SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Wali Kota Resmikan Pasar TPID, Pastikan Harga Bahan Pokok Lebih Murah

  • Reporter:
  • Senin, 23 September 2019 | 14:17
  • Dibaca : 116 kali
Wali Kota Resmikan Pasar TPID, Pastikan Harga Bahan Pokok Lebih Murah
Wali Kota Batam Muhammad Rudi menandatangani prasasti saat peresmian Pasar Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Batam di Batam Centre, Sabtu (21/9). f ahmad rohmadi

BATAMKOTA – Wali Kota Batam Muhammad Rudi meresmikan Pasar Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Batam, Sabtu (21/9). Pasar di Kompleks Grand Niaga Mas, Batam Centre menjual menjual sejumlah kebutuhan bahan pokok dan diklaim lebih murah jika dibandingkan dengan pasar lainnya di Batam.

Kepala Disperindag Batam Gustian Riau mengatakan, pasar ini bisa terealisasi juga atas dukungan para distributor bahan pokok yang ada di Batam. Karena itu harga-harga bahan pokok yang dijual di Pasar TPID nantinya akan menjadi acuan.

“Pasar lain harus lihat harga di sini. Tak boleh naikkan jauh dari sini. Ini yang jadi kontrolnya. Di tempat yang jualan juga kami tulis harga-harganya. Sehingga semua komoditas terpantau,” kata Gustian, Sabtu (22/9).

Ia mengatakan, Pasar TPID Batam ini merupakan yang kedua di Indonesia, setelah Yogyakarta. Namun menurut Gustian, Pasar TPID Batam lebih lengkap dibanding yang pertama. Karena menggandeng seluruh distributor bahan pokok yang ada di Batam.

Kehadiran pasar TPID ini diharapkan bisa membantu pemerintah dalam mengendalikan tingkat inflasi di Kota Batam. Komoditas bahan pokok di pasar ini akan dijual dengan harga lebih murah dari pasar lain, karena dipasok langsung dari tangan distributor. Sehingga memotong rantai distribusi yang menyebabkan kenaikan harga.

“Semua distributor kami kumpulkan satu per satu, sehingga kami tahu berapa jumlah distributor beras, minyak, dan sebagainya. Selama ini mereka mengendalikan harga. Setelah pertemuan berkali-kali ternyata harga ini bisa disepakati bersama. Ini akan diterapkan di Pasar TPID,” ujarnya.

Total ada 60 pedagang dari 15 jenis distributor. Pasar TPID ini nantinya akan menyediakan berbagai kebutuhan pokok. Seperti beras, gula, minyak, daging, telur, hingga sayur-mayur, dan ikan.

“Karena ini langsung dari distributor dan petani binaan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, maka harganya lebih murah dari pasar lain,” ujarnya.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengatakan, pasar ini akan menjadi acuan bagi pasar lain dalam penerapan harga jual bahan pokok. Pasar TPID ini dibentuk untuk kontrol harga. Agar harga sembako terkontrol, sehingga terjangkau masyarakat.

“Nanti Disperindag Kota Batam yang akan melakukan pengawasan,” kata Rudi.

Ia menjelaskan pedagang di pasar ini adalah distributor langsung. Dan diberikan gratis tanpa sewa selama dua tahun. Hanya membayar tagihan listrik dan air untuk lapak masing-masing.

“Karena tidak sewa jadi harga bisa ditekan. Mudah-mudahan membantu masyarakat. Pasar ini untuk Batam Kota. Induknya sementara di sini,” katanya.

Pada kesempatan tersebut ia mengucapkan terima kasih kepada asosiasi distributor bahan pokok yang telah bersedia menjual dengan harga dasar. Kalaupun ada keuntungan, tidak terlalu besar.

“Bapak-bapak sudah membantu Pemko Batam, ikut menyelesaikan masalah 300 ribu saudara kita yang ada di ekonomi bawah. Tugas kita bersama untuk menjaga supaya Batam terkendali aman damai,” ujarnya.

Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB, Diah Natalisha mengapresiasi dibentuknya Pasar TPID tersebut. Menurutnya ini merupakan contoh inovasi daerah dalam hal pelayanan publik.

“Kami bersyukur dan mengapresiasi sehingga muncul inovasi baru dari sektor perdagangan yaitu pasar TPID. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi pengendali tingkat inflasi di Kota Batam. Dan diharapkan mampu menjadi trigger dari sektor lainnya. Minimal 1 tahun berjalan dapat diikutsertakan dalam kompetisi inovasi pelayanan publik,” kata Diah. ahmad rohmadi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com