SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Wajah Baru Warnai DPRD Batam

  • Reporter:
  • Senin, 22 April 2019 | 22:25
  • Dibaca : 1725 kali
Wajah Baru Warnai DPRD Batam
Ilustrasi Foto Agung Dedi Lazuardi.

BATAM – Wajah-wajah baru diprediksi kuat mengisi kursi DPRD Kota Batam. PDI Perjuangan tetap mendulang suara dan kursi terbanyak dari kantong lamanya. Suara Nasdem melesat.

Kecamatan Batuampar tidak seperti biasanya. Sejumlah personel Kepolisian dengan senjata lengkap berjaga di setiap sudut kantor. Pada Jumat (19/4) lalu adalah rapat pleno rekapitulasi suara pemilihan umum yang digelar serentak pada Rabu (17/4) lalu. Para saksi, relawan dan simpatisan dari setiap calon legislatif terlihat memadati area di sekitar kantor camat tersebut.

Tak banyak orang yang diberikan akses oleh Polisi untuk bisa masuk, hanya satu saksi disetiap parpol dan petugas yang dizinkan untuk bisa masuk ke halaman Kantor Camatan Batuampar. Sejumlah media yang mencoba untuk meliput pleno rekapitulasi tersebut juga sama sekali tidak berikan izin, bahkan termasuk untuk mewawancarai petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Pleno rekapitulasi di Kecamatan sendiri merupakan bagian yang sangat penting dalam proses penghitungan perolehan suara calon Presiden dan Wakil Presiden serta calon legislatif yang ikut berkompetisi pada pesta demokrasi. Tak heran jika banyak relawan yang sengaja mengawal pleno rekapitulasi sampai selesai untuk menga perolehan suara calegnya yang sebelumnya sudah di hitung di Tempat Pemungkutan Suara (TPS).

Tak hanya di Kecamatan Batuampar, kecamatan-kecamatan lainnya juga melakukan hal yang sama. Pleno rekapitulasi ditingkat kecamatan inilah caleg-caleg pemenang untuk mendapatkan kursi di legislatif terlihat, baik itu tingkat kota, provinsi ataupun juga DPRD RI. Termasuk juga perolehan suara partai politik yang menjadi peserta pemilu serentak tahun 2019.

Berdasarkan penghitungan suara internal parpol, wawancara petinggi parpol, data sementara Situng KPU dan distribusi suara parpol di Kepri, SINDO BATAM memetakan sedikitnya 50 calon anggota DPRD Batam yang berpeluang besar terpilih (lihat grafis).

Dari situs KPU yang menampilkan SITUNG tadi malam, PDI Perjuangan untuk sementara unggul untuk pemilihan anggota DPRD Kota Batam dengan 17,48%. Diikuti Nasdem 16,5%, Golkar 15,52% dan Gerindra 9,77%. Meski hasil akhir siapa saja wakil rakyat di DPRD Batam yang lolos menunggu penghitungan KPU, SINDO BATAM mengumpulkan data-data di lapangan siapa calon yang berpeluang duduk.

Berdasarkan hasil penghitungan dan survei di masing-masing TPS dan internal partai dalam lima hari terakhir, penghitungan sementara hingga tadi malam kursi DPRD Batam akan diisi 10 partai. Mereka adalah PDI Perjuangan, Gerindra, Nasdem, Golkar, Hanura, PAN, PKS, Demokrat, PKB dan PPP.

Memakai metode pembagian kursi dengan Sainte Lague murni, PDI Perjuangan mendulang kursi paling banyak yakni delapan kursi. Gerindra, Nasdem dan Golkar meraih tujuh kursi. Lalu Hanura enam kursi, PAN dan PKS empat kursi. Demokrat diperkirakan antara tiga atau empat kursi, PKB dua atau tiga kursi dan PPP satu kursi.

Yang mengejutkan, hasil penghitungan sementara itu menunjukkan tersingkirnya sejumlah inkumben. Wajah baru diperkirakan bakal mengisi kursi DPRD Batam.

