SINDOBatam

Terbaru Metro+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Warga Bagansiapiapi Gelar Ritual Bakar Tongkang

  • Reporter:
  • Sabtu, 20 Juli 2019 | 12:03
  • Dibaca : 95 kali
Warga Bagansiapiapi Gelar Ritual Bakar Tongkang
Tradisi bakar tongkang digelar warga Tionghoa asal Bagansiapi-api di Klenteng Cetya U Pho Sakadarma, Baloi, Jumat (19/7). f romi kurniawan

LUBUKBAJA – Warga Tionghoa asal Bagansiapiapi, Rokan Hilir, Riau menggelar ritual bakar tongkang di Klenteng Cetya U Pho Sakadarma, Baloi. Bakar tongkang secara turun-temurun diyakini merupakan ritual untuk memperingati hari ulang tahun Dewa Kie Ong Ya, dewa pelindung masyarakat setempat.

Ritual bakar tongkang dihadiri langsung Wakil Bupati Rokan Hilir Jamiludin dan ratusan warga perantau Bagansiapiapi di Batam. Wakil Bupati Rokan Hilir, Jamiludin mengatakan, secara historis, upacara ini merupakan sebuah penanda untuk memperingati hikayat asal-muasal Kota Bagan.

“Dulunya, menurut kisah yang berkembang, sejumlah pengembara asal Fujian, Cina, melakukan pelayaran untuk memperbaiki keadaan ekonomi. Di tengah perantauan, mereka diombang-ambingkan gelombang hingga tak tahu arah,” ujarnya, Jumat (19/7).

Lanjut Jamiludin, sewaktu diliput ketakutan, para pengembara berdoa kepada Dewa Kie Ong Ya, hingga akhirnya muncul petunjuk berupa kunang-kunang yang mengantarkan rombongan itu sampai di bibir barat tepian Selat Malaka, yang sekarang disebut Kota Bagan.

“Delapan belas orang di kapal selamat. Secara kebetulan, mereka bermarga Ang. Keluarga besar Ang lantas membakar kapal yang ditunggangi dan berjanji tak bakal kembali ke kampung halamannya lantaran ingin menetap di tanah yang mereka pijak selepas lolos dari gulungan ombak,” kata Jamiludin.

Sampai sekarang, warga keturunan Tionghoa asal Bagansiapiapi dipercaya menjadi nenek moyang warga Bagan. “Prosesi pembakaran kapal tongkang mengunakan uang Chainise, dimana uang ditumpuk di seluruh sisi kapal dan setelah itu dibakar,” ungkap Jamiludin.

Dengan adanya ritual bakar tongkang di Batam dapat melestarikan budaya Indonesia di Kepri, terutama di Kota Batam yang merupakan kota Pariwisata, hal itu dapat menarik wisatawan datang ke Batam.

“Tradisi bakar tongkang ini sudah yang ke-23 tahun digelar, dan di dalamnya terdapat cerita menarik ditemukannya daerah Bagansiapiapi,” katanya. romi kurniawan

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com