SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Yohanis Kembalikan Uang Rp150 Juta

  • Reporter:
  • Kamis, 14 Februari 2019 | 09:39
  • Dibaca : 210 kali
Yohanis Kembalikan Uang Rp150 Juta
ilustrasi

NATUNA – Tersangka kasus korupsi pembangunan SPAM Batubi sekaligus Anggota DPRD Kabupaten Natuna Yohanis mengembalikan uang korupsi Rp150 juta kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Natuna, Rabu (13/2). “Ya, hari ini Y mengembalikan uang kerugian negara. Dia beritikad baik mengembalikan uang itu,” kata Kajari Natuna Juli Isnur.

Ia menegaskan, kasus tersebut akan terus berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku meskipun ada upaya dari pihak tersangka untuk mengembalikan uang kerugian negara. “Walaupun ada pengembalikan kerugian negara dilakukan oleh tersangka, akan tetapi perkaranya harus tetap jalan. Ini dua hal berbeda, kerugian negara ya tetap kerugian negara dan kasus ya tetap kasus. Dua-duanya harus jalan,” jelasnya.

Kejari Kabupaten Natuna menetapkan Yohanis sebagai tersangka dalam kasus proyek pembangunan SPAM Batubi di Kecamatan Bunguran Batubi. Kejari Natuna juga menjerat kontraktor dan pihak swasta berinisial J dan TM sebagai tersangka dalam kasus itu. “Ketiga tersangka ini terlibat langsung pada proyek pembangunan SPAM Batubi senilai Rp3,55 miliar yang dilaksanakan pada 2017 lalu,” katanya.

Ketiga tersangka dijerat Pasal 12 huruf i UU No 20/2001 tentang Pemberantasan Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No 20/2001 tentang Pemberantasan Korupsi. “Tersangka Yohanis selaku pejabat negara telah diduga bertindak proaktif dalam mengatur jalannya proyek pembangunan tersebut, makanya pada kasus ini kami tidak menggunakan pasal 2 atau pasal 3 tentang tindak pidana korupsi,” jelasnya.

Ia menuturkan, penerapan pasal 12 ini terbilang baru pertama dilakukan oleh Kejari Kabupaten Natuna dalam kasus dugaan korupsi pada proyek pembangunan SPAM Batubi. Ancamannya, seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun. “Fokus utama sangkaannya pada tindakan Y selaku pejabat negara, karena kami menerapkan pasal 12 huruf (i),” ujarnya.

Dari total anggaran Rp3,55 miliar, Kejari Natuna menduga ada kerugian negara sebesar Rp500 juta. “Untuk pastinya, total kerugian itu kita masih menunggu hasil audit dari BPKP,” katanya.

Kemarin, usai dijadikan tersangka, kontraktor berinisial J mengembalikan uang senilai Rp70 juta kepada Kejari Natuna. Uang itu merupakan fee perusahaan sebesar 2,5 persen dari total anggaran. “Uangnya langsung kita setor ke kas negara,” kata Kasipidsus Kejari Natuna Syafri Hadi. sholeh ariyanto

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com