Di dapil Batam 1 Batamkota-Lubukbaja, ada nama Thomas Sembiring dan Putra Yustisi Respaty yang diprediksi lolos ke Engku Putri dengan bendera PDI Perjuangan. Keduanya wajah baru. Golkar tetap dengan wajah lama, Hendra Asman dan Ides Madri. Nasdem bertambah satu kursi menjadi dua. Lik Khai petahana, dan wajah baru Taufik Muntasir. Hanura tetap mendulang suara lama tapi dengan wakil baru, Iwan Krisnawan. Gerindra setali tiga uang, satu kursi lama tapi wajah baru antara Ahmad Surya atau Gandi Setiawan.

Di dapil Batam 2 Bengkong-Batuampar, PDI Perjuangan juga mendulang dua kursi dengan wajah lama. Udin P Sihaloho hampir dipastikan duduk. Ketua DPRD aktif, Nuryanto diprediksi berpeluang. Nasdem pada Pemilu 2014 tak mendulang kursi, kali ini mendapat satu kursi yakni Asnawati Atiq. Wajah baru lain antara lain Rubina Situmorang (Hanura), Siti Nurlailah (PKS) dan H Sahrul (PAN).

Kamaludin dari Nasdem menjadi wajah baru di Dapil Batam 3 Bulang-Galang-Nongsa-Seibeduk. Wajah lama antara lain Tumbur M Sihaloho (PDIP), Edward Brando (PAN), M Yunus Spi (Demokrat), Ruslan M Ali Wasyim (Golkar) dan Bobi Alexander (Hanura). Tetap ada wajah baru yakni Muchamat Mustofa (PKS). Gerindra berpeluang lolos antara M Yunus atau Werton Panggabean.

Setali tiga uang dengan Batam 3, distribusi kursi di Batam 4 Sagulung juga merata. Wajah baru yang diprediksi kuat lolos yakni Syafei (PKS), Utusan Sarumaha atau Thamrin Gultom (Hanura) dan Muhammad Fadhli (PPP). Nama terakhir menjadi satu-satunya penyumbang kursi PPP. Partai lain yang meraih kursi yakni Nasdem, PKB, PDIP, Golkar, Demokrat dan Gerindra.

Kemudian kursi dapil Batam 5 yang kini hanya Kecamatan Batuaji diraih enam partai. Mereka yang diprediksi lolos adalah Tohap Eriksan Pasaribu (PDIP), Arlon Veristo (Nasdem), Safari Ramadan (PAN), M Rudi (Gerindra), Tumbur Hutasoit (Hanura) dan Golkar diperkirakan antara Gatot atau Jimmu SM Nababan.

Di dapil terakhir Batam 6 Sekupang-Belakangpadang, Gerindra meraih dua kursi yang didulang Iman Setiawan dan Capt Luther Jansen. Iman adalah petahana dan Capt Luther Jansen menggantikan Alm Marlon Brando. Wajah baru untuk kursi lain yakni Nina Melanie (Golkar), Indra (Hanura). Kemudian ada sesama caleg Nasdem, Rival Pribadi dan Banjar Ahmad yang diperkirakan bersaing meraih kursi. Kursi terakhir diperebutkan dua partai, PKB dengan nama Hendrik dan Demokrat dengan nama Jhonson Sibuea.

Menang karena Relawan dan Antusias Masyarakat

Putra Yustisi Respaty diperkirakan lolos ke DPRD Kota Batam. Bisa menjadi yang anggota DPRD termuda, menang karena relawan dan dukungan keluarga.

Caleg PDIP sekaligus anak kandung Ketua DPD PDIP Kepri Soerya Respationo ini menjawab dengan diplomatis ketika dimintai tanggapan peluangnya yang besar meraih kursi, kemarin siang. “Insya Allah, mohon doa dan restu seluruh masyarakat Batam. Mudah-mudahan dapat terpilih dan akan amanah mengemban tugas di DPRD Batam dan tugas-tugas partai,” kata Putra kepada KORAN SINDO BATAM lewat pesan singkat, Minggu (21/4).

Bagi pria 28 tahun ini, persaingan di dapil Batamkota-Lubukbaja tidak mudah. Banyak calon-calon petahana dan berpengalaman yang maju. Namun kerja keras bersama timnya dan dukung penuh oleh kader-kader PDI Perjuangan menjadi motivasi untuk selalu optimistis. Ia mengaku akan bekerja sebaik mungkin dan tidak akan menyia-nyiakan kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat. “Saya juga bersyukur memiliki orang tua yang matang di dunia politik. Jadi banyak sekali ilmu yang saya dapatkan tentang bagaimana berpolitik yang sehat dan santun,” katanya.

