SINDOBatam

Terbaru Spirit+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Wanita Muda dengan Tarif Rp2 Juta

  • Reporter:
  • Selasa, 10 September 2019 | 09:15
  • Dibaca : 564 kali
Wanita Muda dengan Tarif Rp2 Juta
Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol S Erlangga didampingi Wadir Reskrimum Polda Kepri AKBP Arie Dharmanto dan Kasubdit IV Ditreskrimum Kompol Dhani Catra Nugraha menunjukkan buku catatan tarif saat mengekspos kasus perdagangan orang di Mapolda Kepri, Senin (9/9). /DICKY SIGIT RAKASIWI

BATAM – Polda Kepri membongkar praktik perdagangan manusia dengan modus perekrutan melalui aplikasi Beetalk, Line dan Facebook. Dari kasus ini ditetapkan dua tersangka.

Kabid Humas Polda Kepulauan Riau (Kepri) Kombes Pol S Erlangga mengatakan, melalui nomor telepon yang tercantum dalam media sosial itu, tersangka menghubungi korban dan menawarkan pekerjaan pemandu lagu dan terapis spa.

“Namun (kenyataannya) dipekerjakan sebagai pekerja seks komersial (PSK) dan ditampung oleh tersangka A di Komplek Villa Garden 58A Kelurahan Kapling Kecamatan Tebing Kabupaten Karimun,” kata dia, Senin (9/9).

Aparat Kepolisian mengamankan 31 korban perdagangan orang yang terdiri atas wanita berusia 19 tahun sampai 28 tahun dalam kasus itu. Para korban dijadikan PSK dengan tarif Rp600 ribu sampai Rp2 juta.

Polda Kepri juga meringkus dua tersangka, Akui alias Papi Asi (40) sebagai penampung dan Depri Priatna alias Fahllen (19) sebagai perekrut. Depri yang melakukan perekrutan diamankan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Aparat menjemput langsung tersangka dari Desa Cingondewahilir, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dan dibawa ke Polda Kepri.

Dari tersangka Depri aparat Kepolisian mengamankan satu unit telepon seluler dan satu buku rekening tabungan. Dari tersangka Akui, diamankan dua buku catatan tarif transaksi, satu buku catatan utang, uang tunai Rp15.500.000, satu buku absensi korban dan satu unit telepon seluler.

“Tersangka dijerat dengan pasal 2 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang dan pasal 55 KUHP,” kata dia.

Tersangka diancam hukuman paling singkat tiga tahun paling lama selama 15 tahun kurungan dan denda paling sedikit Rp120.000.000 dan paling banyak Rp600.000.000.000.

dicky sigit rakasiwi/ant

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com