SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Wabup Ngesti: Natuna Harus Bebas Campak dan Rubella

  • Reporter:
  • Rabu, 4 Juli 2018 | 13:09
  • Dibaca : 88 kali
Wabup Ngesti: Natuna Harus Bebas Campak dan Rubella
Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti saat membuka sosialisasi penekanan angka penularan campak dan rubella di Natuna, Selasa (3/7).

NATUNA – Dinas Kesehatan Natuna menggelar sosialisasi MR (Measeles Rubella), Selasa (3/7). Kegiatan yang buka oleh Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti itu dilakukan agar bisa menekan angka penularan campak dan rubella di Kabupaten Natuna.

Dalam sambutannya Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti mengatakan Indonesia telah berkomitmen untuk mencapai eliminasi penyakit campak dan pngendalian penyakit rubella yang disebabkan oleh infeksi pada saat kehamilan pada tahun 2020.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah imunisasi massal sebagai upaya untuk memutuskan mata rantai penularan virus campak dan rubella yang ada di masyarakat.

Di Natuna imunisasi MR, pada bulan Agustus 2018 akan dilaksanakan di seluruh sekolah yang terdiri dari sekolah SDM/MI dan SMP/MTS sederajat.

Sedangkan pada bulan September 2018 imunisasi MR akan dilaksanakan di seluruh posyandu-posyandu, polindes, poskesdes dan berbagai fasilitas kesehatan masyarakat dengan sasaran imunisasi bagi bayi berusia 9 bulan sampai pada anak usia 6 tahun.

Ngesti berharap, kepada segenap unsur media baik cetak maupuan elektonik kiranya dapat mendukung untuk menyebarluaskan informasi terhadap rencana pelaksanaan program imunisasi massal ini.

“Hal ini penting mengingat keadaan geografis Natuna yang berbentuk kepulauan. Sehingga melalui media informasi yang ada, seluruh masyarakat mendapatkan informasi yang utuh, terutama yang berdomisili di daerah dengan kondisi transportasi dan pelayanan kesehatan terbatas,” katanya.

Pada kesempatan sama dalam laporannya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna Rizal Renaldy mengatakan campak merupakan penyakit sangat mudah menular yang disebabkan oleh virus dan ditularkan melalui batuk dan bersin dengan gejala yang ditimbulkan adalah demam tinggi, bercak merah pada kulit serta batuk atau pilek dan bisa menyebabkan kematian bila terjadi komplikasi.

“99 persen orang yang berinteraksi erat dengan penderita campak dapat tertular jika mereka belum kebal terhadap campak,”terang Rizal.

Tambah Rizal, di Indonesia, rubella merupakah salah satu masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan upaya pencegahan efektif.

Data surveilans selama lima tahun terakhir menunjukan 70 persen kasus rubella terjadi pada kelompok usia kurang dari 15 tahun.

Selain itu, berdasarkan studi tentang estimasi beban penyakit CRS di Indonesia pada tahun 2013 diperkirakan terdapat 2.767 kasus CRS, 82/100.000 terjadi pada usia ibu 15-19 tahun dan menurun menjadi 47/100.000 pada usia ibu 40-44 tahun.

Menurut Rizal tidak ada obat untuk penyakit campak dan rubella namun penyakit ini dapat dicegah melalui imunisasi rutin dengan vaksin Measles Rubella.

“Ini merupakan salah satu prioritas kegiatan dari Kemetrian Kesehatan sebagai salah satu bentuk nyata komitmen Pemerintah untuk mencapai sustainable Development Goals (SDGs) khususnya untuk menurunkan angka kematian pada anak,”papar Rizal.

Pemerintah Kabupaten Natuna berkomitmen terhadap pelaksanaan kegiatan kampanye dan introduksi campak dan rubella secara nasional pada tahun 2018 ini dilaksanakan di luar pulau jawa.

Rizal menambahkan, sasaran kegiatan kampanye imunisasi Measeles Rubella meliputi Posyandu, Paud, TK,SD/Mi,SMP/MTS dengan jumlah total sasaran 23.780 anak dengan petugas imunisasi sebanyak 373 orang yang tersebar diseluruh Kabupaten Natuna.

“Anggaran pelaksanaan kegiatan kampanye imunisasi Measeles Rubella menggunakan APBD Kabupaten Natuna tahun 2018 DAK non fisik bidang kesehatan program pencegahan dan penanggulangan penyakit menular kegiatan peningkatan imunisasi,” tutupnya.

sholeh ariyanto

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com