SINDOBatam

Terbaru Spirit+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Warga Malang Rapat Minta SPAM Dioperasikan

  • Reporter:
  • Jumat, 2 Juni 2017 | 13:38
  • Dibaca : 169 kali
Warga Malang Rapat Minta SPAM Dioperasikan
Bangunan SPAM di Desa Malang Rapat tak terawat dan belum difungsikan sejak dibangun pada 2013 silam.novel m sinaga

GUNUNG KIJANG – Sistem penyediaan air minum (SPAM) di Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang tidak berfungsi sejak dibangun pada 2013 silam. Bantuan pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Perumahan Rakyat (PUPR) tersebut dinilai mubazir karena tidak memberikan manfaat bagi masyarakat setempat. Bukan itu saja, karena tidak diungsikan, kondisi SPAM tidak terawat dan banyak rumput ilalang tumbuh di sekitar bangunan.

Sedikitnya 150 kepala keluarga di RT01 dan RT02 di wilayah RW01 Desa Malang Rapat telah dipasangi pipa saluran dari bangunan SPAM. Namun, hingga kini mereka tidak pernah menikmati setetes air pun dari proyek bernilai ratusan juta rupiah tersebut.

“Disalurin pipa tetapi airnya tidak pernah mengalir. Terus apa fungsi SPAM dan pipa,” keluh Sakri, salah seorang warga setempat kepada KORAN SINDO BATAM, Kamis (1/6).

Akibat SPAM tidak berfungsi, warga terpaksa mengandalkan air sumur yang notabene mengandung kadar garam tinggi. “Daerah sini kan dekat dengan laut, jadi kadar garamnya tinggi. Kalau airnya dimasak akan muncul karang-karang gitu dan tidak layak dikonsumsi,” katanya.

Untuk mendapatkan air bersih, warga harus mengambil air ke daratan lebih tinggi yang lokasinya jauh dari perumahan. “Kalau untuk air minum ambil ke sumur warga di RT 03. Lokasinya agak jauh dari rumah kami,” terangnya.

Sakri berharap pihak pemerintah segera menyelesaikan permasalahan warga di tempatnya, agar kebutuhan air bersih yang layak konsumsi dapat terpenuhi. “Harapan kita, SPAM itu segera dioperasikan,” ujar mantan Kepala Desa Malang Rapat tersebut.

Menurut dia, bangunan SPAM di desanya, hingga kini belum pernah diserah terimakan baik oleh pemerintah pusat dan juga pihak kontraktor kepada pihak Pemkab Bintan. Kondisi tersebut membuat Pemkab belum dapat mengoperasikan SPAM.

“Mungkin karena bangunan SPAM belum diserahterimakan ke pemerintahan setempat sehingga tidak bisa dioperasikan,” ujarnya.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com