SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Warga Marina Minta Kolam Galian Maut Ditutup

  • Reporter:
  • Rabu, 26 Juni 2019 | 15:50
  • Dibaca : 86 kali
Warga Marina Minta Kolam Galian Maut Ditutup
ilustrasi

SEKUPANG – Peristiwa tenggelamnya tiga bocah kakak beradik di kolam bekas galian di Marina sepekan yang lalu masih jadi perhatian serius masyarakat sekitar. Masyarakat berharap instansi pemerintah mengusut tuntas siapa dan apa tujuan penggalian kolam yang disebut kolam maut tersebut.

Harapan dan permintaan warga ini sudah disampaikan ke pihak kepolisian, kelurahan, kecamatan dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam sejak peristiwa nahas tersebut terjadi, namun sampai Selasa (25/6) belum ada penanganan yang serius. Tanggapan baru sebatas pengecekan oleh pihak DLH dan pemasangan spanduk peringatan di lokasi kolam oleh kelurahan. Siapa dan untuk apa kolam tersebut dibuat belum ada kepastian, sehingga masyarakat melalui perangkat RT/RW dan lurah setempat mendatangi Kantor DPRD Batam untuk segera ditindaklanjuti.

“Bukan maksud apa-apa, ini untuk keamanan lingkungan sekitar. Kalaupun kolam itu dibutuhkan atau penting bagi mereka yang membuat ya setidaknya dibuat pengamanan seperti pagar atau semacamlah. Jangan dibiarkan begitu saja sehingga jadi jebakan maut bagi anak-anak kami di sini,” kata Arnol, salah seorang warga Marina.

Senada disampaikan Endi, perwakilan keluarga tiga bocah yang tenggelam yang berharap agar kolam-kolam serupa di sekitar pemukiman warga sebaiknya ditutup kembali jika tidak digunakan lagi. Kolam serupa cukup banyak di wilayah Marina sehingga perlu penanganan serius dari instansi pemerintah terkait. “Siapapun yang punya kolam kami tak persoalkan, asalkan safety (aman). Kolam yang kejadian itu sudah lama dibiarkan begitu saja. Entah fungsinya untuk apa tak jelas. Ini sangat berbahaya bagi anak-anak yang belum mengerti seperti tiga anak kami ini,” kata Endi.

Lurah Tanjungriau Agus Sofyan juga sependapat dengan harapan masyarakat. Pihaknya berupaya untuk memenuhi permintaan masyarakat dengan mendatangkan petugas dari DLH ke lokasi untuk melacak siapa pemilik lahan di atas kolam tersebut. Tidak itu saja, Agus juga mendampingi warganya ke Kantor DPRD Batam untuk bahas persoalan tersebut. “Sore ini (kemarin) hearing ke Dewan. Harapan sama seperti warga agar ini ditindak lanjuti. Sudah banyak korban dengan keberadaan kolam-kolam galian ini,” ujar Agus. ahmad nusur

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com