SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Waspadai Perang Dagang AS-China

  • Reporter:
  • Selasa, 27 Maret 2018 | 16:52
  • Dibaca : 255 kali
Waspadai Perang Dagang AS-China

JAKARTA – Para pelaku pasar sepanjang pekan ini diminta tetap mewaspadai dampak dari ekonomi global, yaitu kenaikan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Fed dan potensi perang dagang antara AS dengan China.

Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan, kepanikan berlebihan terhadap imbas kenaikan suku bunga The Fed dan potensi ter – jadinya perang dagang AS-China mem – buat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum keluar dari zona merah. Aksi jual masih kerap ter – jadi sehingga pelemahan tidak ter – hindarkan. ”Pergerakan IHSG pada pekan kemarin berbalik melemah 1,49% atau di atas dari pekan sebelumnya yang turun 1,99%. Adapun high level yang diraih mencapai 6.351 di bawah sebelumnya di 6.501 dan level terendah mencapai6.085 dari sebelumnya 6.236,” kata Reza di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, harapan dan perkiraan yang mengatakan akan terjadi pem – balikan arah naik tampaknya belum terwujud karena IHSG masih terbenam di zona merahnya. Indeks sempat menguat tipis, tapi volume beli yang terjadi masih kurang kuat mengangkat IHSG. Menjelang pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada pekan lalu membuat sejumlah indeks saham Asia cenderung variatif sehingga berimbas kurang baik pada IHSG.

”Di sisi lain, pergerakan rupiah yang kembali melemah turut menambah sentimen yang menghalangi IHSG berbalik naik,” ujarnya. Pergerakan bursa saham Asia yang masih cenderung variatif melemah membuat IHSG sulit keluar dari zona merah. Aksi jual pun masih terjadi seiring aksi menahan diri menantikan imbas pertemuan FOMC dan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RGD-BI) terhadap pasar ekuitas dalam negeri. ”Mulai membaiknya pergerakan rupiah yang dibarengi dengan optimis – me pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I/2018 lebih tinggi daripada periode sama tahun sebelumnya, tampaknya kurang kuat mengangkat IHSG,” ungkap Reza.

Sepanjang pekan lalu, asing men – catatkan penjualan bersih (nett sell) Rp3,76 triliun dari pekan sebelumnya nett sell Rp2,86 triliun. Masih maraknya aksi jual membuat posisi transaksi asing menjadi net sell karena hingga pekan kemarin membuat nilai transaksi asing tercatat Rp23,24 triliun di atas sebe lum – nya yang masih net sell Rp17,92 triliun. Pada pekan ini, Binaartha Sekuritas mem perkirakanpergerakanIHSGber adadi kisaran level support 6.177-6.195 dan resis – ten6.248-6.268. Jikadi ban dingkandengan pekan sebelumnya, indeks akan kembali mengalami koreksi karena level support 6.265-6.278 dan resisten 6.389-6.412.

Pelemahan yang terjadi pada IHSG, kata Reza, telah keempat kalinya karena cenderung kepanikan berlebihan dari para pelaku pasar dalam menyikapi sen – timen yang ada. Menurutnya, pelaku pasar terlalu terbawa suasana kepanik – an sehingga merugikan mereka sendiri di bandingkan melihat sisi positif dari kinerja para emiten serta masih stabil – nya ekonomi dalam negeri. ”Di sisi lain, mereka memang sengaja melakukan aksi jualnya dengan tujuan membuat harga lebih murah sehingga dapat kembali mengambil posisi di bawah,” katanya.

Dia berharap aksi jual bisa berkurang se hingga IHSG dapat kembali mene mu – kan momentum kenaikannya. Meski di harapkan ada pergerakan positif na – mun para pelaku pasar diminta tetap me waspadai karena terdapat juga po – tensi pelemahan seiring masih adanya aksi jual. Dihubungi terpisah, Head of Institutional Research MNC Sekuritas Thendra Crisnanda menilai, IHSG pada pekan depan masih berpotensi rebound hingga kembali ke level 6.300 setelah mengalami tekanan pada sepekan ter – akhir. Menurutnya, penurunan indeks lebih disebabkan oleh panic selling yang terjadi merespons perang dagang antara AS dan China.

”Meskidemikian, kamimenilaibahwa potensi rebound masih bisa terjadi pada pekan depan sehingga setidaknya indeks berada di level 6.250-6.300,” ujarnya. Secara sektoral, MNC Sekuritas masih merekomendasikan saham-sa – ham di sektor konsumer, pertam bang an batubara, dan infrastruktur sebagai pilih – an. Pilihan saham untuk meman faat kan momentum rebound saatini, yaitu HMSP, INDY, TLKM, JSMR, dan ASII. Sementara itu, Vice President Re – search Department Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya me – ngatakan, indeks pada awal pekan ini diperkirakan berada di rentang 6.081 hingga 6.288. Dia optimistis pada awal pekan IHSG akan kembali rebound ke zona hijau.

”Mengawali pekan terakhir pada bulan ketiga tahun 2018 sekaligus pe kan terakhir pada kuartal I/2018, saat ini IHSG masih menunjukkan per gerak an terkonsolidasi dan sementara support level sedang diuji namun ter lihat kuat,” tuturnya. Kemudian jika melihat dari sisi fundamental perekonomian yang masih kuat, kata William, hal ini tentu masih memberikan harapan bahwa IHSG saat ini memiliki peluang besar dalam meraih pertumbuhan bagus sepanjang 2018. Meski demikian, hal itu tentu perlu ditopang oleh kinerja emiten yang cemerlang tahun ini.

Heru febrianto

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com