SINDOBatam

Terbaru Metro+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Wali Kota Terima Bantuan dari 212 Mart

  • Reporter:
  • Rabu, 18 Juli 2018 | 15:01
  • Dibaca : 140 kali
Wali Kota Terima Bantuan dari 212 Mart
Wali Kota Batam Muhammad Rudi. Foto Agung Dedi Lazuardi.

BATAM KOTA– Bantuan masih mengalir untuk korban kebakaran permukiman liar Kelurahan Belian yang mengungsi di posko Gedung Bersama Pemko Batam. Yang terbaru, gerai minimarket 212 menyerahkan bantuan yang diterima Wali Kota Batam Muhammad Rudi, Selasa (17/7/2018).

Bantuan berupa bahan pokok senilai Rp12.400.000. Bahan pokok berupa beras, gula dan minyak goreng. Bantuan diserahkan Syafri, perwakilan 212 Mart Kota Batam.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengapresiasi bantuan 212 Mart yang dipastikan bisa meringankan beban korban kebakaran.

“Terima kasih kepada 212 Mart yang telah memberikan bantuan. Semoga dengan sumbangan ini akan dilipatgandakan rejekinya,” kata Rudi, kemarin.

Rudi berpesan seluruh sumbangan yang diterima langsung diserahkan kepada panitia. “Harus transparan ini sumbangan dari masyarakat untuk saudara kita di sini. Satu pun tidak boleh keluar dari sini,” ujar dia.

Terkait relokasi sementara untuk korban kebakaran tersebut, Rudi mengatakan masih mencari tempat. “Masih dicari Gustian (Kepala DPM). Untuk relokasi sementara masyarakat meminta di sekitar sini, karena dekat dengan sekolah anak-anak mereka,” sambung Rudi.

Sementara untuk lahan pemanen sebagai tempat tinggal korban kebakaran itu, Rudi mengatakan masih dikoordinasikan dengan BP Batam.

“Masih dicari Aspawi Nangali (kepala dinas pertanahan) untuk lahan permanennya. Tadi saya bilang semoga ada hikmah dibalik semua ini, kira-kira itulah,” ujar Rudi.

Jika lahan permanen sudah didapat, Rudi mengatakan masyarakat harus pindah dan untuk kepindahan sekolah anak-anak korban kebakaran akan dibantu oleh Pemko Batam.

“Jika lahan permanen dapat di manapun akan dipindahkan. Untuk sekolah akan dipindahkan, kami yang mengurus dan akan panggil Kepseknya,” ujar Rudi.

Berdasarkan data dari Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Batam, korban kebakaran permukiman Belian atau biasa disebut ruli Beverly, berjumlah 556 jiwa terdiri dari 191 kepala keluarga.
Mereka akan ditampung selama tujuh hari di posko pengungsian Gedung Bersama Batam Centre.

Seragam Sekolah

Dalam kesempatan lain, Rudi juga menyerahkan bingkisan berupa seragam sekolah untuk 540 anak yang menghuni Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) dan anak jalanan di Top 100 Tembesi, Selasa (17/7). Seragam diberikan untuk anak SD, SMP dan SMA.

Dalam sambutannya, Rudi menitipkan para anak yatim piatu kepada pengurus LKSA atau panti asuhan agar betul-betul merawat anak-anak tersebut. Apa yang dilakukan oeh pengurus panti asuhan merupakan pekerjaan mulia dan akan mendapat balasan dihari kemudian.

“Jika kita mampu mendidik anak yatim maka surga buat kita. Apa yang menjadi hak anak yatim jangan satu rupiah pun tidak diterima oleh anak-anak itu,” kata Rudi.

Pemberian bingkisan itu, kata dia, merupakan kebersamaan pemerintah bersama masyarakat. Pemko Batam, menurut dia, tidak bisa memberikan bantuan secara penuh karena keterbatasan anggaran. Sehingga bantuan diberikan kepada LKSA yang sudah terdata dan jelas kepengurusannya.

“Ini karena proses penyaluran bantuan sosial sudah menggunakan sistem nontunai. Data harus jelas, nama dan alamat jelas,” ujarnya.

Dia juga berharap ke depan instansi vertikal di Batam menggunakan sistem nontunai dan nantinya Pemko Batam berencana mengeluarkan peraturan nontunai. Oleh tim Kopsurgah KPK, Pemko Batam juga menjadi contoh pengelolaan keuangan untuk kabupaten/kota di Kepri. “Saya ingin Pemko menjadi contoh yang baik dalam pengelolaan keuangan dan administrasi,” kata dia. iwan sahputra

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com