SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Wali Kota Nonaktif Disebut Beri Hadiah

  • Reporter:
  • Rabu, 21 Maret 2018 | 16:09
  • Dibaca : 626 kali
Wali Kota Nonaktif Disebut Beri Hadiah

MALANG –Wali Kota Malang (nonaktif) M Anton mulai disebut dalam proses penyidik an dugaan tindak pidana korupsi dalam pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Kota Ma lang Tahun Anggaran 2015.

Nama M Anton termuat dalam surat perintah penyidikan (sprin dik) Komisi Pem be ran – tasan Korupsi (KPK) bernomor Sprin.Dik/47/DIK.00/23/201 8 tertanggal 16 Maret 2018. Da – lam sprindik tersebut, KPK juga menetapkan enam nama anggota DPRD Kota Malang pe ri – ode 2014-2019 sebagai ter sang – ka baru kasus ini. Sprindik tersebut diketahui dari surat pemanggilan ter ha – dap 15 anggota DPRD Kota Malang untuk menjalani peme rik – saan sebagai saksi.

Sementara itu, enam anggota DPRD yang ditetapkan sebagai tersangka baru ini diduga menerima ha – diah atau janji dari M Anton selaku wali kota Malang dalam pembahasan APBD-P. Enam tersangka baru ter sebut antara lain dua Wakil Ketua DPRD Kota Malang dari Fraksi Partai Demokrat Wiwik Hendri Astuti dan Wakil Ketua DPRD Kota Malang dari Fraksi PKB Zaenuddin. Selain itu, ada empat ketua fraksi yang turut ditetapkan sebagai tersangka, yakni Ketua Fraksi PDIP Suprapto, Ketua Frak si PKB Sahrawi, Ketua Fraksi PAN Mohan Katelu, dan Ke tua Fraksi Partai Gerindra Salamet. P

ara tersangka ini dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 UU No 31/1999 ten tang Pemberantasan Tindak Pi dana Korupsi, sebagaimana te lah di – ubah dengan UU No 20/ 2001 tentang Perubahan atas UU No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Ko rupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. Sebelumnya, KPK telah me – netapkan tiga nama tersangka dan dua di antaranya telah men – jalanipersidangandiPeng adil an Tindak Pidana Korupsi di Peng – adilan Negeri Surabaya, yakni mantan Kepala Dinas Pe kerjaan Umum Perumahan dan Pe – ngawas Bangunan Kota Malang Jarot Edi Su lis tyono dan mantan Ketua DPRD Ko ta Malang Arif Wicaksono. Satu tersangka lagi diketahui me rupakan komisa ris PT ENK ber nama Hendra – wan Maru za man.

M Anton yang saat ini sedang nonaktif dari jabatannya sebagai wali kota karena maju kembali menjadi calon wali kota, tidak bisa dikonfirmasi terkait hal ini. Seluruh nomor te – lepon selulernya tidak aktif saat dihubungi kemarin. Ketua Tim Kampanye M Anton, Arif Wahyudi, meyakini M Anton tidak terlibat dalam pusaran kasus dugaan korupsi APBD-P Kota Malang Tahun Ang garan 2015. “Kami tim kampanye meyakini Abah Anton (sapaan M Anton) tidak terlibat dalam kasus ini,” tegasnya. Juru Bicara KPK Febri Diansyah yang dihubungi melalui telepon selulernya menga takan, saat ini tim penyidik KPK se dang bekerja melakukan pemeriksaan saksi-saksi di Polres Malang Kota. “Hal ini me ru pakan pengembangan kasus duga an suap pembahasan APBD-P Kota Malang 2015,” terangnya.

Sementara itu, anggota dewan yang dipanggil sebagai sak – si antara lain dari Fraksi PDIP ada Diana Yanti, Tutuk Ha ri yani, Erni Farida, Hadi Susanto, Priyatmoko Oetomo, Arif Her – manto, danTeguhMulyono. Dari Fraksi PAN ada dua nama, yaitu Harun Prasojo dan Subur Triono. Sementara dari Fraksi PKS ada Bambang Triyoso. Dua anggota Fraksi Partai Golkar yakni Choirul Anwar dan Ribut Hariyanto, satu orang anggota Fraksi PKB Mulyanto, dan dua anggota Fraksi Partai Demo krat Indra Tjahjono dan Soni Yudiarto. Salah seorang saksi, Harun Pra so jo mengaku dimintai keterangan untuk enam nama tersangka baru. “Kalau ka susnya masih tetap, dugaan suap APBDP Kota Malang Ta hun Anggaran 2015,” ungkapnya.

Yuswantoro

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com