Setiap calon yang maju kata dia sudah pasti memiliki strategi khusus yang ditawarkan kepada masyarakat, begitu juga dirinya saat berkampanye dan turun ke tangah-tengah masyarakat. Hal yang selama ini menjadi konsennya adalah sudah pasti menyesuaikan dengan konstituennya. Setelah itu tentunya menawarkan solusi untuk menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat.

Ia mencontohkan misalkan dengan kelompok milenial, tentunya dengan berbagi pengetahuan tentang dunia milenial. Ia menawarkan dan memfasilitasi pelatihan-pelatihan agar para milenial benar-benar menjadi produktif. Begitu juga saat dengan ibu-ibu rumah tangga, tentunya hal yang dibicarakan adalah berbagi pengetahuan tentang kesehatan anak atau usaha mandiri.

“Dari komunikasi dua arah tersebut terjalin hubungan emosional antara saya dan masyarakat. Jadi tidak semata-mata hanya ngomong politik untuk pencalegan diri saya saja. Karena masyarakat bisa bosan,” katanya.

Kemudian, kampanye gaya lama menurut dia juga tetap dilakukan seperti pemasangan baliho atau spanduk di dapil Batam 1. Selain itu juga dipadukan dengan dunia digital yaitu sosial media. Tak kalah penting juga kata Putra adalah dukungan dan bantuan dari tim sukses dan para relawan yang memang benar-benar memempunyai tujuan yang terukur, spesifik dan konsisten dalam mendukungnya untuk bisa duduk di DPRD Batam.

Putra mengakui usianya masih sangat muda untuk terjun ke dunia politik, dan belum memiliki banyak pengalaman. Namun yakin bahwa ketika masyarakat percaya untuk memilihnya, maka usia tidak akan menjadi penghalang untuk bisa mengemban amanah menjadi wakil rakyat. Ia menegaskan akan berupaya sebaik mungkin untuk memperjuangkan kepentingan-kepentingan masyarakat.

“Umur saya memang baru 28 tahun. Tapi saya yakin dan percaya usia bukan halangan. Ke depan tentu saya akan bekerja sesuai dengan tugas dan fungsi dewan. Seperti perda yang menguntungkan masyarakat, penganggaran yang langsung menyentuh masyarakat dan pengawasan yang baik,” jelasnya.

PDI Perjuangan sendiri sejauh ini dinilai banyak pihak masih menjadi partai unggulan di Batam. Hasil perolehan suara setiap dapil, partai berlambang moncong putih tersebut diprediksi mendapatkan satu kursi dari masing-masing enam dapil yang ada. Bahkan beberapa dapil juga berpotensi mendapatkan lebih dari satu kursi, hal ini juga membuka peluang partai ini akan kembali menang di Kota Batam pada Pemilu 2019.

Partai Nasional Demokrat (NasDem) diprediksi juga akan mendapatkan perolahan kursi di setiap dapil. Partai ini diyakini banyak pihak mendapat perolehan suara yang lebih banyak jika dibandingkan periode sebelumnya. Hanya saja, NasDem masih enggan membocorkan hasil penghitungan internalnya, saat ini para pengurus dan relawa masih fokus untuk mengawal rekapitukasi di setiap kecamatan.

Ketua DPD NasDem Kota Batam, Amsakar mengatakan saat ini pihaknya memang sudah memiliki salina form C1 perolehan suara di setiap TPS. Namun untuk melihat hasil menurutnya perlu perbandingan data dari partai lainnya, pasalnya sistem penghitungan dengan metode sainte lague berbeda jika dibandingkan dengan periode sebelumnya. Karena itu, ia mengaku pihaknya saat ini belum bisa menyampaikan perkiraan perolehan jumlah kursi di DPRD Batam.

“Tapi, kita yakin perolehan suara kita sesuai dengan harapan. Hanya saja saat ini kami memang perlu perbandingan untuk mengukur dari partai lainnya,” kata Amsakar.

