SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Yudha Terancam Hukuman Mati

  • Reporter:
  • Kamis, 14 Februari 2019 | 10:41
  • Dibaca : 938 kali
Yudha Terancam Hukuman Mati
Anggota Polresta Barelang menggiring Yudha Lesmana (25), tersangka pembunuhan Fitri Suryati alias Yuwewe saat ekspose di Mapolresta Barelang, Rabu (13/2). f arrazy aditya

BATAM KOTA – Yudha Lesmana (25), tersangka pembunuhan Fitri Suryati alias Yuwewe terancam hukuman mati. Tersangka sudah menyiapkan sebilah pisau untuk menghabisi nyawa korban, dan merencanakan pembunuhan sejak Januari lalu.

Atas perbuatan yang telah dilakukannya, Yudha diancam pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana. Dalam pasal ini disebutkan “Barang siapa sengaja dan dengan rencana lebih dahulu merampas nyawa orang lain diancam, karena pembunuhan dengan rencana (moord), dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun.”

Kapolresta Barelang Kombes Hengki mengatakan, satu bulan sebelum kasus pembunuhan terjadi, Yudha sudah memantau keadaan dan situasi rumah korban. Ia memastikan siapa saja yang tinggal di rumah tersebut, dan di saat kapan saja rumah dalam keadaan sepi. Hingga akhirnya, tersangka memastikan keadaan sepi dan tinggal Yuwewe sendiri di rumahnya Perumahan YKB Blok F Nomor 19, Bengkong Laut, Senin (11/2) sekira pukul 13.30.

Dengan membawa sebilah pisau yang telah disiapkan dari tempat kosnya, ia masuk ke dalam rumah yang saat itu hanya ada korban seorang diri. Yudha lalu mencekik korban hingga pingsan, dan mengikatnya dengan kabel charger handphone. Ketika melihat korban masih bergerak, ia langsung menghujamkan pisau ke arah leher korban.

“Tersangka menusuk leher korban dengan pisau yang sudah disiapkan dari tempat kosnya,” kata Hengki saat ekspose di Mapolresta Barelang, Rabu (13/2).
Melihat korban sudah bersimbah darah, Yudha lalu mengambil beberapa barang korban berupa satu unit laptop merek Acer dan satu unit handphone merk Xiaomi.

Untuk menutupi perbuatan yang telah dilakukannya, tersangka mengambil CCTv yang ada di rumah korban. CCTv tersebut bersama dengan pisau yang digunakan untuk menghabisi nyawa korban dibuang ke Dam Seiladi untuk menghilang jejak. “Untuk barang bukti yang dibuang tersangka belum ditemukan,” ujarnya.

Hengki menjelaskan, pembunuhan dilakukan karena tersangka dendam terhadap korban. Timbulnya niat balas dendam tersangka berawal saat ia membeli gas sekitar satu bulan lalu. Secara tak disengaja, Yudha bertemu dengan Yuwewe, yang sudah lima tahun tak bertemu.

“Saat bertemu, timbul rasa dendam tersangka kepada korban. Setelah mengetahui keberadaan korban, tersangka terus memantau keadaan rumahnya,” ungkap Hengki.

Tersangka Yudha Lesmana Ginting merantau dari Medan ke Batam pada 2014 lalu untuk mencari kerja. Satu bulan di Batam, ia bertemu dengan Dewi (24) yang merupakan mantan pacarnya.

Dewi bekerja di salah satu toko baju di daerah Penuin. Setelah lama berkenalan, tersangka berpacaran dengan Dewi. Namun, beberapa bulan menjalani hubungan dengan pacarnya, korban yang juga teman pacar tersangka menghasut Dewi agar tidak berhubungan dengan tersangka.

Korban mengatakan kepada pacar tersangka bahwa masa depan tersangka tidak jelas, karena tersangka hanya tamatan SMP. Pacar tersangka termakan perkataan korban, dan pacar tersangka memutuskan hubungan dengan tersangka.

Tersangka pernah mempertanyakan perkataan korban kepada pacarnya, dan tersangka merasa korban ikut campur terlalu dalam masalah hubungan percintaan mereka.

Setelah putus dari pacarnya Dewi, Yudha pulang ke kampung halamannya di Medan pada 2015. Setahun di Medan, tersangka kembali ke Batam pada 2016 untuk mencari pekerjaan.

Tersangka ngekos di Bengkong Permai bersama adiknya yang juga datang ke Batam untuk mencari kerja. Tanpa sengaja, awal tahun 2019 saat Yudha ingin membeli gas di daerah Bengkong Laut, ia bertemu dengan korban yang rumahnya menjual gas. Pada saat itulah dendam lama muncul kembali di benak tersangka, dan ia merencanakan ingin menghabisi nyawa korban.

Diberitakan sebelumnya, polisi bergerak cepat dengan menangkap Yudha Lesmana (25), tersangka pembunuhan Fitri Suryato alias Yuwewe. Yudha selama lima tahun menyimpan dendam terhadap Fitri dan sudah merencanakan pembunuhan sejak sebulan lalu.

Yudha ditangkap Tim Gabungan Subdit III Jatanras Polda Kepri dan Satreskrim Polresta Barelang pada Senin (11/2) pukul 23.30 atau sekitar 12 jam setelah penemuan mayat Fitri. Penangkapan berlangsung di kamar kos Yudha di bilangan Bengkong Permai. “Pelaku memberi perlawanan saat ditangkap. Kami terpaksa melepaskan tembakan ke kaki kiri,” ungkap Kasat Reskrim Polresta Barelang AKP Andri Kurniawan yang memimpin pengejaran pelaku.

Meski belum merinci lebih jauh, menurut Andri penyelidikan polisi mencari pelaku pembunuhan Fitri yang mengarah ke Yudha berdasarkan keterangan saksi-saksi di lokasi dan jejak barang bukti di tempat kejadian perkara. Yudha kepada polisi juga mengakui perbuatannya yang membunuh Fitri. “Pelaku menyimpan dendam selama lima tahun. Selama itu dia pendam,” tutur dia.

Polisi juga sudah mengetahui barang bukti pisau yang digunakan Yudha untuk menghabisi nyawa Fitri. Yudha membuang pisau tersebut di Jembatan Seiladi setelah membunuh. “Pelaku menghilangkan jejak dengan membuang barang bukti,” kata Andri. romi kurniawan

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com