SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Waspada Cuaca Buruk saat Melaut

  • Reporter:
  • Senin, 15 Oktober 2018 | 09:04
  • Dibaca : 261 kali
Waspada Cuaca Buruk saat Melaut
Kondisi MV VOC Batavia rusak di bagian lambung kiri usai tabrakan dengan MT Pacific Crown di Perairan Bintan, Kamis (11/10). (inset) sejumlah penumpang terlihat panik. /IST

PINANG – Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang mengimbau kepada pengusaha pelayaran dan nelayan mewaspadai cuaca buruk. Sebab, kondisi akhir-akhir ini rawan akan kecelakaan pelayaran yang berpotensi membahayakan saat melaut.

“Kondisi cuaca akhir-akhir ini patut diwaspadai. Sudah ada beberapa kejadian kecelakaan pelayaran,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang Budi Cahyadi, Minggu (14/10).

Dengan peristiwa tersebut, Budi menyarankan kepada nakhoda harus memahami dan menjalankan aturan berlayar, contohnya jika jalur tersebut adalah jalur kapal tanker maka waspadai keberadaan kapal tanker tersebut. Saat berlayar agar menggunakan alat komunikasi yang baik sebagai salah satu media penyampaian komunikasi antarkapal, misalnya saat hendak mendahului atau melintasi jalurnya harus diberitahu terlebih dahulu. Selanjutnya, untuk melengkapi alat keselamatan seperti life jacket, ring buoy, sekoci, alat pemadam api ringan (APAR) dan lain-lainnya.

“Alat komunikasi dan keselamatan harus lengkap saat berlayar,” ujar dia.

Lanjut, kata Budi, nahkoda harus melengkapi kapal dengan Emergency Positioning Indicator Radio Beacon (EPIRB) karena jika terjadi kecelakaan akan segera terdeteksi lokasi kejadiannya dan untuk kapal nelayan melengkapi dengan Vessel Monitoring System (VMS). Namun, yang paling penting harus mengikuti imbauan dan anjuran berlayar. Apabila tidak diizinkan berlayar, jangan memaksakan diri karena akan membahayakan semua orang yang ada di kapal tersebut.

“Pastikan kapal siap layar dengan dilaksanakan docking rutin kapal tersebut. Kepada masyarakat pengguna jasa transportasi laut komersil jangan lupa, pastikan nama kita dicatat petugas dengan tujuan memastikan manivest kapal yang akurat,” ujar dia.

Disinggung potensi kerawanan perairan di Kepri, Budi menyampaikan bahwa seluruh peraiaran di Kepri berpotensi terjadi kecelakaan. “Karena itu salah satu keunikan laut, siapapun dan di mana pun yang menggunakan laut sebagai sarana penghubung maka di situlah tempat potensi terjadinya kecelakaan,” kata Budi.

Seperti diketahui, beberapa kejadian kecelakan pelayaran yang terjadi di Kepri dalam sepekan terakhir seperti kecelakaan laut kapal MV Voc Batavia (feri rute Tarempa-Tanjungpinang) menabrak MT Pacific Crown (Kapal Super Tanker) di Laut lepas.

Kemudian Kapal cepat Puskesmas Keliling (Puskel) Desa Nyamuk, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepri tenggelam saat betolak dari Tarempa menuju Nyamuk. Kemudian, beberapa kejadian di Batam.

Terpisah, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tanjungpinang Dira Utama menyampaikan bahwa prakiraan cuaca Tanjungpinang dan Bintan hujan ringan-sedang (sesekali lebat) disertai petir, arah angin variabel, kecepatan angin 05-30 km per jam, suhu 23-29°C, kelembapan udara 76-98 %. Sementara ketinggian gelombang signifikan Perairan Tanjungpinang 0,2-0,8 m, Perairan Batam 0,2-0,8 m, Perairan Karimun 0,2-0,8 m, Perairan Bintan 0,2-1,0 m, Perairan Lingga 0,2-1,0 m, Perairan Anambas dan Natuna 0,5-1,5 m.

“Peringatan dini waspada potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang bila ditemui awan hitam pekat atau awan cumulonimbus,” kata Dira.

m bunga ashab

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com