SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Wali Kota Batam Lantik Empat Kepala Dinas

Wali Kota Batam Lantik Empat Kepala Dinas
ilustrasi

BATAM KOTA – Wali Kota Batam Muhammad Rudi melantik empat kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kantor Wali Kota Batam, Selasa (14/3). Empat pejabat yang dilantik, yakni Kepala Dinas Kesehatan Didi Kusmaryadi, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Mardanis, Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan masyarakat Hasyimah dan Direktur RSUD Embung Fatimah Gunawan.

Menurut dia, pemilihan kepala dinas dan direktur tersebut telah melewati proses seleksi dan tes yang cukup panjang. “Tak ada yang namanya, Rudi, Amasakar dan Jefridin minta setoran,” ujarnya.

Pelantikan itu harus segera dilakukan karena anggaran sudah jalan. Bagi keempat pejabat yang dilantik, amanah yang diberikan kepada mereka bisa jadi beban dan bencana jika tak dijalankan dengan baik. Tapi jika dilakukan sesuai hukum dan ketentuan agama maka mereka akan selamat.

Kepada Gunawan, Rudi berpesan cukup panjang. RSUD Embung Fatimah disebutnya tak habis-habis dengan permasalahan. Sudah masuk ke dalam akreditasi paripurna namun masih juga terdengar keluhan di sana-sini. “Rumah Sakitnya ingin bertaraf internasional, tapi masih banyak komplain. Dokter tak ada, obat habis, itu dulu sudah pernah terjadi,” katanya.

Secara tegas Wali Kota memberikan tenggat waktu tiga bulan untuk memperbaiki masalah-masalah itu. Jika dalam kurun waktu itu tak selesai, maka dia tak segan untuk mengganti Gunawan. Selain itu Rudi juga mengatakan transparansi hukumnya wajib. “Kalau haknya personel serahkan ke yang bersangkutan. Jangan dimakan serupiahpun,” ujarnya.

Pesan yang hampir sama juga disampaikan kepada Didi Kusmaryadi. Saat ini puskesmas yang ada di Batam berjumlah 17 dan belum lama ini ditambah dua. “Puskesmas baru itu segera isi dan dudukkan. Saya beri tugas itu kepada Pak Didi. Jika butuh dokter kita ambil dokter,” katanya.

Tak boleh ada lagi kabar dokter tak dibayar. Puskesmas Batam harus jadi percontohan. Petugasnya harus disiplin, tak boleh telat datang atau cepat pulang sebeum waktunya.”Siapa saja yang tak bisa kerja segera ajukan. Ganti. Saya berani kasih gaji berapapun asal pelayanan bagus,” katanya.

Pelayanan di puskesmas pun nantinya tak diperbolehkan lagi menggunakan berkas-berkas fisik. Seluruh puskesmas wajib menggunakan program elektronik, online.
“Berkas jangan lagi ada yang manual. Orang berobat tak ada lagi bawa-bawa kertas. Apalagi e-KTP kan satu nomor untuk satu orang, jadi itu memudahkan kerja puskesmas,” katanya.

Sedangkan kepada Hasyimah, Rudi memintanya untuk memperhatikan persoalan UKM, instentif posyandu, serta dana panti asuhan. Ke depannya dia tak mau melihat lagi ada sesuatu yang tak baik di dinas tersebut. Semuanya harus ditangani dengan baik.

Dibanding ketiga pejabat yang lain, Rudi tak banyak memberikan arahan kepada Mardanis. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian adalah OPD baru yang Rudi pun belum terlalu paham apa kerjanya. “Saya beri saja waktu 3 bulan kepada Pak Mardanis untuk melaporkan pekerjaannya kepada saya nanti,” ujarnya.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com