SINDOBatam

Terbaru Spirit+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Warga Lingga Tolak Tambang Timah Laut

  • Reporter:
  • Senin, 14 Januari 2019 | 09:39
  • Dibaca : 371 kali
Warga Lingga Tolak Tambang Timah Laut
ilustrasi

LINGGA – Warga Desa Posek Kecamatan Posek menolak aktivitas pertambangan timah laut. Sikap tersebut disampaikan karena area laut di Kecamatan Posek merupakan wilayah tangkap nelayan.

“Sudah tiga kali perwakilan perusahaan mendatangi warga untuk meminta persetujuan agar dapat melakukan pertambangan timah diperairan kami. Namun kami tidak pernah mengizinkan karena perairan yang akan ditambang merupakan sumber pencarian warga,” kata Ketua RT di Desa Posek, Ebet, kemarin.

Ia mengatakan, warga tidak pernah dimintai persetujuan dan pemberitahuan adanya aktivitas pertambangan timah. Sementara, perusahaan telah mendapatkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang diterbitkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri.

“Kami ini memang buta hukum, tapi kami akan berontak jika pihak perusahaan tetap melakukan pertambangan diperairan kami,” katanya.

Saat ini, kata dia, perusahaan tetap melanjutkan aktivitas pertambangan dan tidak memperdulikan keluhan dari warga setempat. “Informasi terakhir mereka tetap akan melakukan pertambangan meski tidak mengantongi izin dari masyarakat,” ujarnya.

Ebet mendapatkan informasi, bahwa perusahaan mendapatkan izin tambang timah yang dtkeluarkan pada 2016 lalu itu di perairan Kecamatan Singkep Barat.

“Meski tidak mengerti hukum tapi aneh jika wilayah dalam IUP tersebut di Kecamatan Singkep Barat. Sedangkan perairan yang akan ditambang masuk wilayah kecamatan Posek Kepulauan,”ujarnya.

Ia berharap, Pemprov Kepri dan Pemkab Lingga serta DPRD Kabupaten Lingga dapat mendengar keberatan warga Posek terkait aktivitas tambang timah laut ini. “Kami minta Pemprov Kepri yang mengeluarkan IUP bisa menarik kembali IUP yang dikeluarkan. Kalau aktivitas penambangan timah tetap dilanjutkan maka 70 persen warga Posek yang bergantung dengan hasil dari nelayan akan kehilangan mata pencaharian,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Desa (Kades) Posek, Masmin membenarkan perusahaan tersebut sudah memiliki IUP. “Dan sudah kita lihat, namun terkait dapat kerja atau tidak terpulang kepada masyarakat. Kalau masyarakat mengizinkan kita dukung dan juga kalau masyarakat menolak, kita juga menolak,” ujarnya. jamariken tambunan

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com