SINDOBatam

Terbaru Spirit+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Waspada Dampak Kabut Asap

  • Reporter:
  • Kamis, 12 September 2019 | 09:12
  • Dibaca : 96 kali
Waspada Dampak Kabut Asap
Petugas dan warga memadamkan api di Desa Resang, Kecamatan Singkep Selatan, Selasa (10/9) sore. Hingga kemarin, BMKG masih menemukan satu titi api di Lingga. /JAMARIKEN TAMBUNAN

LINGGA – Badan Meteorologi, Klomatologi dan Geofisika (BMKG) memantau 7 titik api kebakaran lahan dan hutan (Karhutla) di Kepri, Rabu (11/9).

“Saat ini terdapat 7 hotspot yang terpantau di Kundur, Kabupaten Karimun dan Singkep Kabupaten Lingga,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam, Suratman.

Dari 7 titik api di Kepri, 6 di antaranya berlokasi di Kundur Kabupaten Karimun, dan hanya satu di Singkep Kabupaten Lingga.

Sementara itu, asap tebal menaungi langit Kota Batam, sejak Senin (9/9) dan hingga kini asap nampak semakin tebal. Menurut Suratman, asap yang menggantung di langit Batam bukan berasal dari Riau maupun Kalimantan, melainkan dari daerah lain di Kepri.

“Dari informasi satelit tentang sebaran asap, asap akibat karhutla di Pulau Sumatera dan Kalimantan tidak ada yang menyebar sampai ke Kepri,” kata dia.

Di Lingga, sebanyak 160 personil gabungan bersama warga memadamkan titik api di Desa Resang, Kecamatan Singkep Selatan, Selasa (10/9) sore.

Pemadaman api tersebut dipimpin langsung Kapolsek Dabo Singkep Iptu Ahmad Wahyudi bersama dengan Kabid Perda Satpol PP, Febrizal Taupik, Kadis DLH Lingga Nirmansyah, Camat Singkep Selatan M Sabirin, serta Danton Damkar Dabo Singkep, Dirgahayu Sentosa.

Ahmad menuturkan, tim gabungan mengaku kesulitan karena tidak ada sumber mata air di lokasi kejadian, dan terkendala jarak yang cukup jauh dari jalan utama, untuk mendapat air.

“Kita sudah berbuat semaksimal, mungkin dengan cara membawa berbagai peralatan dengan menggunakan mesin milik warga setempat dengan air seadanya yang berada di lokasi. Dan pemadaman ini dilakukan secara manual dengan batang kayu oleh tim gabungan,” ujarnya.

Sebelum menginggalkan tempat, Ia mengungkapkan bahwa beberapa titik api telah berhasil dipadamkan oleh tim gabungan, namun dirinya akan terus memantau titik titik api yang berada di Desa Resang.

Waspada Kabut Asap

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi mengimbau warganya untuk mewaspadai kabut asap akibat kebakaran hutan, yang kini mulai menyelimuti kota kepulauan itu.

Kepala Dinas menyarankan masyarakat tidak ke luar rumah bila tidak ada sesuatu yang penting, agar terhindar dari paparan asap. “Kalau ke luar rumah, mau pakai masker boleh. Cuma kalau kondisi parah, masker-nya jangan yang biasa, ada yang khusus,” kata dia.

Ia menambahkan, kabut asap dapat menyebabkan iritasi lokal pada mata, selaput lendir di hidung, mulut dan tenggorokan. Paparan kabut asap juga bisa menyebabkan reaksi alergi, peradangan, infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), hingga pneumonia atau radang paru.

“Kabut asap bisa menyebabkan kita sulit bernafas, batuk, merusak paru-paru,” lanjut dia.

jamariken tambunan/ant

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com