SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Warga Tak Perlu Antre Bikin Paspor

  • Reporter:
  • Senin, 6 Agustus 2018 | 10:31
  • Dibaca : 137 kali
Warga Tak Perlu Antre Bikin Paspor
Pegawai Imigrasi Karimun memeriksa data calon pemohon yang akan melakukan perekaman data di Kantor Imigrasi Karimun, beberapa waktu lalu. f ricky robiansyah

KARIMUN – Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun Mas Arie Yuliansyah Dwi Putra mengatakan, masyarakat tidak perlu susah antre dalam mengurus paspr dan bisa mengatur jadwal wawancara sesuai jadwal yang ada.

“Ini merupakan suatu terobosan pelayanan keimigrasian. Setelah melalui beberapa proses penyempurnaan dan sekarang APM genap berusia satu tahun. Kegiatan ini juga untuk mensosialisasikan APM ke masyarakat,” ujarnya saat sosialisasi APM di Putri Kemuning Coastal Area Tanjungbalai Karimun, Minggu (5/8).

Menurut dia, APM dirancang untuk mempermudah pelayanan pembuatan paspor. Penggunaan APM dapat mempermudah masyarakat dalam pengajuan paspor. Pemohon paspor dapat langsung datang ke tempat-tempat APM yang telah disediakan.

“Seperti di Kecamatan Moro, Tanjungbatu dan Kantor Imigrasi kelas II Tanjungbalai Karimun. Dengan menggunakan APM masyarakat tidak lagi harus mengantre dan dapat menyesuaikan waktu wawancara sesuai jadwal yang ada,” katanya

Sedangkan untuk kendala saat ini terkait penggunaan APM belum secara menyeluruh tersosialisasi ke masyarakat. Pasalnya masih ada masyarakat yang belum terbiasa menggunakan teknologi seperti ini.

“Untuk nilai human erorr-nya tidak sampai satu persen. Kendala kami yang paling besar adalah masalah listrik dan kendala jaringan. Pasalnya jaringan di Karimun belum maksimal, karena kami sangat tergantung dengan jaringan internet,” kata Arie.

Ia menambahkan, penggunaan APM di Kepri baru dilaksanakan di Tanjugbalai Karimun dan Kota Batam. Selain itu, Provinsi lain seperti Kota Bandung, Jawa Barat juga telah mengadopsi atau mencontoh APM yang ada di Karimun secara menyeluruh.

“Seluruh Indonesia baru tiga daerah yang menerapkan. Ke depan kami harapkan ini bisa diterapkan di seluruh kanim di Indonesia,” katanya.

Kegiatan senam sehat sekaligus sosialisasi APM diikuti ratusan masyarakat Karimun. Kanim Kelas II Tanjungbalai Karimun menyediakan door prize kepada peserta senam untuk memeriahkan satu tahun penggunaan APM di Karimun.

Sebelumnya, Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun mengembangkan aplikasi Anjungan Paspor Mandiri (APM) dengan menambahkan fitur webcam pada setiap mesin yang ada gerai APM di Karimun dan Kundur. Penambahan fitur ini untuk mencegah terjadinya percaloan pengurusan paspor melalui pihak ketiga.

Kepala Kantor Imigrasi (Kakanim) Kelas II Tanjungbalai Karimun, Mas Arie Yuliansyah Dwi Putra mengatakan, APM merupakan sistem yang dirancang untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat, khususnya Kabupaten Karimun dalam meningkatkan pelayanan pemohonan paspor.

Penambahan fitur pada mesin APM memiliki beberapa manfaat, antara lain dapat mengatasi calo atau memastikan pengguna APM adalah benar pemohon paspor itu sendiri.
“Kami terus memberikan inovasi- inovasi dalam mengembangkan APM ini. Penambahan fitur webcam mencegah terjadinya pencaloan dalam pembuatan paspor,” ujarnya di Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun, Senin (16/7).

Dalam teknis penggunaannya, webcam pada mesin APM akan mengambil foto pengguna saat melakukan pendaftaran paspor. Foto yang telah terekam selanjutnya akan digunakan untuk memastikan bahwa benar pengguna merupakan pemohon paspor. “Bagi pemohon yang tidak mendaftarkan paspor sendiri, petugas akan mewawancarai lebih lanjut pemohon. Apabila ditemukan indikasi adanya percaloan, maka selanjutnya permohonan akan ditolak,” kata Arie.

Penggunaan mesin APM dalam pembuatan paspor di Kabupaten Karimun telah terealisasi sebanyak 60 persen. Dari 14.000 pemohon pembuatan paspor, 9.000 di antaranya diakses melalui mesin APM. ricky robiansyah

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com