SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Vaksinasi Campak MR Tunggu Bupati

  • Reporter:
  • Selasa, 28 Agustus 2018 | 10:29
  • Dibaca : 83 kali
Vaksinasi Campak MR Tunggu Bupati
Imunisasi MR dilaksanakan dialah satu sekolah di Anambas

NATUNA – Pelaksanaan vaksinasi measles rubela (MR) di Kabupaten Natuna masih menunggu kebijakan Bupati Hamid Rizal. Sempat dilaksanakan namun dihentikan setelah ada fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait keharamannya.

Namun kini, MUI telah memperbolehkan vaksin tersebut diberikan kepada anak usia balita hingga 15 tahun serta ibu hamil dengan alasan kondisi darurat. Meski begitu, kegiatan vaksinasi di Natuna belum lagi dilaksanakan sampai sekarang.

“Kepada orangtua untuk tidak terlalu khawatir akan dampak yang sudah tervaksinasi. Karena MUI sudah memperbolehkan namun belum bisa dinyatakan halal,” kata Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna Hikmat Aliansyah melalui sambungan telepon, Senin (27/8/2018).

Dinkes Natuna berencana melanjutkan kembali kegiatan vaksinasi. Namun begitu, Hikmat mengaku belum bisa menentukan jadwal dan teknis pelaksanaannya. Sebab pihaknya masih menunggu kebijakan dari Bupati Natuna Hamid Rizal.

Insya Allah, hari ini (Senin) Pak Kadis akan menghadap Pak Bupati untuk membahas kegiatan ini. Kita menunggu instruksi dari Pak Bupati,” kata Hikmat.

Menurut Hikmat, kegiatan vaksinasi bisa dilaksanakan kembali, bisa tidak. Karena kebijakan tertinggi ada di Bupati Hamid. “Kalau Pak Bupati bilang lanjut, kita akan lanjutkan. Dan sebaliknya kalau Pak Bupati bilang tidak, vaksinasi itu tidak akan kita lanjutkan. Keputusannya ada di Beliau,” sebutnya.

Namun hingga berita ini dibuat, belum ada keterangan resmi dari Pemkab Natuna terkait kelanjutan kegiatan vaksinasi.

Sementara Pemkab Kepulauan Anambas kembali melanjutkan kegiatan vaksinasi MR, Senin (27/8). Sesuai fatwa MUI Nomor 33 Tahun 2018 tentang Penggunaan Vaksin MR untuk imunisasi Measles dan Rubella.

Kepala Dinas Kesehatan dan Pengendalian Keluarga Berencana Kabupaten Kepulauan Anambas Herianto menegaskan, imunisasi MR dapat dilanjutkan kembali karena telah ada persetujuan dari MUI.  “Mulai hari ini, vaksinasi MR sudah dilanjutkan kembali,” kata Herianto dalam sambutannya pada apel gabungan di halaman Kantor Bupati Kepulauan Anambas, Senin (27/8).

Vaksinasi diberikan kepada murid-murid Sekolah Dasar di Antang, Desa Tarempa Timur, Kecamatan Siantan. Namun pihaknya tidak mewajibkan pemberian vaksin tersebut. Vaksin diberikan jika orangtua dan wali murid menyetujui anaknya diberi vaksin.

“Imunisasi MR ini sifatnya tidak memaksa. Kita masih meminta surat persetujuan dari orangtua. Bagi orang tua siswa yang setuju anaknya diimunisasi, ya kita imunisasi. Bagi yang tidak, ya tidak ada masalah,” ujarnya.

Herianto mengatakan, sejauh ini belum ada tanda-tanda anak terkena MR. Imunisasi dilaksanakan sebagai langkah pencegahan. Namun kegiatan ini sempat terhenti karena saat itu ada surat edaran dari Kemenkes terkait persetujuan MUI. “Ini sebagai langkah pencegahan, selama ini belum ada yang terkena MR. Tapi jangan sampai daerah kita terjangkit penyakit itu,” ujarnya.

Sebelumnya, ‎Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinkes Kabupaten Kepulauan Anambas Islam Malik menyampaikan kebijakan Kemenkes untuk menghentikan sementara vaksinasi MR karena belum ada label halal dari MUI. Saat itu pemeriksaan laboratorium sedang dilakukan MUI untuk mengetahui apakah vaksin tersebut halal atau tidak.

sholeh ariyanto/jhon munthe

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com