SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Vihara Seribu Patung Capai Belasan Ribu Kunjungan

Vihara Seribu Patung Capai Belasan Ribu Kunjungan
Vihara Seribu Patung Capai Belasan Ribu Kunjungan. Foto Muhammad Bunga Ashab.

PINANG TIMUR – Belasan ribu wisatawan berkunjung ke objek wisata religi Ksitigarbha Budhisattva atau lebih dikenal Vihara Patung Seribu di Kampung Sidomakmur, Batu IX, Kecamatan Tanjungpinang Timur, selama perayaan Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijiriah. Seperti hari biasa, pada momen libur lebaran ini Vihara dibuka untuk umum pada hari Selasa sampai Minggu, dari pukul 07.00 sampai pukul 17.00.

Sejak hari pertama Lebaran, pengelola mencatat sebanyak 2.000 orang pengunjung setiap harinya wisatawan yang datang ke Vihara Patung Seribu. Tidak hanya warga Tanjungpinang dan Bintan, pengunjung yang datang juga berasal dari Batam, Tanjungbalai Karimun. Sementara dari luar Kepri lokasi ini juga mendapat kunjungan warga asal Jakarta, Padang, Pekanbaru, Manado. Banyak wisatawan sengaja datang ke Tanjungpinang untuk menghabiskan waktu liburannya.

Vihara ini menjadi salah satu magnet destinasi wisata di Tanjungpinang sejak diresmikan Februari 2017 lalu oleh Gubernur Kepri Nurdin Basirun. Setiap hari libur vihara ini diserbu wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

Menurut salah satu petugas jaga bernama Sidik, kunjungan rata-rata per hari selama libur lebaran berkisar 1.500 hingga 2000 orang. Selain datang mandiri seperti yang banyak dilakukan warga lokal, pengunjung dari luar Kepri biasanya dibawa oleh agen travel yang memasukkan lokasi ini sebagai destinasi dalam paket perjalanan mereka.

“Sehari dua ribu orang, kalau ditotal sudah belasan ribu,” kata Sidik yang ditemui di komplek Vihara, Minggu (2/7).

Tiket masuk yang dikenakan cukup terjangkau, Rp5.000 per orang. Menurut Sidik, Vihara baru mulai mengenakan biaya masuk kepada pengunjung sejak April lalu. Awalnya pengunjung yang masuk ke tempat ini hanya perlu membayar biaya parkir saja.

“Untuk donasi yayasan, memang banyak yang kaget karena sebelumnya gratis,” katanya.

Tidak semua pengunjung dikenai tiket masuk. Sidik menyebut hanya pengunjung dewasa saja yang dipungut. Sementara untuk pengunjung anak-anak masih digratiskan.

Sebagai bagian dari tempat beribadah, ada sejumlah aturan berkunjung ke komplek Vihara yang harus diikuti. Pengunjung Vihara ini diharuskan memakai bersih dan sopan, menjaga ketertiban, ketentraman dan kebersihan lingkungan. Selain itu seluruh pengunjung dilarang membawa makanan, minuman keras, dan binatang peliharaan.

Pengunjung dilarang memberikan uang kepada karyawan Vihara, untuk donasi, pengunjung dapat memasukkan ke kotak yang tersedia bersama kertas sembahyang maupun dupa di ruang ibadah.

Mobil pengunjung dilarang naik ke lingkungan vihara, terkecuali kendaraan untuk penyandang cacat dan lanjut usia. Untuk memperlancar arus dan menambah kenyamanan pengunjung yang membawa kendaraan pribadi, pengelola menyediakan lahan kosong sebagai lokasi parkir.

“Biaya parkir sukarela, tidak dipatok,” ujar Sidik.

Para pengunjung yang ingin melewatkan kesempatannya untuk mengabadikan kunjungannya dapat bebas memotret di lokasi ini. Gapura berarsitektur ala Negeri Tirai Bambu menyambut pengunjung bersama patung berukuran raksasa yang berdiri kokoh dan terkesan megah.

Kemudian di belakang patung raksasa ada lorong yang di atasnya pagoda. Di dalam vihara, pengunjung dapat melihat ratusan patung yang berdiri dengan ekspresi beragam.

Biasanya, pengunjung menjadikan spot untuk berfoto di mulai dari gapura, depan patung raksasa, lorong tembok, dan barisan seribu patung dan komplek ruang sembahyang.

Anne, pengunjung warga Batam mengaku sengaja mengambil liburan ke Tanjungpinang dan Bintan untuk menghabiskan waktu luang. Dia mengatakan, rasa penasarannya lepas setelah mengunjungi vihara.

Menurut dia, objek wisatanya cukup bagus untuk dikunjungi. Dia merasa seolah berada di Tiongkok setelah melihat dan mengamati ratusan raut wajah patung yang berderet. Kendati mengaku komplek Vihara tidak terlalu luas untuk ukuran destinasi wisata andalan, ia mengaku cukup puas.

“Saya kira tempatnya luas, tapi puas lah sudah sampai ke sini, selama ini cuma lihat foto-foto di media sosial. Tadi sudah foto-foto di dalam, terutama di depan wajah-wajah patung itu,” ujar Anne.

Informasi tentang lokasi Vihara bagi pengunjung asal luar daerah masih dirasa kurang. Menurut Anne, sebelum sampai ke lokasi sempat kebingungan karena baru pertama. Dia bersama keluarganya sempat beberapa kali kesasar ke tempat lain.

“Jalan ke sini kecil, jadi kebingungan menuju lokasi,” ujar dia.

Sementara bagi pengunjung lokal Tanjungpinang, lokasi tidak menjadi kendala berarti. Selain itu, pengenaan tiket juga dianggap tidak memberatkan. Seorang pengunjung bernama Riki, warga Batu 13, Tanjungpinang, menuturkan, dengan biaya masuk ringan dan tidak memberatkan masyarakat. Justru dengan keindahan yang ditawarkan, tempat wisata ini sangat terjangkau untuk dikunjungi bersama keluarga.

“Bagus dan murah meriah, di tempat wisata lain mahal. Yang jelas anak-anak senang datang ke sini,” kata Riki.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com