SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Warga Bukit Belah Protes Data Penerima Rastra

  • Reporter:
  • Kamis, 16 Mei 2019 | 13:43
  • Dibaca : 81 kali
Warga Bukit Belah Protes Data Penerima Rastra
Gudang Beras Bulog Kabupaten Lingga di Dabo Singkep. /jamariken tambunan

LINGGA– Warga Desa Bukit Belah Kecamatan Singkep Barat, mempertanyakan perubahan data penerima Beras Sejahtera (Rastra).

Akibat perubahan data tersebut, saat ini beberapa warga yang tidak mampu tidak lagi menerima beras. Ironisnya, saat ini malah ada warga tergolong sejahtera yang sudah mendapatkan bantuan sosial lain terdata sebagai penerima Rastra. “Banyak warga tidak mampu yang sudah janda malah dicoret dari penerima Rastra. Malah ada warga yang susah menerima bantuan bea siswa dan masih memiliki tulang punggung keluarga masuk daftar penerima Rastra,’ kata Marliana salah seorang warga Rabu, (15/5).

Ia menduga ada permainan dari perangkat desa setempat yang merubah data penerima Rastra tanpa dilakukan musyawarah desa. Hal ini tentu membuat kecewa warga tidak mampu yang sebelumnya menerima Rastra.

“Jelas kami kecewa dengan kebijakan ini. Bukan persoalan besaran nilai bantuan, namun caranya, main coret nama penerima tanpa dilakukan musyawarah ini yang menjadi persoalan,” katanya kesal.

Kepala Desa Bukit Belah, Edi Sumantri, membantah pihak desa yang merubah data penerima Rastra. Penyaluran Rastra dilakukan, berdasarkan data yang dikeluarkan Dinas Sosial Kabupaten Lingga.

“Bukan kami yang merubah data.Justru kami telah mengajukan keberatan ke Dinas Sosial bahwa data penerima Rastra yang kami terima tidak sesuai dengan kondisi di lapangan” kata Edi.

Dilanjutkan Edi, data penerima Rastra yang dikeluarkan Dinas Sosial merupakan data warga yang sudah lama. Data tersebut merupakan data saat Desa Bukit Belah belum dimekarkan.

“Data yang kami terima untuk penerima Rastra adalah data saat desa ini masih bergabung dengan Desa Kuala Raya,’ kilah Edi.

Edi menegaskan, kesalahan data penerima Rastra ini susah dimusawarahkan ditingkat desa. Hasil musyawarah akan ditindaklanjuti dengan mengirimkan data warga yang layak menerima Rastra ke Dinsos Lingga.

“Dalam musyawarah juga dihadiru perangkat Babinsa dari TNI dan Bhabinkambtimas dari kepolisian. Saya rasa untuk selanjutnya sudah tisak ada peraoalan lagi,” sebut Edi.

Sementara itu Keoala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Lingga, Nurmadiyah, mengaku, persoalan data penerima Raskin di Kabupaten Lingga adalah persoalan krusial yang hingga saat ini belum ditanggapi Kementerian Sosial. Murmadiyah mengaku, telah berkali-kali setiap ada Rakor bersama Kementerian untuk mendudukkan perosalan ini.

“Persoalan data terbaru selaku kami bicarakan bila ada Rakor bersama. Namun belum juga terdapat perubahan,” ucapnya.

Namun, kata Nurmadiyah, pihak dia melalui musyawarah desa bisa mengambil kebijakan merubah penerima Rastra. Perubahan ini merupakan keputusan musyarwarah yang ada berita acara.

“Bisa diambil kebijakan asal diputuskan bersama dalam musyawarah desa. Tidak perlu menunggu perubahan data dari Kementerian Sosial,” imbuhnya. jamariken tambunan

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com