SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Warga Baloi Kebun Usir Pekerja dan Alat Berat, Ganti Rugi Tak Dibayar Pengembang

  • Reporter:
  • Selasa, 26 Maret 2019 | 15:12
  • Dibaca : 209 kali
Warga Baloi Kebun Usir Pekerja dan Alat Berat, Ganti Rugi Tak Dibayar Pengembang
Pekerja salah satu pengembang perumahan mengeluarkan alat berat dari kawasan Baloi Kebun, setelah aktivitas pekerjaan ditolak warga setempat, Senin (25/3). f agung dedi lazuardi

LUBUKBAJA – Puluhan warga yang tinggal di pemukiman Baloi Kebun mengusir pekerja yang mengoperasikan alat berat di area pemukiman mereka, Senin (25/3) pagi.

Tak hanya menghentikan paksa operasional alat berat seperti ekskavator. Sejumlah warga Baloi Kebun juga meminta pekerja agar alat berat untuk dikeluarkan menjauhi Baloi Kebun.

Emosi warga bukan tanpa alasan mengusir para pekerja dan meminta alat berat untuk dikeluarkan. Sebab, salah satu pengembang ternama di Batam yang tahun lalu berjanji akan membayar semua ganti rugi ke warga Baloi Kebun, tak menepati janjinya.

“Kami minta alat berat ini harus segera dibawa pulang. Kalau tidak, kami yang akan turun tangan,” kata salah seorang warga Baloi Kebun, Alfons Kleden.

Menurut dia, boleh saja pengembang membawa alat berat dan melakukan pekerjaan, asalkan mereka selesaikan dulu tanggungjawabnya membayar ganti rugi kepada warga.

Padahal, lanjutnya, BP Batam sudah membuat berita acara atau surat perjanjian kalau pengembang belum menyelesaikan pembayaran ganti rugi, maka tidak boleh ada pekerjaan di kawasan lahan Baloi Kebun. “Sebelum ada ganti rugi, jangan harap pengembang itu bisa melakukan pekerjaannya di Baloi Kebun,” terangnya.

Untuk diketahui, lahan yang akan dilakukan pengerjaan oleh salah satu pengembang ternama di Batam itu seluas 8,6 hektare. Lahan ini adalah milik Anton, warga Baloi Kebun yang dijanjikan oleh salah satu pengembang, akan dibelinya atau diganti rugi.

Namun hampir setahun ganti rugi belum dibayarkan ke warga Baloi Kebun, bahkan pengembang mendadak memasukkan alat berat ke Baloi Kebun untuk dilakukan pengerjaan pembuatan jalan.

Pantauan KORAN SINDO BATAM di lokasi, beberapa pekerja memilih mengemasi peralatan kerjanya serta mengeluarkan dari kawasan Baloi Kebun. Begitu juga dengan sejumlah alat berat seperti ekskavator juga dibawa pergi untuk menghindari bentrok dengan warga. agung dedi lazuardi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com