti yang diketahui, di area tersebut tidak ada jembatan timbang yang berguna sebagai kontrol jumlah muatan yang diizinkan.

“Jembatan itu sudah lama, jika menginkuti peraturan baru dari pemerintah yang bisa mark up hing ga 20% tentunya tidak akan kuat,” jelasnya. Dia menambahkan, perbaik an jembatan Widang nantinya juga memperhatikan berat beban yang diizinkan.

Apalagi saat ini sudah ada teknologi berupa sensor yang bisa dipasang pada titik-titik tertentu se panjang bentang dan mampu mendeteksi kondisi jembatan. “Peraturan itu harus dipatuhi. Jemba tan harus benar-benar mengakomodasi peraturan beban ken daraan dan peraturan gempa tentunya,” ucapnya.

Sementara itu, Balai Besar Pemeliharaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII Surabaya optimistis perbaikan jembatan dapat dituntaskan sebelum mudik Lebaran 2018. “Kami melihat kondisi yang terjadi. Dan, analisa kami, kami op timis akan mampu menuntaskan perbaikan Jembatan Wi dang Tuban sebelum mudik lebaran tahun ini,” ujar Kepala BBPJN VIII Surabaya, I Ketut Dhar ma Wahana, kemarin.

Ketut mengakui, usia jembatan yang mencapai 35 tahun lebih menjadi alasan ambruk jembatan. “Dibandingkan dengan jem batan yang sebelahnya yang dilalui kendaraan dari arah Widang ke Babat, tua yang ambruk,” tukasnya. Setelah berhasil dilakukan evakuasi, kata Ketut, yang di lakukan adalah menyiapkan konstruksi perbaikan.

Artinya, perbaikan harus dilakukan sesegera mungkin perbaikan. Mengingat, jalur Lamongan-Tuban lewat Jembatan Widang meru pakan jalur utama mudik Lebaran 2018 ini yang melalui Pantai Utara. “Kami optimistis akan mam pu menuntaskan perbaikan secepatnya,” tegasnya lagi.

Hingga kemarin, proses evakuasi yang dilakukan petugas gabungan dari Polri, TNI dan BPBD Lamongan dibantu dari Ja wa Timur masih kesulitan me lakukan evakuasi tiga bang kai truk. Crane seberat 40 ton yang didatangkan dari Surabaya tidak mak simal.

Sebab, BBPJN VIII Surabaya melarang dioperasikan dengan alasan konstruksi jem batan yang menjadi tumpuhan tidak mampu menahan beban dan rawan longsor. “Evakuasi akan dilakukan dengan cara memotong dan itu membutuhkan waktu,” papar Ketut.

Sementara itu, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Machfud Arifin belum dapat memastikan penyebab ambruknya Jembatan Widang. Penyidik masih membutuhkan waktu penyelidik an lebih lanjut. “Kita masih da lami penyebabnyaam bruknya jembatan tersebut,” terangnya saat melakukan kunjungan di lokasi, kemarin.

Sementara itu, Jalan Daendels menjadi alternatif utama lalu lintas Lamongan-Tuban pas carobohnya Jembatan Babat-Widang. Akses yang membentang dari Anyer hingga Panarukan tersebut dipilih karena paling aman. Sementara itu, Gubernur Jatim Soekarwo siap membantu penanganan putusnya Jembatan Wi dang.

Teknisnya akan dilakukan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Jatim. Orang nomor satu di Jatim tersebut tidak dapat berbuat banyak lantaran penanganan jembatan sepenuhnya berada di bawah pemerintah pusat.

Namun begitu, Soekarwo akan berupaya agar ambrolnya jembatan tersebut tidak mengganggu arus logistik yang berakibat pada melonjaknya harga barang. Bisa saja Pemprov Jatim memberikan besi-besi atau baja diatas jembatan agar tetap bisa dilalui kendaraan.

“Tentang pe nyebab runtuh nya jembatan, ma sih dipelajari oleh Kementerian PU (Pekerjaan Umum). Ana lisis sementara, karena beban berat. Tetapi apa karena itu, ma sih belum diputuskan penyebabnya,“ ujarnya.

mula akmal / aan haryono/ ashadi ik/ lukman hakim

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com