Satu dapil yang berpotensi mendapatkan dua kursi diantaranya adalah dapil Batam 1, saat ini menurut dia pihaknya mengaku masih terus mengawal proses rekapitulasi di setiak PPK. Namun metode sainte lague memang tidak hanya bisa dilihat dari perolehan suara satu partai saja, tapi juga partai-partai lainnya. Karena ada sistem pembagian yang menentukan apakah dapat satu kursi atau lebih.

Itu sebabnya, Partai NasDem saat ini belum bisa memastikan berapa perolahan kursi di DPRD Kota Batam. Pihaknya mengaku menunggu sampai proses rekapitulasi benar-benar selesai sampai di KPU. Saat ini yang terpenting kata dia adalah bagaimana menjaga perolehan suara ini bisa tetap sesuai dengan data yang dimiliki Partai NasDem. Karena itu pihaknya mengaku sudah memperintahkan seluruh kader untuk sama-sama mengawal proses rekapitulasi.

“Kami memang fokus untuk mengawal ini. Karena masih proses dan belum selesai. Perolehan suara ini harus benar-benar kami jaga,” katanya.

Sedangkan terkait kompetisi di internal sendiri menurutnya sudah pasti terjadi, bahkan mungkin lebih sengit jika dibandingkan dengan eksternal. Kompetisi internal tersebut menurut dia tidak hanya terjadi di Partai NasDem, tapi hampir semua partai mengalaminya. Hanya saja, di partainya sudah melakukan langkah-langkah antisipasi agar setiap caleg tidak saling menjatuhkan.

Langkah tersebut di antaranya adalah Partai NasDem sudah menyiapkan saksi di setiap TPS. Sehingga saksi bukan dari caleg, melainkan benar-benar dari partai. Sehingga dengan demikian tentunya diharapkan dapat mengurangi potensi saling klaim suara. Sehingga suara yang diperoleh para celeg sesuai dengan perolehan yang di dapatnya.

“Kami dari awal merekrut saksi tidak dari caleg. Tapi dari KSN (Komisi Saksi NasDem) dan itu berjenjang dari pusat sampai ke DPW dan DPD. Kami merekrut saksi tidak menjadi bagian dari persaingan ini,” jelasnya.

Bendahara Partai Golongan Karya (Golkar) Kota Batam, Hendra Asman mengatakan untuk partainya saat ini juga optimistis setiap dapil akan mendapatkan satu kursi. Sebagaimana yang dilakukan partai lainnya, pihaknya juga masih fokus untuk mengawal pleno rekapitulasi di PPK dan sapai ke KPU. Pihaknya yakin perolehan suara pemilu kali tidak berkurang dari pemilu tahun 2014 lalu.

Hendra yang diprediksi kembali duduk di DPRD Batam tersebut, mengatakan suara yang diperoleh Partai Golkar tentunya kerjakeras bersama. Pihaknya juga menyampaikan terimakasih kepada masyarakat baik itu yang di dapil Batam 1 ataupun masyarakat Kota Batam pada umumnya. Partai Golkar kata dia akan terus bekerja untuk memperjuangan kepentingan masyakat.

“Walaupun ini hanya kabar kemenangan dari media, tapi saya pribadi sangat senang dengan pemilu kali ini. Karena antusias masyarakat sangat tinggi. Pemilu yang hebat,” kata Hendra.

Partai lainnya yang juga diprediksi setiap dapil mendapatkan satu kursi adalah Partai Amanat Nasional (PAN). Data penghitungan internal PAN Kota Batam sejauh ini optimistis pleno rekapitulasi di PPK tidak banyak yang berubah. Seluruh kader dan relawan saat ini dinilai sudah ditugaskan untuk mengawal perolehan suara di setiap dapil yang ada, dan proses pleno rekapitulasi sampai di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam.

Ketua DPD PAN Kota Batam Safari Ramadhan mengatakan data yang dimiliki partainya tersebut merupakan form data C1 yang dikumpulkan dari setiap saksi di TPS. Itu sebabnya pihaknya yakin bahwa partainya akan mendapatkan enam kursi di DPRD Batam periode 2019-2024. Perolehan ini tentu hal yang postif mengingat periode 2014-2019 PAN hanya memperoleh 5 kursi di DPRD Kota Batam.

“Insyallah final enam kursi, ada wajah baru ada juga wajah lama yang terpilih. Kami saat ini masih terus mengawal proses pleno rekapitulasi,” kata Safari.

