SINDOBatam

Terbaru Spirit+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Waspada Peredaran Parsel Berbahaya

  • Reporter:
  • Senin, 17 Desember 2018 | 09:08
  • Dibaca : 205 kali
Waspada Peredaran Parsel Berbahaya
Petugas BPOM Kepri mengecek kometik saat kegiatan penertiban pasar dari kosmetik ilegal dan mengandung bahan berbahaya di Tanjungpinang, beberapa waktu lalu. /Dok BPOM Kepri

PINANG – Kantor Perwakilan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Tanjungpinang memantau peredaran parsel jelang Natal dan Tahun Baru 2019 di Tanjungpinang, memastikan parsel yang beredar layak dikonsumsi dan memiliki izin. Tujuannya, agar masyarakat tidak konsumsi parsel yang mengandung bahan berbahaya.

“Kita terus melaksanakan giat razia ke tempat-tempat pelaku usaha mengecek parsel yang dijual. Kita akan razia sampai akhir tahun,” kata Kepala Kantor Perwakilan BPOM Tanjungpinang Mardianto, Minggu (16/12).

Mardianto mengatakan, giat razia parsel Natal dan Tahun Baru 2019 yang telah dilaksanakan di Tanjungpinang menyisiri 24 sarana (pelaku usaha). Dia menuturkan, hasilnya ditemukan ada beberapa sarana yang tidak memiliki izin edar. “Tapi tidak banyak. Sudah kita tertibkan,” kata Mardianto.

Selain melaksanakan razia, BPOM Tanjungpinang mengimbau kepada penjual atau retail untuk membeli bahan produknya dari sumber yang jelas atau dari distributor resmi. “Jangan sampai asal jual produk yang tidak jelas asal-usulnya,” ujarnya.

Selanjutnya, kata Mardianto, warga juga harus menjadi konsumen yang cerdas dengan cara harus cek produk sebelum membeli. Kemudian untuk produsen harus memproduksi pangan sesuai tata cara produksi pangan yang baik, agar produk yang dihasilkan aman, bermutu dan bermanfaat, dan legal atau terdaftar di BPOM dan Dinas Kesehatan (Dinkes). Dia berharap selama kegiatan ini tidak ditemukan parsel berbahaya.

“Yang jelas konsumen harus cek KLIK, cek kemasan yaitu pastikan kemasan dalam kondisi baik, tidak rusak. Kemudian cek label, cek izin edar yaitu pastikan produk sudah legal/ terdaftar di BPOM dan Dinkes, dan cek kedaluarsa,” ucap Mardianto.

Kosmetik Ilegal
Tidak hanya menjamin kemanan parsel, BPOM juga sudah menertibkan kosmetik ilegal. Baru-baru ini BPOM Tanjungpinang menyita kosmetik ilegal senilai Rp320.432.000 dari 15 pelaku usaha. Barang kosmetik ilegal yang disita sebanyak 780 item terdiri dari 5461 pieces tak memiliki izin edar. Kegiatan penindakan ini sejalan dilaksanakan oleh BPOM Kepri di Batam dan Kabupaten Kepulauan Anambas.

“Untuk Tanjungpinang ada 15 sarana (pelaku) terdiri dari 5 orang memenuhi ketentuan dan 10 orang tidak memenuhi ketentuan. Total kosmetik ilegal yang disita senilai Rp320.432.000,” kata Mardianto.

Mardianto menuturkan, kegiatan razia ini dilaksanakan di pasar, mal dan pasar malam di Tanjungpinang. Razia ini aksi penertiban pasar dari kosmetik ilegal dan mengandung bahan berbahaya di Tanjungpinang, Batam dan Kabupaten Anambas pada 27-29 November 2018 lalu. “Untuk 15 orang pelaku masih diperiksa, belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka kita masih mendalami asal sumbernya,” kata dia.

m bunga ashab

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com