SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Warga Tanjunguma Mengadu ke Haripinto

  • Reporter:
  • Senin, 12 Juni 2017 | 13:35
  • Dibaca : 203 kali
Warga Tanjunguma Mengadu ke Haripinto
Warga Tanjunguma mengadu ke Haripinto dalam buka puasa bersama di de Patros.

SINDOBATAM – Warga Tanjunguma menuntut BP Batam segera dibubarkan agar dualisme kepemimpinan di Batam berakhir. Permintaan ini disampaikan kepada Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Kepri Haripinto Tanuwidjaya dalam buka puasa bersama di De Patros Cafe Seafood, Harbourbay, Sabtu (10/6/2017).

Selain itu, ratusan warga yang hadir juga meminta pungutan uang wajib tahunan otorita (UWTO) dihapus. Menurut warga, pungutan UWTO sangat memberatkan karena masyarakat juga dibebani dengan pajak bumi bangunan (PBB) yang ditarik Pemko Batam.

“Kami sangat terbebani dengan adanya dualisme kepemimpinan di Kota Batam. Cukup satu saja yang mengelola pemerintahan di Batam ini,” pinta ketua RW Tanjungtritip Memed.

Dalam kesempatan itu, warga juga meminta proyek gardu induk PLN di Tanjunguma dihentikan. Menurut Memed, proyek tersebut dikhawatirkan menimbulkan radiasi yang membahayakan warga sekitar. Penggusuran warga untuk proyek listrik tersebut juga disesalkan karena secara perlahan akan mengikis wilayah Kampung Tua Tanjunguma. “Semoga Pak Haripinto bisa menjembatani jeritan rakyat Tanjunguma ke pemerintah pusat,” harapnya.

Menanggapi keluhan warga, Haripinto mengatakan, dirinya telah memperjuangkan aspirasi masyarakat Batam kep pemerintahan pusat. Salah satunya yang terbaru adalah mengusulkan revisi terkait kenaikan tarif UWTO untuk perumahan rakyat dan itu berhasil. Menurut dia, pembubaran BP Batam dan penghapusan UWTO butuh mekanisme yang panjang dan rumit. Karena, kata dia, pemerintah pusat harus mengubah undang-undang terkait dua hal tersebut. Namun, dirinya tetap mencatat dan menampung semua aspirasi rakyat.

“Kami tampung aspirasi masyarakat, semoga dengan acara ini keluhan mereka bisa tersampaikan,” kata Haripinto.

Menurut dia, acara ini seperti ini perlu dilakukan secara rutin, tidak hanya di bulan ramadan. Namun bisa dilakukan di waktu lain. “Acara-acara inilah yang perlu. Karena mereka bisa menyampaikan aspirasi,” ujarnya.

Oleh sebab itu, Harifinto sendiri sangat berterima kasih dengan antusiasnya masyarakat Tanjunguma yang bisa hadir pada kegiatan buka bersama. “Ini silatuharami rutin yang kami bangun bersama masyarakat, saya berharap bisa lebih dekat dengan mereka,” katanya.

Sementara Alimson, salah seorang warga Tanjunguma mengucapkan banyak terima kasih kepada Haripinto yang telah mengundang berbuka bersama dan mempererat tali silatuhrami dengan warga.

“Ini ajang silatuhrami sekalian kami menyampaikan aspirasi dan keluhan. Memang beliau sudah sering mengundang kami di acara seperti ini untuk membantu masyarakat di tingkat bawah,” katanya.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com