Safari mengakui persaingan tidak hanya terjadi di eksternal, tapi juga di internal partai. Namun ia menegaskan bahwa seluruh kader atau caleh PAN dari awal sudah sepakat untuk solid. Yang mendapatkan suara terbanyak itulah yang berhak mendapaykan kursi di setiap dapil. Hal ini tentu dilakukan agar tidak terjadi pencurian suara sesama caleg PAN di masing-masing dapil.

“Apalagi sekarang sudah canggih, siapa yang terpilih itulah yang terbaik dan berhak duduk di DPRD Kota Batam,” katanya.

Optimisme juga ditunjukan oleh Partai Hati Nurani Bangsa (Hanura) Kota Batam. Meskipun tahun 2014 lalu hanya mendapatkan empat kursi, pemilu tahun ini diyakini akan bertambah lebih banyak. Meskupun dua anggota DPRD Kota Batam dari Hanura tersebut maju pada pemilihan DPRD Kepri. Berdasarkan data internal Hanura sendiri saat ini sudah pasti mendapatkan lima kursi.

“Dapil Batam 1 sampai 5 masing-masing insya Allah dapat satu kursi. Dapil enam yang masih belum selesai mudah-mudahan dapat satu kursi lagi,” kata Ketua DPC Partai Hanura Kota Batam, Iwan Krisnawan.

Pemilu serentak tahun ini diakuinya masyarakat banyak yang lebih fokus terhadap pemilihan Presiden dan Wakil Presiden ketimbang legislatif. Meskipun masih banyak persoalan dilapangan, secara umum pihaknya menilai sudah lebih rapi terutama terkat tingkat partisipasi masyarakat. Pesoalan-persoalan yang ada tentunya diharapkan bisa dijadikan pelajaran bersama untuk ke depan menjadi lebih baik.

Iwan yang juga Caleg Batam 1 tersebut mengaku juga optimistis dapat kursi di DPRD Batam. Namun, ia mengaku pihaknya saat ini masih di lapangan untuk ikut serta memantau dan mengawal proses pleno rekapitulasi di PPK. Pihaknya juga bersyukur meskipun persangan sangat ketat Partai Hanura bisa mendapatkan kursi sesuai dengan yang ditargetkan sebelumnya.

“Jadi kita berharap setiap dapil ada. Untuk satu dapil dua kursi ini yang memang belum kelihatan,” jelasnya.

Untuk menjaga Partai Hanura tetap solid menurut dia bahwa sejak awal pihaknya sudah sepakat bahwa pemilu ini harus dilakukan secara baik, jujur dan adil. Bagi yang tidak tercapai sesuai dengan harapan tentu akan tetap ada apresiasi dari partai. Namun jika ada senketa, pihaknya tentu akan tetap memfasilitas dan memediasi untuk mencarikan solusi yang terbaik.

“Tapi kita tentunya akan melihat apakah bisa diselesaikan di partai atau memang harus terpaksa di MK (Mahkamah Konstitusi). Karena sengketa sudah pasti terjadi baik itu di internal atau eksternal. Tapi kalau kita melihat perolehan suaranya jauh ya percuma juga kita akan selesaikan di internal partai,” jelasnya.

Dari awal pihaknya juga sudah mengingatkan bahwa pemilu legislatif berbeda jika dibandingkan dengan pemilu kepala daerah, tidak hanya popularitas dan elektabilitas saja tapi juga harus bisa menyentuh dilapangan. Karena itu untuk para Caleg yang nantinya duduk di DPRD Batam, pihaknya selalu mengingatkan untuk sama-sama untuk menepati janji politiknya.

Jangan sampai, kata dia setelah duduk di DPRD melupakan masyarakat dan hanya mementingkan diri sendiri. Sebab ada incumben saat ini yang menurut dia kalah bersaing, sehingga ini sangat mudah dinilai selama ini mungkin tidak turun ke lapangan dan menyalurkan aspirasi masyarakat. Hal ini kata dia akan menjadi perhatian bagi Partai Hanura kedepan.

“Karena kinerja saat ini juga akan berpengaruh untuk ke depannya. Saya mengajak para caleg yang sudah jadi untuk bekerja sesuai dengan tugas dan fungsinya di DPRD dengan baik,” jelasnya.

ahmad rohmadi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com