SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Warga Anambas Boros Air

  • Reporter:
  • Jumat, 7 September 2018 | 14:36
  • Dibaca : 103 kali
Warga Anambas Boros Air
ilustrasi

ANAMBAS – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Sarana dan Prasarana Air Minum (SPAM) Kecamatan Siantan menilai kurangnya kesadaran masyarakat untuk menghemat air bersih.

Sudah sering petugas SPAM melihat air disalurkan banyak yang terbuang seperti disengaja oleh masyarakat. “Setiap pagi kami survey ke lapangan, untuk memastikan setiap rumah teraliri air. Namun fakta di lapangan, banyak masyarakat yang tidak memiliki daya tampung banyak, sehingga air sering terbuang,” kata Pelaksana Harian (Plh) UPT SPAM Kecamatan Siantan, Zulkarnain, Kamis (6/9/2018).

Zul mengakui, selain masalah air yang terbuang, masyarakat juga kerap didapati menggunakan mesin penghisap (sanyo) ketika air dialirkan. Alasannya masyarakat takut tak kebagian air bersih sehingga berdampak kepada masyarakat lainnya yang tak kebagian. Pihaknya sudah mengimbau agar masyarakat tidak menggunakan mesin penyedia air namun tidak diindahkan oleh warga.

“Padahal tanpa mesin, semua masyarakat kebagian. Ketika mesin penghisap hidup, berdampak pada masyarakat yang lain. Ini menjadi dilema bagi kami, karena belum ada sanksi bagi pengguna mesin. Acuan kami untuk menindak juga belum ada,” jelasnya.

Zul menambahkan, mengubah pola masyarakat untuk menggunakan air bersih seperlunya harus dibuat regulasi seperti Perda maupun Perbub. Menurutnya apabila air sering terbuang, juga akan berdampak pada debit air yang sangat terbatas sebagai daerah kepulauan.

Zul menguraikan, pihaknya sudah menghitung keperluan air perjiwa sebanyak 90 liter per hari atau 1 ton air per kepala keluarga (KK). Kebijakan tersebut untuk memeratakan pembagian air. Sementara jika dihitung perkubik dengan harga Rp6.500. Namun sampai saat ini belum ada pungutan terhadap masyarakat karena regulasi yang belum ada.

“Agar masyarakat kebagian, kita harus melepaskan 12.000 ton per hari, tetapi kita hanya mampu 900 ton. Oleh karena itu pembagiannya kita buat perzona, hanya mengalir 2 kali dalam sehari. Daya tampung tangki kita juga hanya 900 ton,” ujarnya.

Dia menyinggung, meski sudah satu tahun serah terima dengan kontraktor pemenang lelang pembangunan SPAM, masih kerap terjadi pipa pecah. Bahkan pihaknya masih sering mengganti pipa yang pecah dan turun kelapangan pada malam hari demi kebutuhan air masyarakat. jhon munthe

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com